
Suho datang dengan sangat cepat. Setelah sampai disana mereka langsung bergerak menuju kantor polisi untuk menyerahkan Sam.
Di kantor polisi memakan waktu cukup lama karena Lucca dan Suho masih harus menjadi saksi dan membutuhkan waktu sekitar 2 jam sampai sam benar-benar dinyatakan bersalah.
Lucca dan Suho juga diperbolehkan pulang.
"Ke rumah kak V aja. Gue yakin dia lagi pusing sekarang" Ucap Lucca
"Oke"
Mereka pun langsung melajukan mobil ke rumah Cenzo.
Saat sampai dirumah tadi Cenzo langsung pergi ke kamarnya untuk melihat keadaan Nara, dan ternyata Nara masih tidur.
Sesudah melihat Nara, Cenzo langsung keluar menuju ruang kerjanya. Di rungan kerjanya Cenzo meminum alkohol dengan sangat banyak.
"Kenapa perasaanku jadi sesedih ini" Ujar Cenzo sambil meneguk alkohol itu.
Baru kali ini Cenzo meminum alkohol lagi setelah beberapa lama. Entah mengapa dia melakukan itu.
Cenzo berjalan kearah laci dan mengambil rokok yang ada disana. Cenzo merokok sambil meminum alkohol, sangat-sangat bagus sekali.
Lucca dan Suho yang baru saja tiba langsung mencari keberadaan Cenzo dan menemukan Cenzo di ruang kerjanya.
"Lucca sini" Teriak Suho
Lucca pun segera menghampiri Suho di depan ruang kerja Cenzo dan mereka langsung masuk bersama.
__ADS_1
Ruangan kerja Cenzo dipenuhi dengan bau alkohol dan rokok. Mereka berdua juga menemukan Cenzo yang sudah mabuk berat.
"Aaiisshhhh.... merepotkan sekali" Ucap Lucca sambil mengangkat tubuh Cenzo dan membawanya ke kamar.
"Simpanlah tenaga mu jangan banyak bicara, sebentar lagi sampai" Ucap Suho
Begitu sampai mereka berdua meletakkan Cenzo diatas tempat tidur dengan sangat pelan takut membangunkan Nara yang sedang tidur.
"Aaagghhhh..... punggungku" Kata Lucca sambil memegangi punggungnya.
"Yo sekarang kita yang minum-minum" Lucca langsung berjalan mendahului Suho
"Kalau bos marah gimana" Tanya Suho yang ketakutan
Suho mengikuti Lucca minum-minum di ruangan Cenzo. Sudah lama juga Suho tak minum-minum seperti ini.
Didalam kamar dengan sedikit sadar Cenzo berbalik menghadap kearah Nara dan mulai mencium bibir Nara dengan rakus.
Nara yang saat itu sedang tertidur pun langsung terbangun dan mata Nara langsung membulat melihat Cenzo yang sudah berada diatasnya menindih tubuh Nara.
Nara berusaha melepas ciuman Cenzo tapi Cenzo yang sedang dipengaruhi oleh alkohol menjadi sangat kuat dan mengunci pergerakan Nara.
Nara mencoba meronta-ronta tapi usahanya sia-sia saja. Badan Nara sekarang menjadi sangat lemas karena efek obat bius tadi.
__ADS_1
Tanpa Nara duga Cenzo merobek bajunya dan langsung membuang baju Nara kelantai.
"Oppa sadarlah" Ucap Nara dengan menangis
Cenzo tak mendengarkan perkataan Nara dan tetap melanjutkan aksinya.
"Diam lah bodoh" bentak Cenzo
Nara seketika menangis dengan sejadi-jadinya. Karena Nara dari tadi tak bisa diam, Cenzo mengikat tangan Nara dengan bajunya.
Cenzo minum sangat banyak tadi sampai membuatnya sulit mengendalikan dirinya.
"AAAHHHHHHHHH......." Teriak Nara menahan kesakitan.
Dengan satu kali hentakan Cenzo sekarang sudah berhasil merenggut mahkota yang telah Nara jaga selama ini
"Sakit oppa" Ucap Nara sambil menangis sesenggukan. Nara sekuat tenaga menahan Suaranya agar tak keluar dari mulutnya. Bahkan Nara menggigit bibirnya dengan sangat kuat hingga bibirnya terluka.
Cenzo lagi-lagi tak mendengarkan perkataan Nara. Cenzo memacu tubuhnya dengan sangat kencang. Hingga erangan panjang keluar dari mulut Cenzo.
Tak berhenti disitu, Cenzo melakukannya Sampai beberapa kali, hingga Nara sudah kelelahan karena perbuatan Cenzo dan pingsan.
Cenzo yang melihat Nara pingsan seperti tak menghiraukan dan terus saja melanjutkan aksinya.
Cenzo melakukannya hingga jam 4 pagi dan tubuhnya langsung ambruk disamping Nara.
__ADS_1
Next.......