
Cenzo bangun terlebih dahulu pagi ini. Senang rasanya saat bangun bisa melihat orang yang kita cinta ada di sebelah kita.
Cenzo merapikan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Nara. Tangan Cenzo turun kebawah dan menangkap tangan Nara. Cenzo melihat tangan Nara yang terluka karena Nara akan bunuh diri kemarin. Membayangkan itu membuat hati Cenzo menjadi sakit.
Cenzo mencoba membuang pikiran itu. Cenzo mendekatkan wajahnya ke arah wajah Nara dan mengecup kening, pipi dan kecupan itu berkahir di bibir Nara.
Saat Cenzo sedang menikmati kecupan itu Nara bangun dan langsung ******* bibir Cenzo. Cenzo dengan senang hati membalas ciuman Nara.
Setelah Nara sudah kehabisan oksigen Cenzo pun langsung menghentikan ciuman mereka.
"Morning Kiss" Ucap Nara
"Kau nakal sekali Baby, siapa yang mengajarimu"
"Tentu saja kau Daddy"
"Jangan memanggilku Deddy, aku bukan Deddy tapi kekasihmu"
"Terserah aku lah"
Nara mulai bangun meninggalkan Cenzo yang tetap berada diatas ranjang. Melihat Nara yang akan ke kamar mandi, Cenzo langsung turun dan membantu Nara.
"Biar ku bantu" Kata Cenzo sambil memapah tubuh Nara
"Tak usah aku malu jika kau ikut masuk Nanti. Aku sedang ingin buang air kecil" Ucap Nara mencoba mengusir Cenzo.
Tapi bukan Cenzo namanya jika harus pergi begitu saja. Cenzo memaksa Nara harus ikut kedalam dan berkata dengan tegas.
"Aku harus ikut kedalam Baby, tidak ada penolakan dan aku tidak suka dibantah"
Karena Nara sudah sangat kebelet akhirnya mau tak mau Nara mengizinkan Cenzo untuk ikut.
Saat akan menurunkan ****** ******** Nara meminta Cenzo untuk berbalik agar tak melihat ke arahnya.
"Berbalik lah aku akan buang air kecil"
Cenzo pun berbalik membelakangi Nara sambil menahan sesuatu dibawah sana.
__ADS_1
"Sabarlah, sebentar lagi dia akan menjadi istrimu dan kau bisa menidurinya sepuas mu" Ucap Cenzo pada dirinya sendiri
"Sudah selesai kau bisa berbalik lagi" Ucap Nara.
"Ya sudah ayo keluar kau harus sarapan dulu"
Nara mendapatkan ide yang sangat brilian untuk mengerjai Cenzo sekarang. Dengan senyum yang jail Nara memulai aksinya.
"Chagiya sebentar ya, aku ingin membasuh tubuhku dulu, tubuhku sangat lengket" Ucap Nara
"Baiklah aku akan menunggumu"
Nara mulai menanggalkan pakaian satu persatu. Cenzo yang melihat Nara sedang tak mengenakan apapun didepannya hanya bisa menelan ludahnya saja.
Nara mengelap tubuhnya dengan handuk yang sudah Nara celupkan ke air. Nara dengan sengaja melenggang-lenggokkan tubuhnya di depan Cenzo.
Cenzo sudah tidak bisa menahannya lagi. Dengan cepat Cenzo berjalan kearah Nara dan langsung memeluk Nara dari belakang.
"Chagiya" Nara terkejut
Cenzo membalikkan badan Nara agar menghadap kepadanya. Cenzo langsung ******* bibir Nara dengan sangat rakus.
Tangan Cenzo tak tinggal diam sibuk meremas benda kenyal di dada Nara.
"Jangan sekarang, aku belum siap" Ucap Nara saat ciuman mereka sudah selesai.
Cenzo pun tersadar dan mulai membuka celananya. Nara yang melihat itu seketika langsung terkejut.
"Kau bisa memainkannya kan" Tanya Cenzo dengan suara yang berat.
"Tentu saja" Nara mulai berjongkok dan memainkan junior Cenzo.
Nara berhasil membuat Cenzo panas dingin hingga erangan panjang keluar dari mulut Cenzo disertai cairan bening.
Nara langsung memakai pakaiannya kembali dan keluar dahulu dari dalam kamar mandi meninggalkan Cenzo yang sedang membersihkan tubuhnya.
Saat Nara keluar bertepatan dengan dokter dan suster yang sedang mengecek kondisinya sambil membawakan makanan untuk Nara.
__ADS_1
"Selamat pagi Nona" Sapa dokter itu
"Pagi"
"Saya periksa dulu ya"
Dokter itu pun mulai memeriksa keadaan Nara.
"Kira-kira kapan saya boleh pulang ya dok" Tanya Nara
"Melihat kondisi anda yang semakin hari semakin baik anda besok sudah diperbolehkan pulang" Jawab dokter tersebut.
"Sudah selesai. Jangan lupa meminum obatnya setelah makan. Saya permisi" Ucap dokter tersebut dan meninggalkan ruangan Nara.
"Untung saja aku dan om sudah selesai" Ujar Nara sambil mengambil memakan sarapan yang suster tadi bawakan.
Cenzo sudah keluar dari dalam kamar mandi dan segera menghampiri Nara yang sedang makan.
"Apa dokter baru saja dari sini" Tanya Cenzo
"Hemm"
"Baby aku sebentar lagi harus kekantor karena ada rapat. Nanti setelah rapat aku akan kesini lagi, mungkin sekitar jam 9"
"Iya aku tak apa-apa. Tapi bisa kau tinggalkan ponselmu disini, aku kesepian jika tak ada ponsel"
"Iya" Ucap Cenzo sambil mengelus kepala Nara.
"Thanks Daddy"
"Ya sudah aku berangkat dulu ya" Ucap Cenzo sambil mengecup kening Nara
"Hati-hati dijalan"
Cenzo pun telah berangkat ke kantor dan Nara melanjutkan makannya kembali.
Next.....
__ADS_1