
Saat mereka sedang asik mengobrol anak buah Lucca menghubunginya. Lucca dengan cepat langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Kenapa?" Tanya Lucca
"Wanita itu sudah ada di markas bos" Ucap Anak buka Lucca
Lucca segera mematikan panggilan tersebut dan berbisik kepada Cenzo.
"Dia sudah di markas" Ucap Lucca dengan sangat pelan
"Ayo kesana sekarang" Cenzo langsung berdiri dan segera pergi menuju markas.
"Suho kau jaga kakak ipar dulu, aku dan kakak sedang ada urusan" Ucap Lucca dan segera pergi menyusul Cenzo.
Hanya butuh waktu 2 jam, anak buah Lucca sudah menemukan Laura dan membawa Laur ke markas. Memang kemampuan Lucca dan anak buahnya tidak bisa diragukan lagi. Jika hanya menangkap tikus kecil seperti Laura itu hal yang sangat mudah bagi anak buah Lucca.
"Lajukan mobil dengan kecepatan penuh Lucca, Aku ingin segera menyelesaikan masalah ini setelah itu fokus ke Nara dan Junior" Ucap Cenzo saat mereka sudah mulai menjalankan mobilnya
"Kau yakin akan menyiksa mereka seperti aku biasanya?" Tanya Lucca. Pasalnya Lucca tak begitu yakin dengan Cenzo, karena Cenzo tak pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya.
"Tidak, aku hanya akan memberinya pelajaran sedikit, setelah itu aku serahkan pada anak buahmu, dan kau tidak boleh ikut-ikut"
"Kenap begitu?"
"Aku tak mau tanganmu terkena noda darah dari orang-orang brengsek itu" Ucap Cenzo
"Itu memang sudah mainan ku dari dulu kak, Kau terlambat memberitahuku sekarang"
"Tidak ada penolakan Lucca, atau aku akan membatasi semua kegiatanmu"
"Baiklah bos, siap laksanakan"
.
.
.
Mereka berdua telah sampai di tempat penyekapan itu. Dari luar terdengar suara yang sangat bising. Cenzo dan Lucca segera masuk kedalam. Terlihat Laura sedang mengamuk dan memaki-maki para anak buah Lucca.
__ADS_1
"Brengsek keluarkan aku dari sini. Akan ku laporkan ke polisi kalian atas penculikan" Teriak Laura.
Cenzo dan Lucca mendekat kearah Laura sambil bertepuk tangan.
Prookkk.... prookkk.... prokkkk...
"Wah wah.... Lihatlah dia Kak, memang tidak salah kau memanggilnya ******" Ucap Lucca
"Ternyata kau wanita yang sudah membuat wanitaku celaka" Kata Cenzo
"Kau salah orang, itu bukan aku. Kau tak bisa seenaknya menangkap orang seperti ini. Kalian tidak punya bukti" Teriak Laura
"Apa perlu ku seberkas rekaman CCTV dirumahkan ini"
Mendengar itu Laura langsung terdiam. Bagaimana dirinya bisa tidak tau jika dirumah Cenzo ada rekaman CCTV. Sekarang habislah dia.
"Bagaimana cara memberi pelajaran kepada dia Lucca?" Tanya Cenzo
"Papanya kan selalu memuja kecantikan jalan ini, bagaimana jika kita buat wajahnya buruk rupa?" Jawab Lucca
"Caranya?"
"Sirah saja wajahnya dengan air keras"
"Tidak. Serahkan saja padaku"
"Baiklah kau urus saja"
Lucca segera pergi untuk mengambil air keras yang dia punya.
Cenzo mendekat kearah Laura dan Albert.
"Kalian tau perbuatan yang kalian lakukan sudah sangat keterlaluan" Ucap Cenzo
"Tapi aku tidak melakukannya, istrimu saja yang lemah, didorong seperti itu saja sudah jatuh"
Mendengar Laura menghina Istrinya Cenzo dengan cepat langsung menampar Laura.
"Dasar kau wanita tak tau malu, lihat saja setelah ini apa kau masih bisa menyombongkan dirimu lagi" Ucap Cenzo
__ADS_1
"Tolong jangan bunuh kami tuan" Kata Albert
"Aku tak akan membunuh kalian, Itu terlalu mudah jika kau langsung membunuh kalian. Kalian akan mendapatkan hadiah yang sangat besar nanti.
Cenzo mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang tepat didepan Albert dan Laura.
"Suho, sebar rekaman CCTV saat Nara jatuh dirumah. Bilang kalau yang mendorongnya adalah anak dari Tuan Albert yang terhormat. Setelah itu batalkan kerja sama antara perusahaanku dan perusahaannya. Buat pernyataan jika dia menggelapkan beberapa uang agar semua orang tidak percaya lagi padanya" Jelas Cenzo
"Baik tuan" Jawab Suho dari balik telepon
"Tuan tolong jangan lakukan itu, aku sudah mati-matian merintis perusahaan itu hingga sekarang"
"Tapi keputusanku sudah bulat"
Saat itu Lucca datang sambil membawa air keras yang sangat banyak.
"Hey kalian bajingan, jangan coba-coba untuk melakukan itu padaku atau istrimu akan ku bunuh" Teriak Laura.
Albert sudah mencoba menahan Laura tapi Laura sangat keras kepala.
Cenzo begitu murka mendengar itu. Cenzo langsung merebut air keras yang ada ditangan Lucca dan menyiramnya kearah wajah Laura dan Albert. Mereka berdua merintih kepanasan, semua wajahnya seperti terbakar.
"Aaaaggghhhh...... tolong, wajahku, air ambilkan air, Cepatlah bodoh.........." Disaat seperti ini Laura masih sempat-sempatnya memaki. memang wajah yang cantik tidak menentukan hati yang baik pula.
Setelah melakukan itu Cenzo mengajak Lucca untuk pergi dari sana. Sudah cukup Cenzo memberikan pelajaran untuk Laura dan Albert, sekarang terserah anak buah Lucca.
Sebelum pergi Lucca memerintahkan anak buahnya untuk terus menyiram wajah Laura hingga wajahnya hancur. Dan mereka bebas menikmati tubuh Laura semau mereka.
Cenzo bisa bernafas lega sekarang. Masalahnya sudah selesai dan sekarang waktunya Cenzo fokus pada Nara dan Junior. Semoga kedepannya hubungan mereka tidak ada masalah seperti ini lagi.
.
.
.
Jangan lupa komen dan like nya, kalau banyak akan Author usahakan update 2 episode nanti.
.
__ADS_1
.
Next.....