Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
170. Dihukum


__ADS_3

Mereka berempat pun akhirnya sampai di ruangan Cenzo. Cenzo langsung menyuruh Nara untuk duduk di sofa.


"Duduk dulu aku harus berbicara dengan anak-anak" Ucap Cenzo


Nara sudah tau apa yang akan dia lakukan kepada Anak-anak sekarang dan Nara hanya memperhatikannya saja.


Cenzo berjalan menghampiri anak-anak yang sedang berdiri disamping sofa sambil menunduk.


"Siapa tadi yang pergi masuk terlebih dahulu padahal Mommy sudah menyuruh kalian untuk menunggu" Tanya Cenzo


"Aku Daddy" Jawab Mate. Mate mengaku jima dirinya yang melakukan karena Mate takut jika Clay yang bilang maka Clay akan dimarahi oleh Cenzo


Cenzo tau jika Mate tak mungkin melakukan itu karena Mate adalah tipikal anak yang penurut dan selalu mendengarkan perkataan Nara.


"Baiklah disini tidak ada yang benar ataupun salah, kalian berdua salah dan sudah membuat Mommy kalian dipermalukan didepan umum" Ucap Cenzo


Cenzo melakukan ini agar anak-anaknya menjadi anak yang disiplin dan selalu mendengarkan perkataan orang tua supaya tidak menjadi anak yang nakal.


"Maafkan kami Daddy, Mommy, kami janji tidak akan melakukannya lagi" Ucap Mate


"Sebagai hukuman kalian harus berdiri dipojok rungan sana sambil mengangkat tangan kalian tinggi-tinggi dan tidak boleh sampai turun" Kata Cenzo


Dengan cepat Mate dan Clay langsung menuju ke pojok ruangan tersebut dan mulai mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


Hukuman ini sudah sering diberikan oleh Cenzo jika mereka berdua melakukan kesalahan. Pernah suatu hari Clay memukul pipi Mate dengan menggunakan mainan yang keras hingga Mate menangis.


Melihat itu dengan cepat Cenzo langsung menggendong Clay dan memasukkan Clay kedalam kamar. Cenzo akan mengurung Clay dengan tangan yang terus diangkat.


Dengan patuh Clay melakukan hukuman dari Cenzo sambil menahan tangis. Mate diam-diam mengintip Clay dari balik pintu dan tidak tega melihat adiknya dihukum sendirian seperti itu.


Akhirnya Mate bersedia untuk memaafkan Clay dan mereka berbaikan kembali.


"Oppa jangan terlalu keras kepada mereka berdua" Ucap Nara saat Cenzo duduk disebelahnya sambil terus memperhatikan anak-anak.


"Jika mereka tidak diberi pelajaran dari sekarang mereka akan lebih sering memberontak Baby, kau tenang saja aku tidak akan menghukum mereka dengan berat. Mereka hanya perlu merasakan bagaimana rasanya dihukum jika melakukan kesalahan agar mereka jera dan tidak melakukannya lagi" Jelas Cenzo dan Nara hanya menganggukkan kepala saja


Selang beberapa saat kemudian Suho masuk kedalam ruangan Cenzo sambil membawa bekal makanan tadi.


"Ini bos makanannya" Ucap Suho sambil meletakkannya dimeja


"Kau duduklah juga ayo kita makan" Kata Cenzo


Suho pun duduk disamping Cenzo dan pandangannya tertuju pada anak-anak yang sedang berdiri dipojokan itu.


"Mereka kenapa bos?" Tanya Suho


"Mereka semua aku hukum karena sudah membuat orang khawatir" Kata Cenzo


"Sudah Oppa suruh mereka kesini dan minta maaf aku akan menyuapi meraka berdua makan siang mereka belum makan nanti meraka bisa sakit" Ucap Nara


Cenzo langsung menuruti perintah Nara dan memanggil mereka berdua.

__ADS_1


"Kalian berdua cepat sini" Panggil Cenzo


Anak-anak pun segera berlari kearah Cenzo tanpa menurunkan tangganya.


"Turunkan tangan kalian, sekarang minta maaf kepada Mommy, Daddy dan Uncle Suho karena sudah membuat orang khawatir" Ucap Cenzo


Anak-anak pun langsung mengucapkan kata maaf kepada merak bertiga. Suho salut kepada Cenzo karena bisa mendidik anak seperti ini. Menjadikan meraka anak yang baik dan tidak nakal.


"Sudah ya mulai besok tidak boleh seperti itu lagi, kalian harus mendengarkan perkataan orang dewasa karena kami semua sayang kepada kalian" Ucap Nara sambil mendudukkan anak-anak di sofa dan memberi meraka sedikit minum


"Uncle maafkan kami ya" Ucap Mate dengan pelan


"Iya Uncle sudah memaafkan kalian kok, jadi anak yang pintar ya dan jangan nakal nanti Daddy dan Mommy sedih" Kata Suho


"Siap uncle" Ucap Mate dan Clay secara persamaan.


Semua orang sudah selesai makan sekarang Nara juga berniat untuk pulang setelah membereskan bekas makanannya tadi.


"Oppa aku pulang ya" Ucap Nara sambil berdiri


"Apa, tidak boleh. Kau tidak boleh pulang, pulang bersamaku saja nanti" Kata Cenzo sambil berjalan menghampiri Nara


"Kenapa begitu aku mau istirahat" Rengek Nara


"Disitu kan ada kamar kalian tidur disana saja" Kata Cenzo sambil menunjuk salah satu pintu yang ada di ruangannya.


Nara pun berjalan kesana dan saat membuka ruangan itu Nara melihat kamar yang begitu sangat besar dan rapi.


"Ini kamar Oppa?" Tanya Nara


"Kalian semua tidur disini saja ya, Daddy akan melanjutkan kerja terlebih dahulu" Ucap Cenzo dan pergi dari sana


.


.


Beberapa saat kemudian Nara keluar dan menghampiri Cenzo.


"Oppa aku bosan sekali" Ucap Nara


Cenzo langsung menarik Nara agar duduk di pangkuannya.


" Bosan kenapa hem?" Tanya Cenzo


"Entahlah aku bosan, aku juga mengantuk tapi tidak bisa tidur didalam" Jelas Nara


"Tidurlah disini tidak apa-apa sambil menemani aku bekerja" Ucap Cenzo


Nara pun segera mengalungkan tangannya di leher Cenzo karena posisi Nara saat itu sedang duduk di pangkuan Cenzo dan berhadapan.


Sambil bekerja tangan Cenzo yang satunya terus mengelus-elus kepala Nara agar Nara cepat tertidur.

__ADS_1


Dan benar saja baru 5 menit dengkuran halus sudah terdengar dari Nara. Cenzo hanya tersenyum melihat istrinya yang begitu manja itu.


"Dasar anak kecil" Ucap Cenzo


Cenzo terus melanjutkan kerjanya tanpa memindahkan Nara ke kamar karena Cenzo memang lebih nyaman seperti ini.


Saat Cenzo sedang sibuk mengecek pekerjaannya itu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu di ruangannya.


Tok... tok... tok...


"Masuk" Jawab Cenzo dari dalam


Terlihat sekertaris Cenzo yang bernama Allen masuk kedalam. Allen begitu terkejut lantaran melihat posisi Nara yang sedang tidur dipangkuan Cenzo itu.


"Ini tuan, berkas-berkas yang harus segera anda cek dan tanda tangani" Ucap Allen


"Baiklah letakkan saja disitu" Jawab Cenzo tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari laptop didepannya


"Baik tuan saya permisi" Allen harus segera pergi dari sana. Allen merasa tak enak sendiri melihat itu jadi dia harus cepat-cepat pergi agar tak melihatnya lagi.


.


.


Waktu berlalu dengan cepat, sekarang sudah jam 6 sore dan sudah 4 jam Nara tidur dengan posisi seperti itu. Sekarang bukan hanya Nara yang tertidur, Cenzo pun ikut tertidur.


Suho yang saat itu ada perlu dengan Cenzo langsung masuk kedalam setelah mengetuk pintu karena biasanya mereka memang seperti itu.


Begitu terkejutnya Suho saat melihat pemandangan didepannya itu. Mau membangunkan Cenzo tapi Suho tidak enak.


"Bagaimana ini" Ucap Suho sambil berdiri membelakangi Cenzo dan Nara


Suho mencari anak-anak disana tapi tidak ada Suho pun berinisiatif menuju ke kamar yang ada di ruangan Cenzo itu dan benar saja anak-anak sedang tidur disana.


Baru saja Suho akan membangunkan Anak-anak Clay ternyata sudah bangun dan tersenyum kearah Suho.


"Uncle" Ucap Clay


Suho langsung menggendong Clay dan membawanya keluar.


"Daddy" Teriak Clay dengan sangat keras hingga membuat Cenzo dan Nara terbangun.


"Yes boy" Jawab Cenzo dengan sedikit linglung karena baru saja bangun dan nyawanya belum terisi penuh


"Pulang" Ucap Clay


"Ayo pulang, baby ayo pulang cepat" Kata Cenzo dan langsung bangun.


Tanpa menunggu lagi Cenzo langsung menggendong Mate yang masih tertidur dan bergegas pulang.


Nara dan Suho pun dengan bingung langsung mengikuti Cenzo pulang juga dengan masih sedikit mengantuk.

__ADS_1


Entahlah apa yang dipikirkan Cenzo hingga dia menjadi seperti itu apa dia sedang mengigau tidak ada yang tau juga.


Next....


__ADS_2