Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
47. Masalah Jimin


__ADS_3

"Cenzo....." Teriak Jimin saat sudah sampai di depan ruangan Cenzo dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Cenzo yang mendengar suara Jimin tak menghiraukannya dan hanya fokus pada pekerjaannya.


Jimin pun masuk dan langsung duduk di sofa sambil meletakkan makanan yang dia bawa.


Tanpa menghiraukan Cenzo yang sedang bekerja, Jimin malah sibuk memakan makanannya.


"Yakkkk..... Kau kenapa makan disini" Ucap Cenzo yang sudah tak habis pikir dengan temannya ini.


"Sebentar. Aku akan makan terlebih dahulu, kau lanjutkan saja pekerjaanmu. Setelah selesai makan aku akan ceritakan"


Cenzo pun seperti enggan menanggapinya lagi dan lebih memilih melanjutkan pekerjaannya kembali.


Setelah beberapa saat Jimin pun sudah menyelesaikan makannya. Jimin langsung menarik Cenzo agar duduk di sofa bersamanya.


"Apa yang kau lakukan Park Jimin" Ucap Cenzo


"Dengarkan ceritaku terlebih dahulu. Aku ada masalah yang sangat sangat serius"


"Apa?. Cepat ceritakan"


Jimin pun akhirnya menceritakan kejadian tadi malam bersama wanita itu dengan sangat rinci. Bahkan Jimin menceritakan kegiatan Jimin dan wanita itu saat di apartemennya secara gamblang ke Cenzo.


Jimin dan Cenzo memang sangat dekat, mereka berteman sudah sangat lama. Jadi Jimin tak sungkan menceritakan privasinya kepada Cenzo.


"Apa kau gila" Teriak Cenzo saat Jimin sudah menyelesaikan ceritanya.


"Aaaggghhhhh..... Tau lah. Sekarang bagaimana" Tanya Jimin mencoba meminta solusi kepada Cenzo


Cenzo hanya diam memperhatikan Jimin. Cukup lama Cenzo diam hingga membuat Jimin frustasi.


"Bagaimana ini bro?" Tanya Jimin dengan nada yang sangat frustasi.


"Kau cobalah memikirkan sendiri solusi dari masalahmu ini. Aku memang sering membantumu menyelesaikan masalahmu, tapi kalau yang ini kau sendiri yang harus membuat keputusan" Jelas Cenzo


"Baiklah kalau begitu akan ku pikirkan nanti saja. Sekarang aku harus berangkat ke Rumah sakit pasien ku sangat banyak sekarang"


Jimin pun akhirnya pergi ke rumah sakit untuk bekerja serta menghilangkan pikirkan tentang wanita itu sejenak.

__ADS_1


Saat sampai di Rumah sakit Jimin langsung menangani pasien yang sangat banyak hingga Jimin tidak ada waktu untuk istirahat sedikit pun.


Tak terasa malam pun mulai datang, jam telah menunjukkan pukul 7 malam dan pasien yang Jimin tangani tinggal satu. Entah apa yang terjadi hari ini hingga pasien di rumah sakit begitu banyak.


Setelah selesai memeriksa pasien terakhir Jimin pun akhirnya bisa bernafas lega.


"Huuuuhhhh..... Akhirnya selesai juga" Ucap Jimin sambil mendudukkan dirinya di kursi.


"Anda bisa pulang sekarang juga dokter" Ucap salah satu suster yang mendampingi Jimin bekerja.


"Hemm iya. Kau pulanglah juga. Selamat malam" Jimin pun langsung pulang ke apartemennya.


Bekerja seharian tadi membuat Jimin melupakan wanita yang sedang berada di apartemennya. Jimin bahkan tak memberi wanita itu makan siang tadi. Makanan yang Jimin bawakan untuk wanita itu tadi pagi juga hanya junk food saja dan sebotol susu.


Jimin pun sudah sampai di apartemennya. Jimin segera menuju dapur untuk mengambil minuman bersoda yang ada di lemari pendingin dan meminumnya sambil bermain ponsel.


Setelah minuman itu habis Jimin menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan bergegas tidur karena badannya sungguh sangatlah letih.


Saat akan masuk kedalam Jimin lupa kalau dia mengunci pintu kamarnya dan kuncinya ada di dalam tas kerjanya yang Jimin letakkan di sofa depan.


"Kenapa aku bisa melupakannya" Ujar Jimin sambil berjalan kearah tasnya.


Pintu pun akhirnya terbuka. Saat Jimin masuk keadaan di kamar begitu gelap, jadi Jimin mencari saklar lampu dan menghidupkannya.


Klikkk......


Begitu lampu sudah menyala Jimin malah dibuat terkejut dengan seorang wanita yang sedang pingsan di lantai sebelah tempat tidurnya.


Jimin bergegas menghampiri wanita itu. Jimin melihat wanita itu sudah menggunakan baju lengkap tapi itu baju Jimin yang wanita itu gunakan.


"Sial.... Kenapa aku bisa melupakannya" Ujar Jimin sambil mengangkat tubuh wanita itu dan membaringkannya di atas ranjang.


Jimin merawat wanita itu dengan sangat cekatan. Tak lama kemudian wanita itu pun sadar.


Wanita itu terkejut melihat Jimin didepannya.


"Apa yang akan kau lakukan" Ucap Wanita itu sambil menutupi tubuhnya dengan selimut


"Yakkk.... Apa maksudmu?, aku bahkan sudah merasakan tubuhmu" Kata Jimin dengan gamblang.

__ADS_1


Wanita itu pun mengingat kembali kejadian tadi malam. Seketika wanita itu pun meneteskan air matanya.


"Apa yang sudah kita lakukan" Ucap wanita itu dengan frustasi.


"Tenanglah. Kau jangan menangis aku akan tanggung jawab"


"Benarkah akan kau lakukan?"


"Benar. Sekarang sebutkan siapa namamu, aku bahkan belum tau namamu siapa" Ucap Jimin


"Namaku Cristal. Kau?"


"Jimin"


Mereka pun terdiam cukup lama. Suasana canggung mulai menyelimuti keduanya.


"Ya sudah sekarang kau pulang lah. Ini kartu namaku kau bisa menghubungiku. Jika kau ingin menemui ku, kau bisa datang kesini. Tapi hubungi aku dulu jika kau akan berkunjung" Jelas Jimin


"Lantas bagaimana dengan pertanggungjawaban mu?"


"Kita bicarakan ini nanti setelah kita bertemu. Aku sangat lelah sekarang. Sudah ku pesankan taksi kau bisa pulang sekarang"


"Tapi kau benar akan bertanggung jawab bukan?" Ucap Cristal mencoba menyakinkan lagi


"Aku janji. Sekarang kau pulang ya aku mau istirahat, aku sangat lelah bekerja seharian"


"Baiklah kalau begitu aku pulang. Selamat malam"


Saat Cristal akan membuka pintu Jimin kembali memanggilnya


"Nona, ini ambilah untuk membeli makanan. Maaf aku tak mengirimkan makanan untukmu tadi siang".


"Tak usah tuan" Tolak Cristal


"Aku tak suka penolakan. Ambilah dan cepat pulang. ini sudah larut"


"Terima kasih tuan. Selamat malam"


Setelah Cristal pergi Jimin membatalkan niatnya untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Jimin langsung bergegas tidur sebelum kepalanya meledak sekarang.

__ADS_1


Next.....


__ADS_2