
"Mommy, kapan mommy pulang?" Tanya Mate
"Mommy masih tidak tau sayang, mungkin besok Mommy pulang" Jawab Nara sambil mengelus-elus kepala Clay yang sudah tertidur pulas disebelahnya.
"Tapi aku maunya sama Mommy di rumah tidak ada orang" Kata Mate
"Kan di rumah ada Aunty Alice yang menemani kalian berdua bermain"
"Tidak ada, di rumah tidak ada siapa-siapa" Kata Mate
Mendengar itu pandangan mata Nara langsung tertuju kepada Cenzo dan yang lain yang ada di sofa depan.
Nara sangat-sangat tau watak suaminya itu dan bisa Bara simpulkan kalau Cenzo mengira Alice lah yang menyelakainya waktu itu dan Cenzo sudah menuduh Alice pelakunya.
"Pasti ini semua ulah Oppa yang selalu saja berbuat semaunya" Ucap Nara dalam hati
Nara pun menyuruh Mate untuk segera beristirahat dan tidur di sebelah Jimin yang sedang ada di sofa. Tanpa Nara mengulang lagi perkataannya Mate langsung segera pergi dan berbaring di samping Jimin.
Sekarang adalah saatnya Nara untuk berbicara serius dengan Cenzo.
"Oppa" Panggil Nara
"Yes Baby ada apa hem?" Jawab Cenzo sambil berjalan menghampiri Nara.
__ADS_1
"Oppa aku tak melihat Alice beberapa hari ini, kenapa dia tak datang menjengukku ya" Ucap Nara berpura-pura tak tau kalau Alice sudah tak ada dirumah
"Dia katanya sedang sibuk dengan pekerjaannya karena cutinya sudah selesai jadi dia harus segera kembali bekerja" Cenzo terlihat begitu santai menjawab pertanyaan dari Nara seperti tidak ada yang ditutupi
"Padahal aku ingin sekali bertemu dengannya, Oppa bisa kan menghubungi Alice dan memintanya untuk meluangkan waktunya agar menjengukku disini?"
Cenzo terdiam beberapa saat mendengar perkataan dari Nara itu. Bagaimana caranya dia menghubungi Alice setelah apa yang sudah dia lakukan kepada Alice.
Tapi jika terus diam seperti ini dan tidak melakukan apa-apa Nara bisa curiga dan kembali salah paham lagi kepada Cenzo.
"Nanti akan aku coba hubungi saat malam hari pasti kalau sekarang dia sedang sibuk bekerja aku tak mau menggangunya" Ucap Cenzo sebisa mungkin mencari alasan.
"Baiklah kalau begitu aku istirahat dulu ya kepalaku pusing"
Cenzo dengan cepat langsung membantu Nara untuk berbaring dan merapikan selimut Nara agar menutupi badannya dengan benar.
Sekarang Cenzo harus menemukan cara bagaimana mengabulkan permintaan dari Nara tadi. Jika harus menghubungi Alice terlebih dahulu Cenzo terlalu gengsi.
Setelah berpikir dengan keras pandangan Cenzo tiba-tiba fokus kepada Jimin yang sedang mengelus-elus kepala Mate yang sudah tertidur itu.
"Aku menemukan caranya sekarang" Ucap Cenzo dengan pelan.
Perkataan Cenzo itu membuat Lucca yang ada disampingnya menjadi bingung.
__ADS_1
"Menemukan cara untuk apa kak?" Tanya Lucca sambil memainkan ponselnya
"Jangan banyak bicara, ini rahasia"
"Dih sok rahasia-rahasiaan, pasti habis diomelin sama kakak ipar"
Lucca memang selalu tepat pemikirannya tentang Cenzo. Secara kakaknya ini sudah bucin akut.
Kalian bisa mendeskripsikan Cenzo seperti anak anjing yang sudah jinak ke pemiliknya, seperti itulah Cenzo dimata Lucca.
"Kau jangan macam-macam kak nanti kakak ipar bisa marah" Ucap Lucca
"Kau diamlah, jangan buat aku semakin pusing mendengar ocehan mu, aku juga sudah mencoba berfikir seribu kali agar kali ini semuanya berjalan dengan lancar" Jelas Cenzo dengan pelan agar Nara tak mendengar suaranya.
Disisi lain Nara hanya berpura-pura tidur dan sedikit mendengar perkataan antara Lucca dan Cenzo.
Nara kali ini hanya akan diam dan melihat bagaimana Cenzo mengatasi masalah yang Cenzo buat sendiri. Nara juga tak akan marah-marah kepada Cenzo.
.
.
Maaf banget author lama nggak update ya, Author lagi pindah rumah nih jadi masih butuh penyesuaian diri juga masih beres-beres juga.
__ADS_1
Jangan bosen-bosen mampir ke karya author ya, sekali lagi maafkan author yang jarang update ini. Happy reading...
Next....