
Pagi ini Cenzo berangkat ke kantor dari rumah Jimin. Mereka bermain game sampai tengah malam dan Cenzo yang mengakhiri permainan. Jimin yang kalah pun nanti waktu jam istirahat harus ke kantor Cenzo untuk membawakan makanan sesuai kesepakatan kemarin.
Di kantor Cenzo di sibukkan dengan berbagai pekerjaan, dia harus menghadiri rapat, pertemuan dengan klien, dan berkas-berkas yang harus dia tandatangani.
"Suho, apa jadwalku sebentar lagi?" tanya Cenzo
"Sebentar lagi anda ada pertemuan dengan Nyonya Selin dari perusahaan X Bos"
"Hemm... baiklah"
Sambil menunggu Cenzo mencoba menghubungi Nara. Sudah tiga kali Cenzo menelpon tapi tidak dijawab oleh Nara.
"Mungkin dia sedang ada kelas" Gumam Cenzo.
"Suho nanti kau jemput Nara saat pulang kuliah"
"Jam berapa bos?"
"Jam 12.30 kau sudah harus berangkat"
"Siap bos"
Saat mereka sedang membahas masalah pekerjaan, datanglah Raya yang memberitahukan bahwa klien yang akan bertemu dengan Cenzo sudah datang.
"Kau ikut denganku Suho, aku tak mau jika menemui klien wanita sendirian, terlalu risih"
"Iya bos, silahkan" Jawab Suho dengan membukakan pintu untuk Cenzo
Mereka pun berjalan menuju ruang pertemuan yang Cenzo gunakan Khusus untuk bertemu dengan klien.
Saat Cenzo sudah sampai di ruang tersebut dan Cenzo sudah serius membicarakan masalah pekerjaan tapi kliennya ini seperti tidak tertarik dengan yang Cenzo bicarakan. Dia hanya fokus memandangi wajah Cenzo dengan ekspresi menggoda.
__ADS_1
"Apa kau bisa fokus untuk pekerjaan dulu Nona?" Ucap Cenzo dengan sedikit tegas
"Oohhh.... Maafkan aku Tuan Cenzo"
Cenzo pun menjelaskan kembali tentang kontrak kerja yang akan mereka laksanakan.
Seperti yang sudah-sudah. Jika klien yang bertemu dengan Cenzo seorang wanita maka inilah yang akan terjadi.
Setelah kerja sama sudah terjalin Cenzo pun langsung mengakhiri pertemuan dengan Kliennya ini dan pergi ke ruangannya.
Namun saat Cenzo hendak beranjak tiba-tiba Selin memegang tangan Cenzo. Cenzo yang terkejut langsung menghempaskan tangan Selin.
"Apa yang kau lakukan Nona?" Tanya Cenzo
"Anu Tuan, jika kau tak keberatan maukah nanti makan malam denganku" Ucap Selin
"Maaf tapi saya ada urusan nanti, mungkin lain kali"
Cenzo pun langsung pergi dari ruangan tersebut dan Suho mengantarkan Selin ke depan.
Saking fokusnya Cenzo bekerja hingga tidak terasa jam makan siang pun sudah tiba.
Cenzo sedang menunggu Jimin yang janji akan membawakan makanan tapi tidak datang-datang.
Jam menunjukkan pukul 13.00 tapi tak ada tanda-tanda munculnya Jimin. Cenzo pun mengambil ponselnya dan akan menghubungi Jimin.
Baru saja dia akan menelpon datanglah Jimin dengan kantong belanjaan yang penuh dengan makanan dan camilan.
"Hallo bro" Sapa Jimin meletakkan bawaannya diatas meja dan mendudukkan bokongnya diatas sofa.
"Kau lama sekali, aku audah kelaparan menunggu tapi kau tak datang-datang" Ucap Cenzo
__ADS_1
"Lagi banyak pasien gue"
Mereka kemudian memulai menyantap makanan itu sambil mengobrol tentang masa lalu.
"Mantan istri lo gimana V?" Tanya Jimin
"Nggak tau gue. Ngapain juga ngurusin orang"
"Kalau misalnya dia datang lagi gimana?"
"Ya gue usir lah, ya kali gue bakal balik lagi sama dia"
Saat mereka sedang mengobrol datanglah seorang dari balik pintu dan ternyata itu adalah Nara yang baru saja pulang kuliah dan langsung diantar kesini oleh Cenzo.
"Kau sudah datang Baby, sini duduk" Ucap Cenzo sambil menghampiri Nara dan menuntun Nara menuju sofa.
"Selamat siang Dokter" Sapa Nara pada Jimin
"Siang"
"Dasar bucin, giliran gue datang tadi malah kenak omelan" Ujar Jimin
"Gue bisa denger omongan lo" Jawab Cenzo
"Kau pasti belum makan siang kan, makanlah ini" Kata Cenzo sambil menyuapi makanan kepada Nara
"Makasih, kau makanlah juga yang banyak dan cepat selesaikan pekerjaanmu. Kau masih punya hutang penjelasan padaku" Jawab Nara
Cenzo dan Nara pun makan dengan saling bergurau seperti dunia ini hanya milik mereka.
Jimin hanya bisa diam sambil memakan makanannya melihat adegan romantis di depannya dan menjadi obat nyamuk.
__ADS_1
Next.......