
Nara kembali sambil membawa makanan yang mereka pesan tadi setelah menghubungi Cristal dan meletakkan makanan itu di meja.
"Makanlah" Ucap Nara
"Suapi anakmu makan Jimin" Kata Cenzo sambil menyerahkan satu kotak brownis ke Jimin.
Nara duduk di samping Cenzo dan meminta Cenzo untuk menyuapinya makan.
"Mate mau makan brownis?" Tanya Jimin
"Mau Papa"
"Papa suapi ya"
"Yess"
Cukup lama mereka menunggu Cristal tapi Cristal tak datang-datang hingga makanan mereka sudah habis.
Nara menghubungi Cristal kembali tapi tak di jawan oleh Cristal. Kemudian Dita mengirimkan informasi pada Nara bahwa ada kecelakaan yang terjadi.
Nara segera melihat video kecelakaan itu. Dan benar saja ada kecelakaan yang terjadi. Sebuah Bus yang kehilangan kendali hingga menabrak batas jalan. Di video itu terlihat seorang perempuan dengan luka yang sangat parah dibawa masuk ke ambulans, Nara dapat mengenali perempuan itu yang ternyata adalah Cristal.
"Oppa ayo ke rumah sakit" Teriak Nara sambil mengambil tasnya dan segera berlari.
Cenzo dan Jimin yang melihat itu bergegas menyusul Nara.
"Baby sebenarnya ada apa?" Tanya Cenzo
"Oppa Cepat jalankan mobilnya"
"Nara katakan dulu apa yang terjadi" Ucap Jimin yang ikut masuk kedalam mobil Cenzo bersama Mate.
"Cristal kecelakaan. Bus yang dia tumpangi mengalami kecelakaan" Jelas Nara
"Bagaimana kau bisa tau kalau Cristal naik bus itu?" Tanya Jimin
Nara langsung memberikan ponselnya pada Jimin dan menunjukkan rekaman video yang Dita kirimkan tadi.
"Bisa jadi itu bukan Cristal" Kata Jimin
__ADS_1
"Maka dari itu ayo kita cek di rumah sakit. Ponsel Cristal juga tak bisa dihubungi dari tadi"
Cenzo segera menjalankan mobilnya dengan kencang.
"Cari tahu korban dibawa ke rumah sakit mana" Ucap Cenzo
"Mereka dilarikan ke rumah sakit terdekat. Rumah sakit X"
"Apa rumah Cristal disekitar tempat kecelakaan itu?" Tanya Cenzo
"Tidak Oppa, katanya dia tadi akan ke cafe untuk melamar pekerjaan, setelah itu saat aku menghubunginya dia akan segera ke ke kantormu tapi entah bagaiman dia bisa sampai disini" Jelas Nara
Mate bingung melihat semua orang dewasa yang ada disekitarnya panik. Karena Cenzo melajukan mobilnya dengan sangat cepat mereka pun akhirnya sampai.
Didalam rumah sakit begitu ramai karena peristiwa kecelakaan itu. Nara segera berlari menuju resepsionis.
"Korban kecelakaan bus baru saja apakah ada yang bernama Cristal?" Tanya Nara
"Mohon tunggu sebentar akan saya cek"
Nara, Cenzo dan Jimin menunggu dengan sangat cemas bahkan tangan Nara sampai gembetaran.
"Ruangannya dimana?"
Nara seperti tak punya lelah dari tadi berlari kesana-kemari. Sesampainya didepan ruagan Cristal ditangani Nara langsung terduduk lemas.
"Tolong selamatkan dia" Tangisan Nara pecah saat melihat Mate yang ada digendongan Jimin.
Cenzo membatu Nara berdiri dan mendudukan Nara di kursi.
"Tenanglah Baby, kau jangan menangis itu akan membuat Mate semakin bingung" Ucap Cenzo sambil memeluk tubuh Nara.
Mate yang saat itu ada di gendongan Jimin seketika meminta Jimin menurunkannya, Setelah itu Mate mendekati Nara dan memeluk Nara.
"Aunty mama jangan menangis. Mate janji Mate akan jadi anak yang baik" Ucap Mate.
Nara mengapus air mata yang ada dipipinya dan membalas pelukan Mate.
"Mate tidak nakal kok, Aunty mama hanya kelilipan debu saja" Ucap Nara sambil tersenyum. Nara harus bersikap tegar didepan Mate.
__ADS_1
Cenzo segera mengangkat tubuh Mate dan mendudukkan Mate dipangkuannya.
"Kau duduklah" Ucap Cenzo pada Jimin yang sejak tadi hanya berdiri dengan pandangan mata yang kosong.
Jimin segera duduk dan menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya.
Mereka semua menunggu dokter keluar dengan hening, tidak ada percakapan sama sekali bahka Mate sampai tertidur dipelukan Cenzo.
Dokter pun sudah selesai melakukan operasi terhadap Cristal. Nara segera menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Jimin
"Apa anda keluarganya?"
"Iya kami keluarganya dok" Jawab Nara
Dokter itu menghembuskan Nafas dengan sangat berat sebelum bicara.
"Luka yang beliau alami begitu parah, beliau sempat terlempar keluar dari dalam bus dan kemungkinan besar beliau selamat hanya sedikit" Jelas dokter tersebut.
"Apakah kami boleh menjenguknya" Tanya Nara
"Silahkan. Tapi tidak diperbolehkan berisik"
"Baiklah terimakasih"
Nara dan Jimin segera masuk kedalam disusul oleh Cenzo dibelakang. Saat mereka semua sudah masuk Nara disuguhkan pemandangan yang sangat menyayat hatinya.
Berbagai jenis alat menempel di tubuh Cristal. Nara pun berdiri disamping Cristal sambil memegang tangannya. Jimin tak tau harus berbuat apa sekarang, dirinya terlalu terkejut dengan semua ini.
"Cristal bangunlah, disini ada Mate" Ucap Nara.
Mate yang melihat mamanya tertidur seperti itu hanya terdiam.
"Ancle papa, Mama Mate kenapa?" Tanya Mate dengan polosnya
"Mama Mate sedang tidur saja, sebentar lagi pasti bangun" Jelas Cenzo
Nara sejak tadi hanya memegang tangan Cristal dan mengajak Cristal berbicara. Jimin sudah mencoba memeriksa keadaan Cristal tapi keadaanya memang sangat parah. Jimin melihat dada Cristal dan kepalanya terbentur cukup parah hingga Cristal menjadi kritis seperti ini.
__ADS_1
Next.....