Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
197. Diluar Dugaan


__ADS_3

Mereka berdua sudah sampai di rumah sakit. Suho langsung menanyakan ke resepsionis kamar rawat Nara dimana.


"Dimana ruangan korban tabrak lari yang dibawa kesini baru saja?" Tanya Suho ke resepsionis tersebut


"Sebentar saya cek terlebih dahulu" Jawabnya


Cenzo menunggu dengan cemas di belakang Suho sambil menghubungi anak buahnya untuk mengecek CCTV dijalan tempat Nara kecelakaan.


"Maaf sebelumnya Tuan, tapi tidak ada korban kecelakaan yang dibawa kesini hari ini" Ucapnya


Suho dan Cenzo sama-sama terkejut mendengar perkataan resepsionis tersebut.


"Periksa dengan benar, kata saksi di TKP dia dibawa ke rumah sakit ini" Ucap Suho


"Baik saya cek sekali lagi" Ujarnya


"Maaf Tuan memang tidak ada" kata resepsionis itu sekali lagi


"Kau ini bodoh atau apa periksa yang benar, namanya Nara cari pasien yang namanya Nara" Teriak Cenzo dan membuat semua mata tertuju kepadanya


Suho berusaha menenangkan Cenzo agar tidak kepancing emosi. Dan resepsionis tersebut dengan tangan bergetar kembali mengecek daftar para pasien.


"Maaf tuan tapi memang benar-benar tidak ada, saya tidak berbohong" Ucap resepsionis itu dengan suara bergetar.


"Kurang ajar" Kata Cenzo sambil keluar dari rumah sakit tersebut.


Cenzo pun langsung masuk ke dalam mobil. Sekarang saatnya Cenzo yang menyetir dan Suho hanya bisa diam tidak berani berbicara kepada Cenzo.


Cenzo melajukan mobilnya dengan sangat cepat untuk kembali ke tempat dimana Nara mengalami kecelakaan tadi.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai tapi keadaan disana sudah sepi dan kembali seperti semula. Orang-orang yang ada di sana pun sudah tidak ada.


Tak lama beberapa saat kemudian Cenzo mendapat sebuah pesan dari anak buahnya yang berisikan sebuah rekaman CCTV di jalan tersebut.


Cenzo segera masuk kedalam mobilnya dan melihat video itu bersama dengan Suho.


Dalam rekaman tersebut terlihat Nara yang terluka di bawa menggunakan ambulans dan mereka sudah melacak keberadaan ambulan itu benar dari rumah sakit X tapi kenapa Nara tidak ada di sana.


Cenzo sangat dibuat pusing dengan masalah ini. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Nara. Kemana Nara pergi dan siapa yang membawa Nara pergi.


Tak lama kemudian satu pesan masuk lagi ke ponsel Cenzo dan itu berisi tentang mobil yang menabrak Nara. Di rekaman tersebut sangat jelas bahwa mobil itu dengan sengaja menabrak Nara.


Untung saja anak buah Cenzo tau siapa pemilik mobil yang dengan sengaja menabrak Nara itu.

__ADS_1


"Kau sudah tau kan alasan mengapa aku sangat tidak suka jika Mama datang bertemu Nara dan bersikap seolah-olah dirinya itu peduli kepadaku dan Nara" Ucap Cenzo dengan pelan


Dirinya tak habis pikir bagaimana bisa mamanya sendiri tega menyuruh orang untuk menyelakai istri anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri.


"Suho kau bawa mobilnya. Sekarang kita ke rumah mama, aku akan tanya dengan baik-baik sebenarnya apa tujuannya melakukan ini dan dimana dia menyembunyikan Nara" Ucap Cenzo


"Baik Tuan"


.


.


"Mama keluar" Teriak Cenzo yang sudah sampai di rumah mamanya bersama dengan Suho


"Kenapa kau teriak-teriak di rumah mama" Ucap mama Cenzo sambil menuruni anak tangga


"Cepat katakan diamana Nara berada, diaman mama menyembunyikannya" Kata Cenzo


"Kenapa kau tanyakan istrimu padaku, aku saja tidak mengenalnya bagaimana bisa aku menyembunyikannya" Ujar mama Cenzo sambil tersenyum tipis


"Kau tidak usah berpura-pura lagi. Aku tau kan kemarin baru saja dari rumah kami kan. Dan hari ini kau menyuruh seseorang untuk menyelakai nya kan. Jawab aku" Teriak Cenzo memenuhi seisi ruangan


"Cuih jadi kau sudah tau, baik lah aku tidak perlu berpura-pura lagi kalau begitu"


Cenzo tak habis pikir dengan wanita di depannya ini, yang lebih menjijikkan dia adalah ibu kandung Cenzo sendiri orang yang telah melahirkannya.


"Jawabannya hanya satu, aku tidak menyukainya"


"Lantas jika kau tak menyukainya aku peduli, kau saja tidak pernah memperdulikan ku terus mengapa kau seolah-olah bertingkah sebagai orang tua yang sangat bijak mengatur kehidupanku dan ikut campur rumah tanggaku" Cenzo berkata tepat di depan wajah mamanya


"Terserah kau mau berbicara apa tapi yang jelas kau tidak akan bisa lagi bertemu dengan istri kesayanganmu itu mulai saat ini" Ucapnya dan perjalan meninggalkan Cenzo


"Sialan dasar kurang ajar" Cenzo pun langsung bergegas keluar


"Suho cepat hubungi semua orang kita bertemu di tempat biasa. Mama sungguh sudah gila sekarang" Ucap Cenzo


"Baik bos"


Sebelum masuk kedalam mobil Suho pun menghubungi anak buah Cenzo agar cepat datang ke tempat biasa sebelum Cenzo datang, dan jangan sampai ada yang telat karena suasana hati Cenzo saat ini sedang buruk.


.


.

__ADS_1


Ditempat yang sangat kumuh terlihat Nara sedang berbaring di tempat tidur tapi sebuah infus sudah terpasang di tangannya dan kepalanya sudah diperban akibat kecelakaan yang dia alami tadi.


"Aduh kepalaku pusing sekali" Ucap Nara sambil memegangi kepalanya.


Setelah Nara sudah sadar sepenuhnya Nara lantas terkejut melihat ruangan disekitarnya.


"Dimana ini?, apa aku sedang bermimpi"


Tak lama kemudian telpon yang ada di sebelahnya berdering. Nara melihat telpon tersebut sebelum mengangkatnya.


Telpon tersebut entah milik siapa tapi sudah ada di sana dan seolah-olah penelpon itu tau jika Nara sudah sadar.


Dengan perlahan Nara mengangkat telpon tersebut.


"Halo" Ucap Nara dengan pelan


"Bagus kalau kau sudah sadar. Aku tidak ingin banyak bicara lagi. Mulai sekarang pergi sejauh yang kau mau, pergi sejauh-jauhnya tinggalkan Cenzo dan jangan coba-coba untuk kembali lagi" Kata orang dari balik telpon tersebut.


"Dengan siapa ini, kenapa kau berkata seperti itu?"


"Tidak usah banyak bicara jika kau tidak ingin hidup anakmu dalam bahaya turuti saja perkataan ku"


Sepertinya Nara tidak asing dengan suara orang yang menelpon nya ini. Tapi tidak mungkin mamanya Cenzo tega berbuat seperti ini.


"Ma, apa ini mama?" Tanya Nara


"Iya kau pandai sekali menebak ya ternyata" Ucapnya sedang tertawa


Nara tak habis pikir sebenarnya apa maksud dari perkataan mama tadi.


"Mama sedang bercanda ya, apa yang mama katakan tadi"


"Hey dengarkan baik-baik, aku tidak suka jika harus bercanda seperti itu. Turuti saja perkataan ku jika mau anakmu selamat. Jika tidak kau akan lihat sendiri bagaimana akibatnya"


"Sebenarnya apa tujuan mama melakukan ini" Ujar Nara dengan menangis


"Kau sudah mengambil perhatian anakku yang seharusnya itu ditujukan kepadaku tapi kau merebutnya dengan tidak tau malu".


"Tapi tidak begitu ma, mama salah besar"


"Sudahlah tidak usah banyak bicara, turuti saja perkataan ku atau kau akan melihat anakmu menderita"


Telpon langsung dimatikan dan sekarang Nara sendiri tak tau harus berbuat apa, dirinya saja tidak tau sedang ada dimana sekarang.

__ADS_1


"Tuhan selamatkan aku dan anakku aku mohon. Cenzo cepatlah datang" Ucap Nara sambil menangis


Next..


__ADS_2