
Pagi ini Cenzo sudah bersiap pergi kekantor, Cenzo sudah bilang kepada Nara kalau hari ini baby sister yang akan mengurus anak-anak akan tiba.
"Baby, dimana pakaian kantorku" Teriak Cenzo dari dalam kamar saat Nara sedang ada didalam kamar mandi.
"Ada diatas tempat tidur Oppa, sudah aku siapkan semua" Jawab Nara tak kalah kencang juga
Nara saat ini baru saja selesai mandi dan memakai bajunya. Setelah beberapa saat kemudian Nara keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan menghampiri Cenzo yang sedang mengancingkan kemejanya.
"Apa perlu bantuan?" Ucap Nara sambil berdiri didepan Cenzo.
Cenzo langsung menarik pinggang Nara agar lebih dekat dengannya.
"Bantulah dengan lembut Baby, cepatlah" Kata Cenzo
Nara mulai mengancingkan baju Cenzo setelah itu memasangkan dasinya.
Bukan itu saja Nara juga yang memasukkan baju Cenzo kedalam celana agar terlihat lebih rapi.
Setelah semua sudah selesai sentuhan terakhir adalah memasangkan jas pada tubuh indah suami tercintanya itu.
"Apa perlu membawa bekal juga?" Tanya Nara
"Bagaimana juga kau yang datang kesana, nanti aku suruh Suho untuk menjemputmu tapi kau sekalian bawa makanan yang banyak untuk Suho juga" Ucap Cenzo
"Baiklah, aku akan bangunkan anak-anak dulu" Nara pun keluar dari dalam kamar
Baru saja akan menuruni anak tangga Cenzo memanggilnya dari depan pintu.
"Baby kaos kakinya dimana?" Tanya Cenzo
"Di laci ada didalam lemari pakaian" Jawab Nara sambil menunggu Cenzo lagi tidak meneruskan turun kebawah
"Pasti tidak ketemu" Ucap Nara sambil berjalan kearah kamar lagi.
Dan benar saja, baru saja Nara akan membuka pintu kamar Cenzo sudah membukanya terlebih dahulu dari dalam.
"Baby tidak ada aku sudah mencarinya di seluruh lemari tapi tidak ada"
"Sudah kuduga, sana minggir" Nara pun langsung masuk kedalam dan betapa terkejutnya Nara melihat baju-baju yang berantakan dan berserakan dilantai.
"Oppa apa ini semua" Teriak Nara
__ADS_1
"Aku sudah mencarinya dan mengobrak-abrik isi di dalam lemari tapi kaos kakinya tidak ada" Ucap Cenzo dengan suara yang sangat pelan
Nara langsung membuka laci kecil yang ada didepannya dan melemparkan sepasang kaos kaki hingga mengenai tepat di wajah Cenzo.
"Oppa kebiasaan sekali. Jelas-jelas ada didepannya tapi tidak bisa menemukannya" Ucap Nara dengan perasaan yang sangat jengkel
Pagi-pagi Cenzo sudah membuat kamar berantakan saja.
"Tapi aku bersumpah tidak menemukannya tadi didalam" Kata Cenzo
"Sudahlah cepat berangkat kerja sana bikin orang makin emosi aja pagi-pagi" Nara langsung meninggalkan Cenzo sendirian dikamar dan keluar
"Jelas-jelas tadi tidak ada, kenapa sekarang ada" Ucap Cenzo sambil memakai kaos kakinya.
Setelah semua beres Cenzo langsung turun kebawah karena Suho pasti sudah menunggunya.
Saat sampai di ruang tengah benar saja Suho sudah ada disana dengan setelan baju kantor yang terlihat sangat rapi.
"Ayo berangkat" Ucap Cenzo kepada Suho
Suho langsung mendongakkan kepalannya menatap Cenzo kemudian menunduk lagi dan menahan ketawanya.
"Kenapa kau?" Tanya Cenzo
Cenzo langsung merebut ponsel milik Suho dan bercermin di ponsel itu.
Cenzo pun terkejut melihat rambutnya yang masih berantakan itu.
Cenzo melemparkan ponsel milik Suho setelah itu dengan cepat langsung berlari menuju kamar lagi. Untung saja Suho menangkapnya dengan tepat kalau tidak harus ganti ponsel lagi dia.
"Sialan kau Suho awas kau" Terik Cenzo sambil berlari menaiki tangga
Setelah kepergian Cenzo, Suho tak bisa menahan tawanya lagi dan tertawa dengan sangat kencang hingga Jimin yang saat itu sedang berjalan menggunakan tongkat dibantu oleh Alice menatap aneh kearah Suho karena tertawa sendiri.
"Kau kenapa gila?" Ucap Jimin sambil duduk didepan Suho
"Tidak" Jawab Jimin dan langsung terdiam sambil pura-pura sibuk dengan ponselnya
"Lihatlah dia memang sudah tertular penyakit gila milik Cenzo dan Lucca" Ucap Jimin kepada Alice
Plaakkkk.....
__ADS_1
"Sialan" Teriak Jimin yang kepalanya baru saja dipukul
"Kau yang gila dasar duda" Jawab Lucca
Nara yang saat itu baru saja turun bersama dengan anak-anak langsung meminta semua orang untuk sarapan bersama.
"Ayo kita sarapan terlebih dahulu" Ucap Nara
Suho begitu bersyukur karena Cenzo lupa merapikan rambutnya tadi jadi dia masih bisa sarapan terlebih dahulu tanpa perlu mengeluarkan uang untuk membeli makana nanti di kantor.
Mereka semua duduk dan makan bersama seperti biasanya tapi Cenzo tak kunjung turun juga.
"Suho, Oppa kemana?" Tanya Nara
"Tadi bos kembali ke kamar untuk merapikan rambutnya terlebih dahulu" Jawab Suho
Tak lama setelah itu Cenzo pun turun. Niat Cenzo ingin langsung berangkat kekantor pun jadi tertunda karena Suho masih menikmati sarapannya.
"Sarapan dulu sebelum berangkat" Ucap Nara dan Cenzo dengan cepat langsung duduk disamping Nara.
Susana meja makan saat ini begitu sunyi yang terdengar hanya suara dentingan sendok yang mengenai piring dan suara anak-anak yang bergumam sendiri.
Setelah selesai sarapan Cenzo pun langsung mengajak Suho untuk cepat.berangkat kekantor karena nanti mereka bisa terlambat. Ya walaupun tidak ada yang akan memarahi mereka jika terlambat tapi Cenzo harus menyontohkan kepada para karyawan perilaku yang baik.
"Baby aku berangkat dulu ya" Ucap Cenzo sebelum masuk kedalam mobil sambil mengecup kening Nara
"Iya, hati-hati dijalan nanti siang aku akan kesana" Kata Nara
Setelah berpamitan Cenzo pun langsung berangkat ke kantor. Perjalanan dari rumah ke kantor membutuhkan waktu.yang cukup lama sekitar 50 menit hampir satu jam perjalanan.
Akhirnya Cenzo dan Suho pun telah sampai di kantor. Mereka berdua langsung masuk kedalam dan kalian bisa menebak semua pandangan tertuju kearah Cenzo.
Bahkan ada karyawan yang dengan terang-terangan menggoda Cenzo. Mereka tidak tau saja jika atasannya ini sudah memiliki istri bahkan anak.
"Dia adalah tuan Vincenzo pemimpin kalian sekaligus pemilik perusahaan ini. Mulai sekarang beliau sendiri yang akan memantau kinerja kalian dan jangan sampai terjadi kesalahan" Jelas Suho
"Selamat pagi. Semuanya kembali bekerja dan kalian harus ingat perkataan ku baik-baik, aku paling tidak suka kesalahan jadi bekerjalah dengan tekun dan teliti" Ucap Cenzo dan langsung pergi dari sana menuju ruangannya yang ada di lantai paling atas diikuti Suho dibelakangnya.
"Gila, kau lihat nggak sih bos kita ganteng banget, pokoknya aku harus bisa mendapatkannya walaupun dia duda aku akan menerimanya" Ucap Salah satu karyawan perempuan
"Iiiihhh kau yang gila, tapi dengar-dengar dia sudah punya istri" Kata teman yang satunya
__ADS_1
"Udah sana kembali bekerja jangan ngegosip saja kalian" Ujar salah satu karyawan pria dan mereka semua pun kembali ke meja mereka masing-masing.
Next....