
Hari pun mulai pagi. Nara bangun dari tidurnya dan bergegas membersihkan tubuhnya. Sebelum bagun Nara melihat Cenzo yang tidur dengan sangat lelap, Nara seperti enggan untuk membangunkan. Nara langsung masuk ke kamar mandi, setelah itu Nara menuju dapur untuk membuat sarapan.
"Bikin roti isi aja deh, nanti siang aku bawain makan siang om Cenzo ke kantornya" Gumam Nara.
Nara mulai menyiapkan bahan-bahannya dan menatanya di meja makan. Saat Nara sedang sibuk menyusun roti isi itu tiba-tiba Cenzo datang dan memeluknya dari belakang.
"Kau sudah bangun Chagiya?"
"Hemm... Sudah" Jawab Cenzo
"Duduklah ayo sarapan"
Cenzo pun duduk di sebelah Nara sudah dengan mengenakan pakaian rapi untuk ke kantor.
"Kau akan kemana sebentar lagi?" Tanya Cenzo
"Belum tau.... Tapi rencananya aku ingin jalan-jalan sebentar dan nanti siang akan kekantor mu membawa makan siang"
"Baiklah, hati-hati dijalan, apa perlu aku meminta Suho agar menemanimu?"
"Tidak usah. Aku bisa pergi menggunakan Bus. Sekarang Cepat makan sarapannya keburu siang"
Mereka berdua pun mulai memakan sarapannya. Saat Cenzo sudah selesai dengan sarapannya dan akan berangkat Nara mengantarkan Cenzo sampai depan rumah.
"Aku berangkat dulu" Ucap Cenzo sambil mengecup dahi Nara
"Iya. Hati-hati dijalan"
Setelah kepergian Cenzo Nara pun kembali masuk kedalam apartemennya. Nara mulai membersihkan piring kotor bekas sarapannya tadi.
Nara mulai mencuci piring-piring tersebut. Setelah selesai Nara membersihkan tempat tidur dan mulai membersihkan apartemennya.
Setelah semuanya sudah selesai Nara memutuskan untuk bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan.
Nara sengaja memakan roti sedikit tadi karena dia ingin makan di restoran favoritnya.
__ADS_1
Setelah selesai bersiap-siap, Nara pun berangkat dengan menggunakan bus. Nara lebih nyaman menggunakan bus untuk berpergian jika dia sedang tidak terburu-buru.
Sebelum pergi ke restoran Nara akan berbelanja dahulu ka mall karena dia ingin membeli beberapa kebutuhan.
Setelah membeli semua yang dia butuhkan dan itu membuat Nara merasa sangat lelah dan lapar.
"Aaaggghhhhh..... Aku lapar sekali" Gumam Nara
Setelah selesai membayar Nara segera pergi ke restoran untuk mengisi perutnya.
Nara memilih menggunakan taksi karena belanjaannya cukup banyak. Jadi akan sulit jika dia menggunakan bus.
Nara pun menghentikan taksi. Setelah taksi itu berhenti Nara segera masuk kedalam
"Pak ke restoran X" Ucap Nara
"Baik Nona" Jawab supir taksi itu.
Tak butuh waktu lama akhirnya Nara pun sampai. Setelah membayar taksi tersebut Nara pun turun dan masuk ke dalam restoran.
Seseorang itu sedang bersama dengan pria yang kira-kira usianya tak jauh beda dari Nara.
Mereka sedang bermesraan dengan berpegangan tangan satu sama lain. Nara pun langsung menghampiri orang tersebut.
"Mama" Ucap Nara
Mama Nara pun langsung melepaskan tangan pria tersebut dan berdiri di depan Nara
"Nara sayang sedang apa kau disini" Ucap mama Nara dengan raut wajah yang tegang
"Seharusnya aku yang bertanya ke mama sedang apa mama disini dengan pria ini" Tanya Nara
Mama Nara hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Nara.
"Siapa dia sayang" Ucap pria tersebut kepada mama Nara
__ADS_1
"Sayang??" Kata Nara
"Nara dengarkan mama, dia bukan siapa-siapa mama" Ucap mama Nara
"Bukan siapa-siapa?. Tapi kenapa dia memanggilmu sayang"
"Tidak seperti itu sayang" Mama Nara tetap menyangkalnya.
"Sudah bilang saja kalau aku kekasihmu" Kata pria itu.
Nara begitu terkejut mendengat perkataan pria itu dia tak habis pikir dengan kelakuan mama dan papanya.
"Ma, apa mau tak bisa berpikir jernih. Kau menjalin hubungan dengan pria yang seusia dengan putrimu. Apa kau tak punya otak" Ucap Nara
Mama Nara yang yang mendengar perkataan Nara pun menjadi emosi dan langsung menampar Nara.
Plakkkk....
Nara pun langsung memegangi pipinya yang baru saja ditampar. Tamparan itu sukses memancing orang-orang yang ada di restoran itu.
Setelah mendapat tamparan itu membuat Nara menjadi sangat marah. Bagaimana bisa mamanya membela selingkuhannya dari pada anaknya sendiri. Bahkan dia tega menampar anaknya di depan banyak orang.
"Aku benci padamu ma. Ternyata kau tidak jauh berbeda dengan papa. Kalian semua sama-sama Brengsek. Sebenarnya aku kasian padamu saat tau papa memiliki hubungan dengan. wanita lain, tapi ternyata kau sama saja. Kalian sama saja. Aku benci kalian" Ucap Nara sambil berteriak dan segera pergi dari situ.
"Sayang dengarkan mama dulu" Kata mama Nara sambil mengejar Nara.
Perasaan Nara begitu hancur saat ini. Keluarganya benar-benar Hancur. Papa mamanya sama-sama memiliki selingkuhan diluar. Nara sangat kecewa.
Nara berlari ke arah jalanan dengan menangis. Nara berlari dengan perasaan sangat kacau. hingga dia tidak menyadari bahwa lampu jalan sudan berubah warna menjadi hijau dan....
Bruuukkkkkkk.....
"Naraaaaaa" Teriak mama Nara.
Nara tertabrak mobil yang sedang melaju dengan sangat cepat.
__ADS_1
Nextttt.....