
Setelah sampai di kantor Cenzo langsung berangkat kembali menuju restoran X untuk bertemu dengan klien yang akan melakukan kerjasama dengan perusahaannya.
Proses kerjasama berlangsung cukup lama karena mereka masih harus menjelaskan berbagai keuntungan dan pembagian hasil kerjasama diantara kedua belah pihak.
Akhirnya pertemuan itu pun selesai. Saat Cenzo akan kembali ke perusahaan, Cenzo melihat ada beberapa orang yang sedang berkerumun ditengah jalan.
"Ada apa di depan?" Tanya Cenzo pada Suho
"Sepertinya sedang ada kecelakaan bos"
Cenzo melihat melalui jendela. Ada satu orang yang menarik perhatian Cenzo. Cenzo melihat mama Nara yang sedang menangis di pinggir jalan dekat kecelakaan tersebut.
Tanpa pikir panjang Cenzo langsung turun dan menghampiri mama Nara.
"Tante" Sapa Cenzo
Mama Nara pun lantas langsung menengok ke arah suara tersebut. Cenzo melihat mama Nara yang sedang ditenangkan oleh seorang pria.
"Anda kenapa?" Tanya Cenzo
"Na.. Nara, Nara disana" Ucap Mama Nara sambil menunjuk ke arah kerumunan tersebut.
Cenzo langsung mendekat ke arah kerumunan tersebut. Saat Cenzo sudah tiba disana begitu terkejutnya dia melihat Nara yang tergeletak dijalan dengan berlumuran darah.
Cenzo mendekati Nara dan mencoba membangunkan Nara tapi nihil, Nara sama sekali tak bergerak. Cenzo mendekatkan tangannya ke arah hidung Nara dan syukurlah Nara masih bernafas.
"Kenapa kalian hanya diam saja. Kenapa tidak kalian bawa ke rumah sakit" Teriak Cenzo dan langsung mengangkat tubuh Nara.
Cenzo mengangkat tubuh Nara dan membawanya ke mobilnya. Suho yang melihat Cenzo menggendong tubuh Nara dengan banyak darah langsung keluar dari mobil dan membantu Cenzo memasukkan Nara ke dalam.
"Suho cepat ke rumah sakit. Cepat" Ucap Cenzo
"Baik bos"
Suho langsung melajukan mobilnya dengan kencang menuju rumah sakit.
"Baby bertahanlah, kau harus kuat" Ucap Cenzo sambil mengelus kepala Nara.
Suho dapat melihat Cenzo begitu Kuwait akan keadaan Nara. Sebelumnya dia tidak pernah melihat ekspresi Cenzo yang seperti ini.
Sesampainya dirumah sakit Cenzo langsung membawa tubuh Nara masuk kedalam.
__ADS_1
"Dokter......" Teriak Cenzo.
Para suster pun dengan sigap langsung membawa Nara ke ruang operasi.
Cenzo senantiasa menunggu Nara di depan pintu ruang operasi dengan muka pucat pasi. Dia tak ingin kehilangan orang yang dia cintai lagi.
Saat Suho datang dia melihat Cenzo yang sedang duduk dilantai dengan air mata yang membasahi pipinya.
Suho tak berani mengganggu Cenzo saat ini. Suho hanya menyaksikan Cenzo dari jauh saja.
Jimin datang menghampiri Suho yang sedang memperhatikan Cenzo.
"Kenapa disini. Ayo kesana. Cenzo sedang butuh dukungan" Ucap Jimin dan merangkul Suho.
Mereka berdua berjalan menghampiri Cenzo.
Cenzo yang melihat Suho dan Jimin langsung bangun dan menghapus air matanya.
"Sedang apa kalian kesini" Ucap Cenzo
"Kau tak usah sok kuat. Aku tau hatimu sedang hancur saat ini" Kata Jimin.
Mendengar perkataan Jimin, mata Cenzo kembali berkaca-kaca.
"Bagaimana keadaan Nara nak?" Tanya mama Nara
"Dia sedang didalam Nona" Jawab Suho
Cenzo hanya duduk diam sambil melamun. Mendengar suara Mama Nara Cenzo langsung bangun dan mendekati mama Nara.
"Sebenarnya apa yang terjadi tante" Tanya Cenzo
"Eeemm.... Tante, tante" Ucap mama Nara terbata-bata.
"Yang jelas tante. Tadi Nara bersama tante kan?" Teriak Cenzo
Pria yang bersama mamanya Nara tadi langsung angkat bicara saat melihat Mama Nara kebingungan.
"Baiklah aku yang akan jelaskan. Tadi aku dan Yura sedang makan di restoran, tiba-tiba wanita itu datang dan langsung membentak Yura. Katanya dia adalah anak Yura" Jelas pria itu
"Kau siapa?" Tanya Cenzo
__ADS_1
"Aku kekasih tante Yura" Jawab pria itu dengan sangat santai.
"Bajingan" Teriak Cenzo dan langsung melayangkan pukulan kearah pria tersebut.
Jimin dan Suho langsung berlari kearah Cenzo dan mencoba melerai perkelahian itu.
"Tenanglah V, tenanglah" Ucap Jimin
Cenzo semakin brutal hingga Jimin pun langsung meninju wajah Cenzo agar Cenzo sadar.
"Tenanglah V" Teriak Jimin.
Cenzo pun seketika langsung berhenti dan kembali ke tempat duduknya tadi.
Suho mencoba melindungi pria yang mengaku sebagai kekasih mamanya Nara.
"Kalian berdua pergilah" Ucap Cenzo dengan pelan.
Mama Nara dan kekasihnya tadi pun langsung pergi. Jujur saja dia sangat takut melihat Cenzo mengamuk seperti tadi.
Dokter pun keluar dari ruang operasi.
Cenzo yang melihat itu langsung berjalan menghampiri dokter itu.
"Apakah tuan Cenzo keluarga dari pasien yang didalam?" Tanya Dokter tersebut pada Cenzo
"Iya dok"
"Bisa ikut keruangan saya sebentar"
Cenzo pun berjalan mengikuti Dokter tersebut keruangannya. Saat sudah sampai di ruangan dokter tersebut suasana menjadi mencekam.
"Sebelumnya sayang ingin memberitahukan bahwa Nona Nara mengalami koma akibat benturan keras di kepalanya. Entah kapan akan sadar kami masih belum bisa memastikannya" Jelas dokter tersebut.
"Apakah dia masih bisa sadar dok?"
"Kemungkinannya sangat kecil"
"Baik dok saya permisi"
Cenzo pun langsung pergi dari ruangan tersebut dan berjalan keruangan Nara. Sesampainya disana Cenzo melihat Nara yang sedang berbaring tak sadarkan diri dengan berbagai alat ditubuhnya.
__ADS_1
"Baby kau bertahanlah ya. Aku janji jika kau sadar nanti kita akan langsung menikah" Ucap Cenzo sambil mengelus tangan Nara.
Next....