
Setelah melakukan perjalanan yang panjang mereka pun akhirnya sudah sampai di korea kembali. Lucca dan Jimin sudah seperti seorang pengawal yang tidak bisa istirahat sama sekali untuk menemukan istri dari bos mereka.
"Bagaimana kau bisa sampai disana?" Tanya Lucca saat mereka sudah didalam perjalan menuju rumah Cenzo
"Entahlah aku juga masih bingung" Jawab Nara sambil mengelus kepala Clay
"Aku sudah sering bilang kepadamu kak jika ada masalah jangan kau pendam sendiri, ceritakan saja kepada kakak Cenzo dia tidak mungkin tak membantumu" Kata Lucca
"Iya, maafkan aku sudah membuat kalian khawatir" Nara sangat-sangat merasa bersalah karena tidak bisa jujur dari awal kepada Cenzo tentang peristiwa yang dia alami.
"Jangan kau ulangi lagi mulai dari sekarang kak, pikirkanlah Clay dan Kak V jika saja kak V tidak memiliki saudara yang berpengaruh seperti kami mungkin kalian berdua tidak akan bisa ditemukan, bukan bermaksud aku sombong, tapi kak V terlalu tempramental jadi kau juga bisa ketemu tapi mungkin dalam waktu yang sangat lama" Lucca mencoba memberi arahan kepada Nara agar mengubah sifatnya yang satu ini.
Saat mereka baru saja akan masuk ke area perumahan milik Cenzo dari samping mobil mereka ada sebuah motor yang tiba-tiba mengikuti mereka. Lucca tidak terlalu memperhatikannya dan fokus untuk mengemudi.
Anak buah Lucca yang ada dibelakang juga tidak curiga sama sekali mereka 2 orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor itu dengan helm full face.
Kemudian pengendara motor tersebut pindah dibelakang mobil Lucca tepat di arah Nara duduk.
Entah kenapa Nara seperti memiliki firasat tidak enak jadi Nara mendudukkan Clay di kursi sebelahnya yang sudah dipasang dengan kursi khusus untuk anak.
Baru saja Nara menyadarkan tubuhnya ke kursi lagi tiba-tiba....
Duaaarrrr...........
Satu peluru berhasil mengenai Nara dan itu membuat Lucca sangat terkejut. Lucca langsung menghentikan mobilnya dan terlihat dua orang yang mengendarai sepeda motor tersebut langsung melajukan motornya dengan kencang.
__ADS_1
Lucca membuka kaca mobilnya dan berteriak kepada anak buahnya yang ada dibelakang.
"Kejar mereka bodohhhh......." Teriak Lucca sambil menunjuk pemotor yang sudah mulai menjauh itu.
"Sial..... Nara kau tidak apa-apa" Ucap Lucca yang mencoba mengajak Nara bicara agar Nara tak kehilangan kesadarannya.
"Cl....Clay.... Tolong selamatkan Clay" Ucap Nara dengan terbata-bata
Lucca tak mau banyak bicara lagi langsung memutar mobilnya dan melajukannya ke rumah sakit milik Cenzo.
Nara perlahan-lahan juga mulai kehilangan kesadarannya, tangan Nara terulur dan memegang tangan Clay yang sedang menangis itu.
Lucca saat itu pun setelah sampai di rumah sakit langsung menghubungi Cenzo agar menyusulnya ke rumah sakit tapi Lucca tidak memberitahu Cenzo jika yang terluka adalah Nara.
.
.
"Tenanglah boy, jangan menangis" Ucap Lucca sambil menepuk-nepuk punggung Clay uang terus saja tidak mau berhenti menangis itu.
Lucca dengan cemas menunggu di depan ruang rawat Nara. Nara sedang menjalani operasi untuk mengeluarkan peluru tersebut.
Dari kejauhan Lucca melihat Cenzo dan Suho yang sedang berjalan kearahnya.
"Kak....." Panggil Lucca
__ADS_1
Cenzo yang melihat Lucca sedang menggendong anaknya langsung berlari dan mengambil Clay dari gendongan Lucca.
"Lucca, kau sudah menemukannya?" Tanya Cenzo dengan raut wajah yang bahagia
"Sudah kak, tapi....." Lucca seakan tak sanggup untuk mengatakannya sekarang.
"Tapi apa?, cepat katakan" Ujar Cenzo
"Nara sedang dioperasi didalam" Jawab Lucca sambil menundukkan kepalanya.
"Apa. Bagaimana bisa jadi seperti ini" Teriak Cenzo.
Teriakan Cenzo itu membuat Clay terkejut alhasil Clay menangis kembali. Padahal tadi saat Clay sudah ada didalam gendongan Cenzo, Clay sudah tak menangis lagi.
"Tadi saat kami sedang menuju ke rumahmu ada seseorang yang mengendari sepeda motor. Aku tidak begitu curiga tapi ternyata orang tersebut sedang mengincar Nara." Jelas Lucca
Wajah Cenzo yang tadinya bahagia sekarang kembali murung lagi.
"Kenapa masalah selalu datang ke Nara secara bertubi-tubi seperti ini" Ucap Cenzo
"Tenanglah bos, Nyonya pasti baik-baik saja, dia orang yang sangat kuat" Ujar Suho mencoba memberi semangat untuk Nara
"Setelah Nara sembuh dan kita sudah menyelesaikan balas dendam kepada orang yang sudah menyakiti keluargaku. Aku akan membawa Nara pindah ke Itali. Aku yakin keluargaku akan lebih aman disana" Ucap Cenzo.
Next......
__ADS_1