Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
196. Teganya


__ADS_3

"Apa kau tau jika mama kemarin datang ke rumah menemui Nara?" Tanya Cenzo kepada Suho yang sedang menyetir


Suho mengerutkan dahinya sambil menatap sebentar kearah Cenzo kemudian fokus kembali ke arah jalan.


"Tidak bos, aku saja baru mengetahui darimu ini"


"Aku tak suka jika dia menyembunyikan sesuatu seperti ini, kau tau sendiri kan bagaimana mama" Omelnya


"Bos sendiri bagaimana bisa tau jika Nona saja tidak memberitahumu" Tanya Suho


"Anak-anak memberitahuku katanya mereka baru saja mengetahui kalau mereka punya nenek, aku pun langsung terkejut mendengarnya. Aku yakin kalau mereka pasti tidak sengaja memberitahukannya padaku" Jelas Cenzo panjang lebar


"Sudahlah bos, kau bisa bicarakan ini baik-baik nanti dengan istrimu, tanyakan kenapa dia menyembunyikan masalah itu darimu" Saran Suho


"Kau benar. Sudahlah fokus mengemudi cepatlah aku sudah muak di dalam mobil"


Suho pun menambah laju kendaraan agar cepat sampai di kantor.


.


.


.


Sesampainya di kantor Cenzo langsung masuk kedalam ruangannya tanpa mengucap sepatah kata pun kepada Suho.


Dia akan menyibukkan pikiran dengan masalah pekerjaan daripada pusing memikirkan Nara.


Saking sibuknya mengecek beberapa berkas yang ada di laptopnya Cenzo pun tidak menyadari bahwa jam makan siang pun sudah tiba.


Tok tok tok.......


Suara ketukan pintu disusul dengan Suho yang langsung masuk kedalam.


"Bos, Nona ada disini membawakan makan siang untuk anda" Ucap Suho


"Bilang saja aku sedang sibuk dan suruh dia pulang" Ucap Cenzo tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya


Suho pun langsung keluar dan menyampaikan berita tersebut kepada Nara yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


"Maaf sebelumnya Nona, bos Cenzo bilang anda sebaiknya pulang saja karena beliau sedang sibuk"


Bagai di sambar petir di siang hari, perkataan Suho tersebut langsung tembus ke ulu hati Nara.


Dengan suara bergetar Nara menjawab


"Apakah Cenzo marah dengan ku sampai dia tidak ingin menemui ku?" Ucap Nara dengan mata yang berkata-kata


"Buka begitu Nona, Tuan memang sedang sibuk" Kata Suho dengan tidak enak karena perkataannya telah melukai hati Nara


Tanpa mengucap apa-apa lagi Nara pun pergi dari sana. Dia berlari melewati trotoar. Makanan yang sudah dia bawa tadi dia berikan kepada supir yang mengantarkan dirinya kesana.


.


.

__ADS_1


Sementara di kantor supir yang mengantarkan Nara bingung harus apa karena Nara tidak mau diantarkan pulang dan pergi sendiri tanpa mengizinkan dirinya untuk mengikutinya.


Akhirnya dengan cemas supir itu pergi menemui Suho untuk memberitahukan masalah ini.


Suho yang mendengar itu dengan cepat langsung menyampaikannya kepada Cenzo.


"Bos, Nona menolak untuk diantarkan pulang dan sekarang dia entah pergi kemana dengan berjalan kaki" Ucap Suho


"Apa dia tidak kesini bersama supir?" Tanya Cenzo dengan sedikit cemas


"Iya bos, tapi Nona menyuruhnya untuk tidak mengikutinya"


"Sialan, kenapa wanita selalu saja merepotkan" Ucap Cenzo sambil berjalan keluar dari ruangannya dan pergi untuk mencari Nara


"Suho cepatlah kenapa kau masih diam disitu" Teriak Cenzo dengan suara yang begitu lantang


Raut wajah Cenzo yang menyeramkan membuat takut setiap karyawan yang berpapasan dengannya.


Suho dengan cepat langsung berlari menyusul Cenzo.


"Kau tau kan apa yang aku khawatir kan tentang sifat mama ku yang seperti itu, dia bisa saja melakukan apapun itu jika tidak suka dengan seseorang" Ucap Cenzo kepada Suho sambil terus berjalan kearah mobil


"Iya bos saya tau, sebaiknya kita cepat"


Mereka berdua pun sudah masuk kedalam mobil dan Suho langsung menancap gas dengan cepat.


.


.


"Kenapa dia kejam sekali, memangnya aku salah jika ingin dekat dengan mama mertuaku sendiri" Ucap Nara sambil terus mengutuk Cenzo dalam hatinya.


Nara berjalan dengan pelan. Di depan terlihat tempat penyeberangan, Nara sedikit berlari karena lampu sudah akan berubah menjadi hijau.


Nara berlari dengan cepat menyebrangi jalan raya itu hingga berhasil sampai di sebrang sebelum rambu-rambu berubah menjadi hijau.


Tinggal satu langkah lagi Nara sampai diseberang tiba-tiba


"Bbbrruuuaaakkkk............"


Mobil melaju dengan sangat cepat dari arah selatan langsung menghantam tubuh Nara dan membuat Nara terpental cukup jauh.


"Aaaaahhhh........ " Teriak beberapa orang yang menyaksikan kejadian mengerikan itu.


Mobil yang menabrak Nara langsung kabur dan melarikan diri.


Semua orang langsung mengerumuni Nara yang berbaring di tengah jalan dengan luka yang sangat parah.


"Nona apa kau tidak masih bisa mendengar suaraku?" Ucap seorang perempuan yang berada di sebelah Nara sambil mendekatkan tangannya ke arah hidung Nara


Nara menggerakkan kepalanya dengan pelan.


"Syukurlah, bertahanlah sebentar orang-orang sedang memanggilkan ambulan, kita akan ke rumah sakit secepatnya"


Tapi Nara sudah tidak sadarkan diri saat itu. Nara pun akhirnya pingsan.

__ADS_1


.


.


Kembali ke Cenzo dan Suho yang sedang mencari Nara.


"Kemana sebenarnya dia pergi" Ucap Cenzo dengan marah


"Apa tuan sudah menghubungi orang rumah, mungkin saja Nona naik taksi untuk pulang?" Tanya Suho


"Sudah, dan dia tidak ada di rumah" Kata Cenzo dengan nada yang terdengar begitu kesal


Sepanjang jalan pun akhirnya Suho tidak berani berbicara apapun takut membuat suasana hati Cenzo menjadi semakin buruk.


Saat melewati jalan setelah simpangan Suho melihat banyak orang ditengah jalan dan ada ambulans juga yang terparkir disana.


"Tuan di depan sedang ramai banyak orang yang berkerumun di tengah jalan" Ucap Suho


"Apa mereka tidak punya kerjaan sehingga berkerumun ditengah jalan" Kata Cenzo sambil terus memejamkan matanya


"Sepertinya kecelakaan Tuan, ada ambulans juga" Ujar Suho


"Sudahlah Suho cari Nara dengan benar saja aku akan berusaha menelfon ponsel Nara lagi"


"Baik Tuan"


Cenzo sudah berusaha menelfon Nara sejak tadi tapi selalu ditolak oleh Nara sampai membuat Cenzo pusing.


Sekarang sekali lagi Cenzo mencoba menelfon Nara dan akhirnya panggil itu diangkat.


"Kamu dimana?, kenapa pergi sendiri seperti ini" Ucap Cenzo dengan suara sedikit meninggi


"Maaf ini siapa ya?" Tanya seseorang dari sebrang telefon


"haaa?. Siapa kamu?" Tanya balik Cenzo


"Maaf kalau saya lancang menjawab telfon orang, tapi sekarang pemilik ponsel ini sedang kecelakaan dan sedang di bawa ke rumah sakit X, dan ponselnya akan saya serahkan ke polisi"


Cenzo seketika langsung terdiam. Bagaimana bisa Nara istrinya kecelakaan.


Cenzo langsung menutup panggilan telfon tersebut.


"Suho ke rumah sakit X cepat" Ucap Cenzo


" Bodoh apa yang sebenarnya terjadi. Dasar Cenzo tidak berguna" Teriak Cenzo dari dalam mobil


Suho sebenarnya juga bingung apa yang terjadi sekarang dan siapa yang ada di rumah sakit tapi ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya kepada Cenzo yang terlihat sedang frustasi itu.


Suho pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat tiba di sana untung saja rumah sakit itu tidak begitu jauh dari mereka.


.


.


Happy reading...

__ADS_1


__ADS_2