Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
171. Lelah


__ADS_3

Mereka semua pun akhirnya sampai dirumah pukul 7 malam. Nara segera meminta Baby sisternya untuk membersihkan anak-anak terlebih dahulu sebelum makan.


Nara dan Cenzo juga masih harus membersihkan diri terlebih dahulu karena tubuh mereka begitu lengket.


"Oppa aku mandi dulu ya" Ucap Nara sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi


"Yes baby, kau duluan saja aku akan istirahat terlebih dahulu" Kata Cenzo


Cenzo masih memikirkan pekerjaannya di kantor. Entah kenapa Cenzo seperti masih tak cocok bekerja dengan sekretarisnya yang sekarang.


Dia bekerja dengan baik, bahkan dengan sangat baik tapi Cenzo masih begitu tak sefrekuensi dengannya. Tapi Cenzo tak boleh egois dan memecat seseorang karena alasan bodoh seperti itu.


Walaupun Cenzo kejam seperti ini, jika orang itu tidak berbuat kesalahan dengannya Cenzo tidak akan semena-mena dengan orang itu.


Tapi untuk karyawan yang sudah memaki-maki anak dan Istrinya itu Cenzo sudah tak bisa berbaik hati lagi walaupun dia memohon Cenzo gara tidak memecatnya sampai dia menangis darah pun Cenzo tidak akan menarik perkataannya.


Sebenarnya hidup disini Cenzo juga masih sering teringat tentang kenangan buruknya dengan mantan istrinya. Tapi Cenzo memang tak bisa melupakan kenangan itu walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin.


"Oppa aku sudah selesai, sekarang Oppa cepatlah mandi dan kita turun bersama" Ucap Nara yang langsung memecahkan pikiran-pikiran Cenzo itu.


Cenzo memandang Nara sejenak kemudian bangun dan memeluk Nara dari belakang.


"Oppa ada apa ini?" Tanya Nara yang kebingungan melihat kelakuan mendadak Cenzo ini


"Thanks Baby, kau adalah wanita paling baik yang pernah aku temui dan aku menyayangimu" Bisik Cenzo tepat ditelinga Nara


Nara pun tersenyum mendengar perkataan Cenzo itu. Rasa Cinta mereka berdua setiap harinya buka berkurang malah bertambah besar.


Cenzo selalu saja bisa memberikan kejutan-kejutan kecil kepada Nara dan Mau bersabar untuk Nara yang keras kepala ini.


"I love you too Oppa" Ucap Bara sambil berbalik dan langsung memeluk Cenzo dengan sangat erat.


"Kau adalah pangeran sekaligus pahlawan untukku" Tambah Nara lagi.


Mereka berdua saling melepas Cinta mereka masing-masing. Cenzo yang sangat mencintai Nara begitu juga sebaliknya apa lagi mereka dikelilingi orang-orang yang sangat baik kepada mereka.


.

__ADS_1


.


Makan malam sudah dimulai. Cenzo dan Nara turun terlambat ke bawah dan yang membuat semua orang heran adalah Nara yang mengenakan syal dengan musim yang sedang panas seperti ini.


"Kak apa kau sedang sakit?" Tanya Lucca


"Emmm iya sedikit" Ucap Nara dengan sedikit gugup


"Sudah-sudah cepat habiskan makanan kalian" Cenzo mencoba mengalihkan pembicaraan.


Jimin dari jauh tersenyum melihat itu. Jimin tau apa fungsi syal yang Nara gunakan itu.


"Kau kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?" Tanya Lucca


"Sudah habiskan saja makananmu itu" Ucap Jimin


.


.


Seperti biasa setelah makan mereka akan berkumpul diruang tengah untuk saling sharing tentang keseharian mereka hari ini.


"Sudah lumayan membaik, aku juga sudah bisa berjalan sendiri walaupun masih menggunakan tongkat" Ucap Jimin


"Baguslah kalau begitu jadi Alice sudah boleh pulang dan tidak mengurusmu lagi" Sahut Lucca


"Dih kau iri ya karena tidak ada yang memperhatikan mu" Kata Jimin


"Tidak, kan masih ada kakak yang perhatian dan sayang padaku" Ucap Lucca


"Memangnya kau akan menikah dengan V nanti" Jimin terus saja mengejek Lucca agar Lucca tak banyak bicara


"Sudah lah, sialan kau" Lucca langsung merajuk dan memainkan ponselnya mencoba tak perduli dengan Jimin


"Kalian ini selalu saja bertengkar, bagaimana jika kalian berdua aku kurung didalam kamar berdua" Ucap Cenzo sambil tersenyum


"Kau jangan bicara macam-macam, aku tidak suka batangan" Jimin langsung membuang muka dari arah Lucca

__ADS_1


"Jimin sialan, sini kau jimin dasar duda gila" Teriak Lucca sambil berjalan kearah Jimin


Alice sudah kebingungan untuk memisahkan Lucca dan Jimin agar tak mengenai luka Jimin. Karena Lucca terus saja mendorong Jimin jadi Jimin tak sengaja menindih tubuh Alice diatas Sofa.


Mereka berdua diam sejenak. Semua orang yang ada disana pun juga hanya melihat mereka berdua saja hingga setelah beberapa saat kemudian Suho mengeluarkan suara batuk hingga Jimin tersadar.


Ehemmm ehemm...


"Maaf, maaf. Gara-gara si kunyuk sialan ini" Ucap Jimin


"Jangan menyalahkan orang kau juga menikmatinya" Kata Cenzo


"Alice bantu aku ke kamar aku ingin istirahat" Ucap Jimin mengalihkan pembicaraan.


"Dasar duda pintar sekali mencari kesempatan" Ejek Lucca lagi. Semua orang tertawa mendengar itu.


Mereka kembali bercerita kembali hingga jam sudah menunjukkan pukul 9 malam Cenzo pun menyuruh mereka semua untuk tidur.


"Bibi bawa anak-anak ke kamar setelah meletakkan mereka ditempat tidur tinggal pergi saja biarkan anak-anak tidur sendiri" Jelas Cenzo


"Baik tuan" ucap bibi Lia


Mereka semua pergi dari sana menuju ke kamar mereka masing-masing.


Cenzo yang sudah lelah pun langsung menggandeng Nara untuk menuju keatas.


"Oppa aku akan mengambil air dulu" Ucap Nara


"Baiklah ayo"


Mereka berdua menuju ke dapur terlebih dahulu sebelum ke kamar. Entahlah Nara juga bingung kenapa Cenzo jadi ikut ke dapur juga bukannya ke kamar terlebih dahulu.


"Sudah kan ayo Baby aku sudah sangat lelah" Ucap Cenzo dan mereka pun menuju ke atas.


Sesampainya dikamar setelah menyikat gigi dan membasuh muka Nara dan Cenzo langsung tidur dan tak butuh waktu lama mereka langsung terlelap.


Padahal hari kegiatan tidak terlalu padat sekali tapi mereka berdua sudah sangat lelah seperti ini mungkin gara-gara kegiatan mereka tadi sebelum makan.

__ADS_1


Next.....


__ADS_2