Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
103. Menjadi ibu sambung Mate


__ADS_3

Sudah satu minggu semenjak kematian Cristal. Jimin sekarang tinggal serumah dengan Nara dan Cenzo atas perintah dari Cenzo. Selama Jimin bekerja, Nara akan mengasuh Mate dirumah. Tapi tidak mudah bagi Nara karena Mate selalu saja mencari Cristal. Seperti siang ini.


Saat rumah dalam keadaan sepi Nara dan Mate ada di dalam kamar. Nara sedang menemani Mate bermain.


"Aunty mama, Mama Mate kenapa tidak pulang-pulang?" Tanya Mate


Nara yang mendengar itu mencoba mengalihkan pertanyaan Mate agar Mate tidak bertanya terus menerus.


"Mate mau makan ice krim?" Ucap Nara


"Mau aunty Mama"


"Baiklah, ayo turun kebawah kita menonton televisi"


Nara menggendong Mate menuruni tangga. Dan mengantar Mate ke sofa depan televisi.


"Mate tunggu disini dulu ya, aunty Mama ambilkan Ice krimnya dulu" Ucap Nara


"Yes Aunty"


Nara segera pergi ke dapur untuk mengambil Ice krim untuk Mate.


"Nyonya butuh sesuatu?" Tanya salah satu Maid


"Aku hanya akan mengambil Ice Krim saja tidak perlu di bantu" Ucap Nara


"Baik Nyonya".


Setelah mendapatkan Ice krimnya Nara segera menghampiri Mate yang sedang menonton televisi. Sesekali Nara melihat Mate tertawa karena kartun yang dia tonton.


"Sayang...." Panggil Nara


"Aunty Mama cepat suapi Mate" Ucap Mate


"Baiklah jagoan Aunty Mama" Nara menyendokkan Ice krim itu dan menyuapi Mate dengan sangat lembut.


"Aunty Mama baik sekali, Mate sayang Aunty mama, sayang Uncle Papa juga, Papa Jimin dana Mama Cristal" Ucap Mate dengan tersenyum sangat manis


"Aunty Mama juga sayang Mate" Nara memeluk tubuh Mate dengan sayang.


"Mate, gimana kalau Mate panggilnya jangan Aunty Mama, panggil Mami saja" Ucap Nara


"Oke. Mate akan panggil Mami"


"Makan Ice krimnya sudah ya, sekarang Mate harus makan siang setelah itu tidur"

__ADS_1


"Mate mau makan sup Mami"


"Oke, Mami minta bibi buatkan dulu ya"


Nara berjalan ke dapur dan meminta Maid untuk memasakkan Sup untuk Mate. Setelah itu Nara kembali lagi ke Sofa.




Di kantor Cenzo sedang melakukan meeting dengan salah satu Kliennya. Cenzo seperti sangat malas mendengarkan penjelasan dari Kliennya yang bernama Tuan Albert itu. Pasalnya dia tak datang sendiri dengan sekertarisnya, tapi dia juga membawa anaknya itu serta.



Yang membuat Cenzo malas bukan itu saja, tapi pandangan anak tuan Albert yang terus saja menggodanya bahkan Tuan Albert tak membicarakan masalah pekerjaan tapi membicarakan anaknya daan membangga-banggakannya.



"Tuan Vincenzo bagaimana, anak saya cantikkan?" Tanya Tuan Albert


"Aaa..... iya" Jawab Cenzo dengan singkat


"Dia juga lulusan universitas terbaik di Amerika. Dia adalah wanita idaman"



Sambil mendengarkan perkataan Tuan Albert, Cenzo mengambil minuman didepannya dan meminumnya. Baru saja Cenzo meminumnya tiba-tiba Tuan Albert berbicara dan itu membuat Cenzo tersedak.



"Bagaimana jika putri saya menikah dengan anda Tuan Vincenzo" Ucap Tuan Albert


Cenzo menyemburkan minuman yang akan dia telan dan langsung terbatuk.



Uhukkkk.... uhuukkkk.... uhukk....


Suho dengan sigap langsung memberikan tissue kepada Cenzo.


"Pelan-pelan bos" Ucap Suho sambil menahan senyumnya.



"Anda tidak apa-apa tuan" Tanya tuan Albert

__ADS_1


"Tidak. saya tidak apa-apa"


"Bagaimana menurut ada tentang perkataan saya tadi?"


"Maaf sebelumnya tuan Albert, tapi saya tidak bisa melakukannya" Kata Cenzo


"Kenapa tidak tuan. Orang hebat seperti anda harus punya pendamping yang hebat juga"


"Tidak, karena saya sudah mempunyai istri dan sekarang istri saya tengah hamil" Jelas Cenzo



Setelah berbicara seperti itu Cenzo segera berdiri. "Terimakasih atas kerjasamanya, Saya masih harus mengerjakan pekerjaan yang lain. Selamat siang"


Cenzo pergi meninggalkan Tuan Albert dan meminta Suho untuk mengantar Tuan Albert keluar.



Cenzo kembali keruangannya dengan wajah yang sangat kusut. Pembicaraan tidak penting tadi membuat telinga Cenzo menjadi panas.


"Aagghhhh...... lelah sekali" Ucap Cenzo sambil mendudukkan dirinya di kursi kerjanya.



"Bagaimana kabar istri tercintaku ya" Ujar Cenzo sambil mencari ponselnya dan menghubungi Nara. Tak lama panggilan pun terhubung.



"Baby, apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Cenzo dengan raut wajah yang sangat bahagia.


"Aku sedang menemani Nate tidur, batu saja dia selesai makan" Ucap Nara dari sebrang telpon.


"Kau istirahatlah juga, jangan sampai kecapekan"


"Iya. Kamu cepatlah pulang, Nanti saat pulang bawakan aku topokki"


"Baiklah Baby, selamat beristirahat" Ucap Cenzo dan langsung menutup panggilan itu.



Setelah mendengar suara Nara, Cenzo menjadi bersemangat kembali. Cenzo mengerjakan dokumen di depannya dengan senyum yang merekah. "Tunggu aku pulang Baby" Ucap Cenzo.



Next.....

__ADS_1


__ADS_2