Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
71. Penyusunan rencana


__ADS_3

Setelah menghabiskan cakenya, Nara hanya terdiam dipangkuan Cenzo. Cenzo sendiri sedang memeluk tubuh Nara dengan sangat erat dan kepalanya diletakkan di pundak Nara sambil memejamkan matanya.


"Chagiya" Panggil Nara dengan pelan


"Sebentar saja Baby, aku sedang beristirahat"


Nara pun diam dan membiarkan Cenzo istirahat sejenak. Tiba-tiba tangan Cenzo naik keatas dan memegang benda kenyal yang ada di dada Nara. Nara pun terkejut.


"Aaahhhhhhhh..........." ******* itu refleks keluar dari mulut Nara.


"Teruskan Baby" Ucap Cenzo dengan suara yang berat.


"Kenapa kau jadi mesum seperti ini Cenzo" Ujar Nara sambil melepaskan tangan Cenzo dari dadanya dan langsung berdiri.


"Baby ayo lah" Rengek Cenzo seperti anak kecil


"Hey hey..... Ingatlah usiamu orang tua" Kata Nara sambil Naik keatas tempat tidur.


Cenzo yang mendengar Nara mengejeknya segera menghampiri Nara keranjang dan langsung menindih tubuh Nara.


"Kau bilang apa barusan" Tanya Cenzo tepat didepan wajah Nara dengan jarak yang sangat dekat.


"Orang tua" Jawab Nara tak takut sedikitpun


Mendengar itu Cenzo langsung ******* bibir Nara yang sangat cerewet itu.


Pada saat itu juga dokter masuk untuk mengecek keadaan Nara dan melihat Cenzo sedang menindih tubuh Nara.


"Nona saatnya mengecek....." Ucapan Dokter itu tertahan saat dia mendongakkan kepalanya.


Nara buru-buru langsung mendorong Cenzo hingga Cenzo terjatuh dari atas tempat tidur.

__ADS_1


"Maaf mengganggu" Ucap Dokter itu dan langsung pergi.


Cenzo bangun sambil memegangi pantatnya.


"Baby kau jahat sekali" Ujar Cenzo


"Kau mesum sekali" Nara langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Cenzo pun berjalan kearah sofa dan duduk disana. Cenzo menghubungi Suho untuk membelikan makan siang dan membawanya ke rumah rumah sakit.


Sambil menunggu Suho datang Cenzo memeriksa pekerjaannya lewat ponsel. Sesekali Cenzo melihat kearah Nara yang sudah pulas tertidur.



Dirumah Cenzo, Lucca dan anak buahnya sedang menyusun rencana untuk menangkap Soobin nanti malam.




"Baiklah tunggu saja permainannya nanti malam. Ku harap kau terkesan mendapat hadiah dariku" Ucap Lucca dengan seringai di wajahnya.



Para anak buah Lucca yang melihat itu hanya bisa bergidik ngeri. Mereka tau jika Lucca sudah mengeluarkan ekspresi itu mangsanya tidak ada bisa selamat.



Suho sudah datang di rumah sakit dan memberikan makanan yang Cenzo minta tadi.


"Kau tak ikut makan?" Tanya Cenzo sambil menyuap makanannya

__ADS_1


"Saya sudah makan Bos"


"Bagaimana rencana yang akan Lucca buat, apa sudah selesai?"


"Sepertinya sudah. Sebelum saya kesini tadi saya mampir ke rumah bos dulu dan disana Lucca sedang menyusun strategi dengan anak buahnya"


"Baiklah. Di kantor bagaimana?"


"Aman bos"


"Sudahlah kau boleh kembali lagi ke kantor" Ucap Cenzo


Suho langsung melongo mendengar ucapan Cenzo. Baru juga dirinya sampai disini sudah disuruh pulang.


"Apa nggak ada air bos. Saya haus" Ucap Suho


"Ada"


Suho langsung berdiri dan mendengarkan arahan dari Cenzo.


"Kau masuk saja ke pintu disebelah sana. Disana banyak air"


Tanpa curiga Suho pergi kesana dan langsung membuka pintu itu. Saat pintu dibuka betapa terkejutnya Suho ternyata tempat itu adalah kamar mandi.


"Bos, kau sedang bercanda sekarang" Ucap Suho sambil menutup pintu itu kembali


"Kan kau yang minta air. Di dalam kamar mandi juga ada air apa bedanya"


"Aku pergi" Ucap Suho langsung meninggalkan rungan Nara


"Dia ngambek" Ujar Cenzo dan melanjutkan makannya kembali.

__ADS_1


Next.....


__ADS_2