
Lucca sekarang sudah sampai di rumah sakit dan langsung menemui kakaknya yang ada diruang CCTV.
"Kak" Sapa Lucca saat melihat Cenzo sedang mengotak-atik monitor CCTV.
"Syukurlah kau datang cepat. Ayo bantu aku mencari Nara"
"Memang dia pergi kemana?" Tanya Lucca dengan polos
Cenzo yang mendengar pertanyaan Lucca langsung berdiri dan memukul kepala Lucca.
"Sialan kau, jika aku tau aku tak akan meminta bantuan mu"
"Iya iya maafkan aku. Tadi terkahir kali kau melihat dia dimana" Tanya Lucca
"Aku tadi ada di ruangannya sedang makan dengan Suho. Setelah itu aku pergi keluar untuk membicarakan masalah pekerjaan dengan Suho begitu aku kembali dia sudah tak ada. Aku sudah mengerahkan semua anak buahku untuk mencari Nara"
Lucca mencoba berfikir sejenak.
"Lantas sekarang Suho dimana?"
"Suho sedang mencari Nara juga"
"Baiklah ayo keruangan wanita itu untuk mencari bukti" Ucap Lucca
Mereka berdua pun berjalan menuju ruangan Nara.
__ADS_1
Begitu sampai didepan ruangan Nara, Cenzo dan Lucca mendengar suara orang yang sedang tertawa dari dalam ruangan.
Cenzo pun langsung membuka pintu dan Cenzo terkejut melihat Nara dan Suho sedang asik mengobrol sambil memakan pizza.
"Nara, Suho" Teriak Cenzo
Lucca segera menyusul kakaknya masuk dan ikut terkejut melihat mereka berdua.
Nara dan Suho langsung melihat kearah Cenzo.
Nara berlari kearah ranjang dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut meninggalkan Suho yang sedang ketakutan.
"Suho. Jelaskan" "Ucap Cenzo dengan dingin.
Lucca berjalan menghampiri Suho dan duduk disebelah Suho sambil mengelus-elus punggung Suho.
"Terus kenapa kau tak memberitahuku Suho"
"Nona melarang saya untuk memberi tahu bos dan meminta saya tetap disini"
"Kalian semua keluar. Tinggalkan kami berdua" Ucap Cenzo.
Suho yang sudah ketakutan setengah mati langsung keluar tanpa menunggu Cenzo berbicara lagi.
"Kau keluarlah Lucca" Teriak Cenzo.
__ADS_1
"Hey kak jangan teriak-teriak ini rumah sakit"
"Kauu......."
"Baiklah baiklah aku keluar" Suho pun langsung keluar sambil membawa Pizza yang Suho beli tadi.
Didalam ruangan sekarang hanya ada Cenzo dan Nara. Cenzo tak akan membiarkan Nara berbuat semena-mena lagi mulai sekarang.
"Nara bangun. Aku tau kau hanya berpura-pura tidur
Dari dalam selimut Nara terkejut, pasalnya baru kali ini Cenzo memanggilnya dengan menyebut nama.
Kesabaran Cenzo sudah habis sekarang. Cenzo langsung menarik selimut Nara hingga Nara tersentak.
"Dengarkan perkataanku" Bentak Cenzo
Mendengar bentakan dari Cenzo membuat hati Nara menjadi sangat sakit. Nara langsung duduk dan melihat kearah Cenzo.
"Sekarang apa lagi. Aku sudah memintamu untuk pergi dak tidak muncul di depanku lagi. Tapi kau selalu saja datang seperti tak terjadi apa-apa. Sekarang jika kau tak mau pergi biar aku saja yang pergi" Ucap Nara mengeluarkan semua beban dihatinya.
Nara langsung bangun dan berjalan keluar meninggalkan Cenzo didalam ruangan.
Cenzo hanya diam mendengar perkataan Nara tadi. Sebenarnya Cenzo tak berniat untuk membentak Nara, tapi perbuatan Nara tadi membuatnya sangat marah dan Nara malah mengabaikan perkataannya.
Mengetahui Nara yang keluar meninggalkannya, Cenzo bergegas menyusul Nara yang mungkin belum jauh.
__ADS_1
Next.....