
Saat Nara akan pulang Dita kemudian menghampirinya.
"Kau akan kemana setelah ini Nara" Tanya Dita
"Aku, aku tidak kemana-mana, aku mau langsung pulang"
"Baiklah kalau begitu ayo pulang ke rumahmu" Ucap Dita kemudian berjalan mendahului Nara
Nara hanya diam dan tersenyum menatap temannya itu.
"Ayo Nara apa kau tak mau pulang" teriak Dita
"Iya" Ucap Nara dan berlari mengejar Dita
Mereka berjalan sambil bergurau disepanjang jalan layaknya seperti anak kecil yang baru saja pulang sekolah.
"Nara dirumah mu ada makanan tidak?" tanya Dita
"Ada ramyeon, mau makan itu apa beli saja?"
"Sepertinya paha ayam dan soju nikmat"
"Baiklah ayo kita beli, aku yang traktir" ucap Dita dengan penuh semangat
Setelah mereka sudah mendapatkan makanan mereka pun pulang ke apartemen Nara dengan menggunakan bus.
"Nara apa kau tidak ingin pulang ke rumahmu" Ucap Dita
"Tidak, aku lebih nyaman dengan hidupku sekarang, tak perlu memikirkan yang lain"
Mereka mengobrol sepanjang jalan hingga akhirnya sampai di wilayah gedung apartemen Nara.
"Langsung masuk yuk.... aku sudah lapar, tadi hanya minum-minum tidak membuat kenyang" Ujar Nara langsung masuk ke dalam lift menuju kamarnya.
Mereka langsung masuk kedalam apartemen Nara dan duduk diatas sofa sambil sibuk menyiapkan makanan.
Nara pergi ke dapur mengambil piring dan Dita yang menata makanannya.
"Selamat makan" ucap mereka bersama
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, paha ayam tersebut sudah tinggal setengahnya.
"Sudah Dit, kau habiskan saja, aku sudah kenyang" Ujar Nara.
Sambil menunggu Dita menghabiskan makanannya Nara memainkan ponselnya, dia sedang sibuk bermain media sosial.
"Nara apa kau tak ingin memiliki kekasih lagi setelah putus dengan Soobin" Tanya Dita
"Sepertinya untuk saat ini aku masih trauma menjalin hubungan yang serius dengan pria Dita"
"Bagaimana jika kau menjadi sugar baby sepertiku? itu tidak menjalin hubungan serius"
"Yang benar saja, aku masih belum mau melepaskan mahkota ku Dita"
Dita yang mengetahui bahwa Nara masih bersegel pun hanya memandang wajah Nara.
"Tapi apa kau tidak bosan dengan hidupmu yang seperti ini?, setidaknya jika kau memiliki sugar daddy akan ada yang menyayangi dan memperhatikanmu" Jelas Dita pada Nara
Dita sebenarnya bukan bermaksud untuk menjerumuskan Nara, tapi dia tau sendiri bagaimana rasanya tidak memiliki siapapun yang menyayangi ataupun memperhatikannya.
"Benar, yang kau katakan benar Dita. Di dunia ini aku hanya merasa sendiri seakan-akan hanya hidup sendiri" Ucap Nara sambil mengingat bagaimana penderitaannya dari kecil.
Dita yang sedang minum mendengar Nara otomatis langsung terbatuk-batuk.
"Uhukk... uhukk... uhukk"
"Kau tak apa-apa Dita?"
"Itu semua karena dirimu, kenapa langsung berbicara seperti itu" Ujar Dita sambil mengelap bibirnya.
"Kan kau sendiri yang menawari tadi, kenapa sekarang kau yang terkejut" Kata Nara
"Sialan kau. Apa kau benar-benar yakin ingin menjadi sugar baby" Tanya Dita mencoba menyakinkan keputusan Nara
"Iya, tapi aku ingin pria yang masih muda kira-kira usianya 30-35 selebihnya itu aku tak mau, dan jangan lupa yang tampan"
Dita hanya bisa melongo mendengar ucapan Nara, dia pikir dirinya sedang di biro jodoh.
"Berdoa saja supaya pilihanmu tepat. Berikan ponselmu"
__ADS_1
"Buat apa?"
Tanpa menjawab pertanyaan Nara, Dita langsung mengambil ponsel Nara dan sibuk mengetik sesuatu.
"Apa yang sedang kau cari" Tanya Nara sambil ikut melihat apa yang sedang Dita lakukan.
Terlihat Dita sedang mendaftarkan nama di sebuah situs.
"Nama samaran apa yang akan kau gunakan Nara" Tanyanya pada Nara
Nara berfikir beberapa saat...
"Bagaimana dengan Kina"
"Oke baiklah" Ucap Dita kemudian sibuk lagi dengan ponsel Nara
"Oke sudah siap. Sekarang hanya tinggal menunggu seseorang yang menghubungi mu lewat situs ini" Ujar Dita
"Terima kasih"
"Ingat kau jangan sembarangan memberi tahu identitas mu. Kau hanya boleh memberitahukan jika kalian berdua sama-sama memutuskan untuk mengetahui identitas masing-masing" Jelas Dita
"Baiklah"
"Apa kau akan tidur disini" Tanya Nara
"Tentu, aku akan menemani teman tersayang ku ini" Jawab Dita sambil mencubit pipi Nara
"Hentikan Dita, sakit"
"hahaha.... Maaf"
"Kau mandilah terlebih dahulu dan segera tidur" Ucap Nara pada Dita
"Oke friends"
Setelah mereka sudah membersihkan diri masing-masing mereka pun langsung tertidur.
Next......
__ADS_1