Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
169. Jangan mencari gara-gara


__ADS_3

Siang hari pun telah tiba, Nara sudah selesai memasak beberapa saat yang lalu. Setelah keberangkatan Cenzo tadi Nara masih harus membantu anak-anak untuk mandi setelah itu karena baby Sister anak-anak sudah tiba Nara pun meninggalkan mereka dan merapikan baju-baju yang berantakan dikamar mandi tadi.


Sekilas penjelasan tentang Baby sister anak-anak. Cenzo meminta Lucca untuk mencarikan Baby sister agar Nara tidak terlalu capek mengurus 2 anak sekaligus.


Sebenarnya Lucca sudah menemukan beberapa hari yang lalu tapi Cenzo baru menghubungi orangnya kemarin dan langsung memintanya datang hari ini juga.


Baby sister yang Cenzo pekerjakan usianya sekitar 40 tahun dan dia seorang single parent. Lucca mencari pekerja tersebut dengan sangat-sangat teliti agar tidak terjadi hal buruk lagi kepada keponakannya.


Setelah pengecekkan dan Lucca sudah tau semua latar keluarga orang tersebut yang bernama suter Lia itu Lucca pun merasa lega karena dia tak salah memilih orang.


.


.


Jam telah menunjukkan pukul 12 pas, Nara mendengar suara mobil berhenti didepan dan Nara sudah selesai bersiap-siap dan pas sekali saat akan berangkat Mate berlari kearahnya dan memaksa untuk ikut bersama Nara.


Akhirnya Nara pun membawa Mate beserta dengan Clay untuk ikut ke kantor Cenzo juga.


"Bibi istirahat saja ya selagi aku membawa anak-anak pergi" Ucap Nara kepada baby sister itu.


Nara perlahan-lahan sudah mulai terbiasa dengan lingkungannya sekarang serta bahasanya juga.


"Baik Nyonya" Kata Bibi Lia


"Bibi jangan panging aku begitu, panggil saja aku Nara, tidak enak jika Bibi memanggilku seperti itu" Ucap Nara


"Tidak bisa begitu nyonya, anda kan majikan saya jadi saya harus sopan" Tolaknya


"Begini saja deh, panggil saja aku Nona jangan Nyonya Oke" Kata Nara dan langsung pergi dari sana.


Mereka berempat pun mulai masuk kedalam mobil dan Nara duduk dibelakang bersama anak-anak.


"Apa perjalanannya begitu jauh Suho?" Tanya Nara


"Iya Nara, sekitar 50 menit dari rumah"


"Wah lama juga ya, aku bisa istirahat dulu punggungku begitu sakit" Ucap Nara sambil menyandarkan badannya ke kursi mobil.


Sedari tadi Anak-anak tidak bisa diam dan terus saja mengoceh. Mate yang sudah mulai tumbuh besar dan Clay yang juga sudah pintar berbicara walaupun hanya Mate yang mengerti. Clay pun juga sudah bisa berjalan dengan lancar mengingat usianya yang akan memasuki 3 tahun.


Mereka pun akhirnya sampai di kantor Cenzo. Nara menurunkan anak-anak dan menyuruhnya untuk menunggu terlebih dahulu karena Nara akan mengambil makanan di dalam mobil.

__ADS_1


Bukannya menunggu Clay malah masuk kedalam kantor sambil menarik Mate.


"Bayi, nanti Mommy marah jika kita pergi dulu" Ucap Mate tapi Clay tidak menghiraukannya.


Clay membawa Mate ke Cafetaria karena mencium bau makanan. Suasana Cafetaria saat itu sedang ramai karena sedang jam istirahat.


Saat mereka berdua berjalan, Clay tiba-tiba tak sengaja menabrak salah satu seorang perempuan hingga makannya tumpah kelantai.


"Heyyyy.... Apa yang kau lakukan kepada makananku" Teriaknya dan semua orang pun melihat kearah mereka.


"Maaf tante Adikku tidak sengaja" Ucap Mate dan berniat menarik Clay dari sana tapi tangan Clay dipegang oleh perempuan itu.


"Kalian mau kemana ha, kenapa di kantor ada anak kecil sih pasti kau anaknya OB disini ya"


Clay sudah mulai ketakutan dan matanya sudah mengeluarkan air mata.


Diluar Nara baru sadar jika Anak-anak tidak ada disana.


"Suho, kemana anak-anak pergi?" Tanya Nara


"Loh, aku tidak tau mereka pasti masuk kedalam ayo cepat" Ucap Suho dengan khawatir


Nara dan Suho pun berpencar untuk mencari anak-anak, Suho ke kiri dan Nara ke bagian Kanan.


Dan benar saja saat sampai di sana Nara melihat Clay yang sudah menangis Nara pun berlari menghampiri mereka berdua.


"Sayang, kalian kenapa masuk terlebih dulu, Mommy kan sudah bilang untuk menunggu Mommy dulu" Ucap Nara sambil memeluk Mate dan Clay


"Ini anakmu ya" Ucap wanita itu


Nara langsung berdiri dan melihat kearah wanita itu yang Nara baca dari tanda pengenalnya bernama Sea.


"Iya Nona apa dia membuat kesalahan?" Tanya Nara dengan sopan


"Lihatlah makananku jatuh kelantai gara-gara anak sialan ini berlari-lari disini" Ucap Sea sambil menunjukkan makannya yang berhamburan dilantai


"Maafkan anak-anak saya, tapi anda tidak boleh berbicara seperti itu"


"Memang kenapa, kau juga bodoh kenapa mambawa anak-anak ketempat kerja seperti ini. Apa kau tidak tau juga anak-anak itu hanyalah pengacau" Ucapnya dengan sombong


Nara tak habis pikir ada orang yang berpikiran seperti itu. Apa dia tak ingin mempunyai anak kelak kenapa berbicara sangat kasar seperti itu kepada anak-anak.

__ADS_1


"Ayo sayang kita pergi Daddy sudah menunggu" Ucap Nara berniat pergi dari sana dan tidak memperpanjang masalah.


Baru saja Nara berjalan beberapa langkah dari sana, tiba-tiba Sea menarik rambut Nara dan saat Nara sudah didepannya dia menampar Nara dengan sangat keras.


"Dasar wanita sialan, jika tidak bisa menjaga anakmu lebih baik buang saja mereka kepanti asuhan" Teriaknya


Dan kalian tau semua kejadian dan Perkataan itu didengar oleh Cenzo yang ada tepat di pintu masuk Cafetaria itu.


Tadi saat mencari Anak-anak Suho memberitahukan kabar itu kepada Cenzo dan Cenzo pun ikut mencari mereka.


Dengan langkah yang angkuh Cenzo berjalan menghampiri Nara dan Anak-anak.


Semua orang yang ada di sana melihat Cenzo yang berjalan menghampiri mereka berempat dengan raut wajah yang begitu dingin.


"Boy kalian tidak apa-apa?" Tanya Cenzo saat sudah sampai didepan anak-anak


"Yes Daddy"


Sea pun terkejut saat mendengar anak-anak itu memanggil atasannya dengan sebutan Daddy.


Cenzo pun berdiri dan memegang pipi Nara yang baru saja ditampar itu.


"Kau tidak apa-apa Baby, apa ini sakit" Tanya Cenzo


"Tidak, aku tidak apa-apa jangan terlalu khawatir" Kata Nara


Cenzo dengan tatapan marahnya melihat karah karyawannya itu yang sudah lancang kepada keluarganya.


"Bisakah kau ulangi lagi perkataanmu yang memaki anak dan istriku tadi" Ucap Cenzo


"Maafkan saya tuan, saya tidak tau jika mereka adalah anak-anak anda, maafkan saya" Kata Sea


Tanpa aba-aba Cenzo langsung menampar wanita itu dengan keras hingga dia tersungkur kelantai.


"Aku tidak suka jika ada orang yang sok berkuasa dan malakukan hal tidak senonoh di kantorku. Jika sekali lagi aku menemukan kajadian seperti ini makan aku tak akan segan-segan menecatnya" Teriak Cenzo suara begitu nyaring di ruangan tersebut


"Tolong jangan pecat saja Tuan" Ucap Sea


"Tidak bisa, aku tidak mau ada orang angkuh yang bekerja di kantorku, jadi urus pengunduran dirimu dengan Tuan Suho sekarang" Cenzo langsung mengajak Nara dan Anak-anak pergi dari sana


"Hhhhhuuuuuuuu..... Dasar tak tau diri" Teriak para karyawan yang ada di cafetaria kepada Sea

__ADS_1


Next....


__ADS_2