Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
164. Merawat


__ADS_3

"Daddy, Mommy bangun" Ucap Mate sambil menggucang-guncang tubuh Cenzo dan Nara secara bergantian.


Mate dan Clay sudah membangunkan Cenzo dan Nara sedari tadi tapi mereka berdua terus saja tertidur dan tak kunjung bangun juga.


Jam telah menunjukkan pukul 8 pagi tapi mereka berdua malah asik tertidur malah anak-anak yang bangun terlebih dahulu.


Mate turun dari atas tempat tidur dan berencana untuk keluar tapi pada saat Mate akan membuka pintu ternyata dia masih belum bisa menjangkau kenop pintu itu jadi Mate kembali lagi keatas tempat tidur dan berbaring di samping adiknya.


"Adik bayi kita tidur lagi saja ya Daddy dan Mommy masih belum bangun" Ucap Mate dan diangguki oleh Clay.


Mate tidur kembali sambil memeluk Clay, tangan mungil Mate terus bergerak menepuk-nepuk pantat Clay agar Clay cepat tertidur kembali.


Sekitar 5 menit kemudian Mate dan Clay terlelap kembali. Keadaan didalam kamar seketika langsung sunyi kembali.


Alasan Cenzo dan Nara telat bangun mungkin mereka kelelahan karena melakukan olahraga tadi malam.


Walaupun mereka melakukannya di dalam kamar mandi entah kenapa stamina Cenzo tetap sama seperti biasanya dan membuat Nara selalu kewalahan menyeimbangi permainan Cenzo.


Nara kira jika mereka melakukannya di dalam kamar mandi Cenzo akan melakukannya dengan cepat dan segera kembali untuk tidur tapi nyatanya tidak. Cenzo malah melakukannya lebih lama daripada diatas tempat tidur.


Kata Cenzo jika melakukannya didalam sini Cenzo akan lebih menikmatinya dan lebih leluasa karena mereka bisa melakukannya dengan banyak gaya.


Entahlah pikiran dari mana yang Cenzo dapatkan yang terpenting sekarang mereka berdua telat bangun pagi dan masih nyenyak dalam tidurnya masing-masing.


.


.


Sekarang jam telah menunjukkan pukul 9 pagi, Nara terlihat perlahan-lahan mulai membuka matanya. Nara melihat langit-langit kamarnya sambil melamun sebentar setelah beberapa saat Nara pun bangun.


Nara perjalan menuju kamar mandi dengan sedikit kesusahan karena area intimnya masih sedikit sakit. Setelah sampai di dalam kamar mandi Nara membasuh mukanya dan menggosok gigi.


Nara berjalan kearah ranjang lagi untuk membangunkan Cenzo dan anak-anak yang masih nyenyak tertidur itu.


"Oppa bangun sudah siang" Ucap Nara sambil mengguncang tubuh Cenzo. Cenzo hanya menggeliatkan tubuhnya setelah itu tidur kembali.


"Orang ini selalu saja sangat sulit membangunkannya" Nara berjalan kearah kamar mandi setelah membasahi kedua telapak tangannya Nara kembali lagi menghampiri Cenzo dan memegang wajah Cenzo dengan telapak tangannya yang masih basah tadi.


"Baby" Teriak Cenzo karena air yang begitu dingin itu menempel di kulit Cenzo

__ADS_1


"Bangun tidak ini sudah siang, sana cepat pergi ke kamar mandi" Ucap Nara


Cenzo dengan kesal berjalan kearah kamar mandi dan Nara membangunkan anak-anak. Ini tidak seperti biasnya baru saja Nara membangunkan Mate dan Clay mereka langsung bangun dan duduk diatas tempat tidur.


"Tumben sekali sudah bangun para jagoan Mommy" Ucap Nara sambil mengelus kepala Mate dan Clay


"Aku dan adik bayi sudah bangun dari tadi tapi Daddy dan Mommy tidak bangun-bangun jadi aku tidur lagi" Jelas Mate dengan suara yang terdengar masih mengantuk.


"Maafkan Mommy ya, Mommy sangat lelah tadi malam jadi bangunnya kesiangan, Cepat ke kamar mandi sana Mommy mau merapikan tempat tidur"


Nara menggendong Clay kearah kamar mandi kemudian menyerahkan Clay kepada Cenzo agar Cenzo yang mengurus Clay dikamar mandi.


Setelah semua selesai membersihkan dirinya dan Nara sudah selesai membereskan tempat tidur mereka berempat pun turun kebawah untuk sarapan.


Sesampainya dibawah makanan sudah siap diatas meja. Nara meminta para Maid yang bertugas memasak dirumah Cenzo untuk membuatkan makanan Korea karena lidah Nara masih belum cocok untuk makan makanan khas Itali.


Baby Clay sudah mulai ada perubahan sekarang, Setiap makan Clay sudah tidak mau untuk disuapi jadi dia harus makan sendiri. Semua makanan belepotan ke wajahnya.


Setelah semua selesai makan Nara baru teringat kalau dia belum menghubungi Alice tentang masalah Jimin ini jadi Nara segera kembali ke kamar untuk mengambil ponsel dan Cenzo sedang bermain bersama anak-anak diruang tengah.


Dikamar Nara masih bingung harus berbicara bagaimana dengan Alice jadi Nara masih harus merangkai kalimat yang tepat agar Alice mau menyetujui permintaannya.


Beberapa saat kemudian Nara langsung menghubungi Alice dam tak lama Alice langsung menjawab panggilan dari Nara itu.


"Maaf Nara aku lupa untuk memberikan kabar padamu begitu sampai rumah kemarin" Ucap Alice dari balik telepon


"Tidak masalah kok kau kan pasti juga capek selama perjalanan" Jawab Nara


"Iya kemarin aku langsung tertidur begitu sampai dirumah"


"Alice, Ada sesuatu yang mau aku bicarakan padamu" Kata Nara sudah mulai serius ke inti tujuan pembicaraannya


"Apa Ra bicara saja mungkin aku bisa membantumu"


"Begini Alice, waktu itu setelah mengantarkan kamu dalam perjalanan pulang Jimin mengalami kecelakaan dan dia sekarang sedang ada dirumah sakit" Jelas Nara


"Haaaa..... Bagaimana bisa, kenapa kau tak memberitahuku terlebih dahulu aku kan jadi tidak enak. Bagaimana ini Nara aku merasa bersalah sekali kepasa Jimin" Ucap Alice yang terdengar begitu khawatir


"Aku juga bingung dari kemarin pikiranku begitu penuh. Tapi Jimin bilang dia tak mau dirawat dirumah sakit karena terlalu bosan katanya jadi dia ingin pulang. Aku dan Oppa masih bingung ingin pencari perawat yang bisa merawat Jimin 24 jam" Nara menjelaskan lagi kepada Alice

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Alice langsung berkata...


"Biar aku saja yang merawatnya sebagai balasbudi, aku juga merasa bersalah tentang kecelakaan yang menimpanya"


"Kau serius, beneran kau mau merawat Jimin dirumah nanti" Nara masih tak percaya dan bertanya lagi ke Alice


"Benar Nara, ya sudah aku akan bersiap-siap dulu kalau begitu"


"Baiklah, terimakasih banyak Alice. Nanti masalah gaji kau tidak perlu khawatir Oppa akan membayar gajimu" Kata Nara yang terlihat begitu bahagia di raut wajahnya


"Tidak usah tidak apa-apa, aku melakukannya dengan tulus" Ucap Alice


"Tidak bisa begitu, itu kan sudah jadi hak mu" Nara terus saja memaksa Alice


"Terserah kau saja lah, aku siap-siap dulu ya, mungkin nanti sore aku akan sampai disana"


"Baiklah hati-hati dijalan, Bye"


Setelah panggilan terputus Nara langsung berlari kebawah untuk menghampiri Cenzo.


"Oppa....." Teriak Nara dari atas tangga


Cenzo langsung mengalihkan pandangannya kearah Nara dan melihat Nara sedang berlari menuruni anak tangga.


"Baby jangan lari-lari ditangga seperti itu kau bisa jatuh" Ucap Cenzo sambil berdiri dan menghampiri Nara.


"Oppa, Alice mau, Alice mau merawat Jimin, aku bahagia sekali" Ucap Nara begitu sampai dibawah dan langsung memeluk Cenzo


"Iya tapi kau jangan berlarian seperti ini, kasian calon anak kita nanti" Kata Cenzo sambil mengelus perut Nara


"Sudahlah cepat beritahu Jimin, Alice akan tiba disini nanti sore"


Cenzo pun segera mengambil ponselnya untuk memberitakan kabar ini kepada Suho karena cuma Suho yang membawa ponsel sekarang.


Kata Suho, Jimin akan pulang nanti sore juga. Dia sudah meminta Izin kepada dokter dan dokter mau tak mau harus mengizinkan.


Nara dan Cenzo kembali bermain bersama anak-anak, hati Nara sudah sangat lega sekarang berkat Alice.


Next....

__ADS_1


Maafkan Author yang lupa update ini, sibuk banget jadi sampai lupa novelnya belum diserahkan.


Happy reading 💜


__ADS_2