Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
167. Tidak sesuai ekspetasi


__ADS_3

Setelah perkataan Nara kemarin, pagi ini Cenzo akan mengajak Nara untuk mengunjungi mamanya. Cenzo sebenarnya ingin sangat mengunjungi mamanya tapi Cenzo takut jika Nara mendapatkan perlakuan yang buruk nanti.


Tapi Cenzo sekarang sudah yakin, itu terserah nanti jika Nara mendapatkan perilaku yang sangat tidak berkesan dari mertuanya itu Cenzo tidak akan mengajak Nara kesana lagi.


"Baby apakah kau sudah siap" Teriak Cenzo dari bawah, pasalnya sedari tadi Cenzo sudah menunggu Nara selama setengah jam bersama dengan Clay dan Mate mereka berdua saja sudah siap entah apa yang Nara lakukan diatas sampai selama ini.


"Oppa ayo berangkat" Ucap Nara sambil menuruni tangga.


Nara menggunakan dress warna putih dengan rambut yang digerai indah, riasan yang tidak begitu tebal membuat Nara terlihat seperti gadis yang masih kuliah.


"Wahhh tak heran kau lama didalam ternyata kau berdandan secantik ini baby" Kata Cenzo sambil mengecup Kening Nara


"Kau bisa saja, ya sudah aku berangkat" Nara pun menuntun Mate dan Cenzo menggendong Clay.


Kenapa Nara dan Cenzo membawa anak-anak semua karena dirumah tidak ada yang mengurus. Alice sibuk mengurus Jimin, Lucca sedang pergi karena ada urusan yang sangat-sangat penting sedangkan Suho sudah mulai bekerja di kantor Cenzo.


Cenzo masih mengambil cuti dan berakhir hari ini saja karena sudah terlalu lama dia tidak bekerja.


Setelah mendudukkan anak-anak di kursi khusus di bagian belakang, Mereka semua pun berangkat ke rumah Mama Cenzo.


Kata Cenzo perjalanannya cukup lama karena jarak rumah mereka yang cukup jauh.


"Baby nanti kau jangan terlalu terkejut melihat perilaku mamaku ya" Ucap Cenzo


Cenzo sudah menceritakan semua tentang keluarganya dan papanya yang entah kemana sekarang. Sampai sekarang pun Cenzo masih memerintahkan anak buahnya untuk terus mencari tapi tak kunjung menemukannya juga.


"Apa dia begitu menakutkan?" Tanya Nara


Cenzo melihat kearah Nara kemudian tersenyum dan melihat ke depan lagi.


"Tidak, Baby lihat saja nanti ya. Mamaku sangatlah cantik tapi sikapnya begitu dingin" Ucap Cenzo


"Aku pasti bisa meluluhkan hati mama" Nara berkata dengan begitu optimis


"Ya ya ya... Istriku memang serba bisa" Ucap Cenzo sambil mengelus kepala Nara


"Boy apa kalian berdua aman" Ucap Cenzo dari depan

__ADS_1


"Yes...." Jawab mereka berdua


Selama perjalan Cenzo pun memutar musik agar susana tidak begitu jenuh. Anak-anak dibelakang menari kegirangan dan itu membuat Cenzo dan Nara merasa sangat bahagia melihat senyum lebar dari mereka berdua.


.


.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam lebih mereka pun akhirnya sampai. Saat masuk kedalam pekarangan rumah keluarga Cenzo Nara melihat rumah itu begitu sepi dan sunyi.


"Oppa yakin Mama ada didalam?" Tanya Nara


"Sepertinya jika masih jam segini dia belum pulang, tapi setengah jam lagi dia akan pulang" Ucap Cenzo


"Memangnya beliau kemana?"


"Dia bekerja di dekat sini, nanti jika kita sudah melihat dia berjalan kesini baru kita keluar, jika tidak begitu dia tidak akan mau membukakan pintu untuk kita jika dia sudah ada didalam" Jelas Cenzo


Nara pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Nara melihat-lihat sekitar rumah itu dari dalam mobil. Saat Nara ingin turun Cenzo tak mengizinkannya.


Nara tak tau jika Cenzo sedari tadi memandangnya dengan sangat tajam. Saat akan menghadap ke depan lagi Nara baru menyadarinya.


"Oppa kenapa?, apa ada yang salah denganku" Tanya Nara sambil meraba-raba wajahnya


Tanpa menjawab pertanyaan Nara, Cenzo perlahan-lahan mendekat kearah Nara setelah itu tangannya memegang pipi Nara.


Cenzo memandang Nara dari dekat lagi kemudian tangan Cenzo berpindah ke kepala Nara bagian belakang setelah itu menarik Nara agar lebih mendekat kearahnya.


Tanpa aba-aba Cenzo langsung ******* bibir Nara. Nara hanya menutup matanya dan menikmati ciuman itu. Tangan Cenzo sudah mulai tidak bisa dikendalikan dan masuk kedalam dress bagian bawah milik Nara.


Nara kemudian tersadar dan melepaskan ciumannya setelah itu memukul tangan Cenzo.


"Oppa kebiasaan deh, kenapa selalu tidak tau situasi jika sudah begini" Ucap Nara


Cenzo hanya tersenyum dan melihat kearah depan lagi. Dari jauh Cenzo melihat Mamanya sedang berjalan kearahnya. Cenzo langsung meminta Nara untuk membangunkan anak-anak dan mereka segera turun.


Baru saja mama Cenzo sampai didepan mobil Cenzo. Cenzo langsung keluar sambil menggendong Clay yang baru saja membuka matanya.

__ADS_1


"Mamm...." Panggil Cenzo.


"Kenapa kesini?" Tanya mama Cenzo sambil menundukkan kepalanya.


"Aku ingin mengenalkan seseorang kepada Mama" Ucap Cenzo dan menyuruh Nara keluar dari dalam mobi.


Nara segera keluar dan mendekat kearah mama Cenzo dengan menuntun Mate.


"Selamat pagi tante" Sapa Nara


Mama Cenzo langsung mengangkat kepalanya dan melihat kearah Nara. Pandangan matanya yang tadi begitu tajam tiba-tiba berubah menjadi hangat.


"Apa kau wanita yang dinikahi V waktu itu?" Tanya Mama Cenzo


"Iya tante" Jawab Nara


Mama Cenzo melihat kearah Cenzo dan baru menyadari jika Cenzo menggendong anak kecil dan Nara sedang menggandeng anak kecil juga.


"Apa ini cucuku" Mama Cenzo menjadi banyak bertanya sekarang


"Iya ini cucu mama semua. bagaimana apa kami boleh masuk kedalam" Tanya Cenzo


Mama Cenzo seketika langsung terdiam kembali mencoba memikirkan sesuatu.


"Tidak. Silahkan kalian semua pulang" Mama Cenzo langsung pergi meninggalkan mereka semua dan masuk kedalam rumahnya sambil mengunci pintu.


Cenzo dan Nara hanya bisa diam melihat itu. Sedetik kemudian Cenzo mendekat kearah Nara dan merangkul pundak Nara.


"Sudah jangan bersedih Baby, Mama memang seperti itu, ya sudah ayo kita pulang nanti Daddy akan membelikan kalian makan yang enak" Ucap Cenzo mencoba mencairkan suasana


Cenzo membukakan pintu untuk Nara setelah mendudukkan anak-anak dibelakang tadi.


Mereka semua pun akhirnya pulang dengan membawa perasaan yang sedih. Sepanjang perjalanan Cenzo menghibur Nara agar Nara tak berkecil hati dan akhirnya Nara mau mengerti dan kembali ceria lagi.


Perilaku seperti itu sudah biasa bagi Cenzo tapi bagi Nara itu sangat-sangat menyakitkan. Mereka baru saja bertemu dan Nara juga belum sempat memperkenalkan dirinya tapi mereka sudah diusir.


Next....

__ADS_1


__ADS_2