
Mereka pun akhirnya sampai di rumah Nara. Nara langsung masuk kedalam mencari mamanya.
"Ma.... Mama dimana" Ucap Nara begitu masuk rumah
"Nona Nara, Nyonya sedang di belakang" Kata salah satu maid di sana
Nara pun langsung menuju ke tempat ibunya di ikuti Cenzo di belakangnya.
Saat melihat mamanya Nara bergegas menghampirinya.
"Mama...."
"Sayang, akhirnya kau pulang juga" Ucap mama Nara sambil berdiri dan memeluk Nara
"Duduk sayang"
Mereka pun duduk berdua, Cenzo hanya berdiri di samping Nara sambil melihat-lihat sekitar.
"Sebenarnya aku tidak pulang ma, aku hanya ingin melihat keadaan kalian" Ucap Nara.
"Kenapa kau tak pulang sayang, kembalilah, mama begitu kesepian tidak ada kamu"
"Bukannya mama sudah biasa tanpa kehadiranku ya, dari dulu kan mama sangatlah sibuk dengan pekerjaan mama"
Yura langsung diam mendengar perkataan Nara. Memang benar ucapan Nara, dia dari dulu tidak pernah memperhatikan Nara sama sekali
"Siapa yang kau bawa ini sayang" Tanya mama Nara mencoba mengalihkan pembicaraan
Seketika Nara teringat bahwa dirinya kemari bersama Cenzo.
"Oohh... Dia temanku ma" Jawab Nara dengan sedikit melirik ke arah Cenzo yang terlihat melebarkan matanya.
"Apa kalian sudah makan?"
"Sudah ma, sebelum ke sini kami makan di luar"
"Apa kau tidak merindukan masakan mama"
"Tidak, mama sangat jarang memasakkan makanan untukku, aku saja sudah lupa bagaimana rasanya" Ucap Nara dengan jujur
Saat mereka sedang saling mengobrol tiba-tiba mama Nara mendapatkan telpon.
__ADS_1
"Mama jawab telpon sebentar ya. Kau duduklah" Ucap mama Nara pada Cenzo
Cenzo pun langsung duduk di sebelah Nara. Kakinya terasa kesemutan karena dari tadi berdiri.
Tak lama kemudian mama Nara kembali, dia terlihat sedang buru-buru.
"Sayang maaf tapi mama harus ke kantor sekarang tak apa-apa kan"
"Pergilah, sebentar lagi aku juga akan pulang"
Mama Nara pun langsung pergi ke dalam untuk bersiap-siap.
"Lihatlah, disaat seperti ini pun dia hanya memperdulikan pekerjaannya saja" Ucap Nara dengan menahan tangis
"Sudah tenanglah, masih ada aku disini"
"Apa kau tak akan meninggalkanku?" Tanya Nara secara tiba-tiba
"Tidak. Aku tak akan meninggalkanmu"
"Lantas bagaimana dengan istrimu?"
"Nanti akan aku ceritakan semua saat sudah dirumah ya."
"Iya"
"Bagaimana jika kita melihat kamar tidurmu sebelum pergi"
"Baiklah, ayo"
Mereka pun pergi menuju ke kamar Nara dulu saat dia masih tinggal disini.
Saat masuk Nara terkejut karena kamarnya masih sama persis seperti terakhir kali Nara tinggalkan dulu, tidak ada yang berubah sama sekali.
Cenzo langsung berbaring di tempat tidur Nara. Dan Nara sendiri masih sibuk berkeliling kamarnya.
"Kemari lah Baby" Ucap Cenzo
Dirasa tak ada jawaban dari Nara, Cenzo pun bergegas untuk mencari Nara.
Terlihat Nara sedang ada di depan cermin di kamar mandinya.
__ADS_1
Cenzo pun masuk dan mengunci pintu kamar mandi itu.
"Chagiya, apa yang kau lakukan, kenapa pintunya dikunci" Kata Nara yang melihat Cenzo dari balik cermin
Cenzo tak menghiraukan perkataan Nara dan berjalan mendekati Nara.
Nara hanya melihatnya dengan acuh.
Tanpa Nara sadari Cenzo mendekap Nara dari belakang, mencium tengkuk Nara dengan deru nafas yang terdengar sangat berat.
"Eemmmhhhh..... Aaapa yang kau lakukan" Ucap Nara
Cenzo seakan tuli dan tidak mendengarkan ucapan Nara, pandangannya sekarang dikelabui oleh hawa nafsu.
Cenzo mengangkat tubuh Nara dan mendudukkan di tepi bathub.
Sentuhan Cenzo seperti sengatan listrik yang Nara rasakan.
Cenzo memulai aksinya dengan ******* bibir Nara dengan nafsu yang sudah tak bisa di tahan lagi. Tangannya sibuk melepas kancing baju yang Nara gunakan. Tangan Cenzo sudah meraba kemana-mana
Nara sudah tak sadar dengan apa yang Cenzo lakukan, dia hanya menikmatinya saja.
Setelah puas bermain-main dengan bibir Nara, Ciuman Cenzo pun turun ke leher Nara dan meninggalkan bekas kepemilikan disana.
Nara sedari tadi hanya menahan suaranya agar tidak terdengar oleh Cenzo dengan menggigit bibi bawahnya.
Cenzo menjalankan aksinya dengan sangat lembut.
Selanjutnya bayangkan sendiri saja apa yang terjadi ya.......
"Eeemmhhhhh....."
"Lepaskan saja Baby jangan kau tahan"
Saat mendengar suaran Cenzo Nara tiba-tiba langsung sadar. Nara pun lantas langsung berdiri.
"Ceritakan dahulu yang ingin kau katakan tadi, dan aku akan mendapatkannya" Ucap Nara dan langsung pergi meninggalkan Cenzo sambil merapikan bajunya.
Cenzo hanya bisa melongo melihat kepergian Nara. Saat ini dia tidak bisa menyusul Nara ke luar karena dia masih harus menuntaskan sesuatu yang sudah menegang di bawah sana.
Next......
__ADS_1