
Hari sudah sore. Nara tak sedikitpun terbangun dari tidurnya begitu dengan Mate dan Clay. Cenzo memindahkan Nara agar tidur di sofa tadi. Cenzo tak bisa membayangkan bagaimana jadinya tadi jika Nara tetap tidur di pangkuannya selama itu, mungkin leher Cenzo akan cidera.
Cenzo melihat jam ditangannya dan sekarang sudah pukul 5 sore. Cenzo segera merapikan berkas-berkasnya setelah itu berjalan menghampiri Nara yang masih tertidur pulas di sofa.
"Baby bangun, ayo pulang" Ucap Cenzo sambil mengecup pipi Nara secara terus-menerus.
Nara mulai membuka matanya secara perlahan dan melihat Cenzo tetap di depannya.
"Oppa aku mengantuk sekali" Ucap Nara sambil melingkarkan tangannya di leher Cenzo.
"Ohh... Bayi besar ku masih mengantuk ya" Kata Cenzo sambil menggendong Nara.
Nara hanya mengangguk dan memejamkan matanya lagi. Bau parfum Cenzo membuat Nara merasa sangat nyaman dan rileks.
"Hey, kenapa kau tidur lagi baby" Ucap Cenzo saat mendengar dengkuran halus dari Nara.
Cenzo berjalan kearah mejanya dan mendudukkan Nara diatas meja.
"Oppa, aku benar-benar masih ingin tidur" Ujar Nara dengan manjanya.
Cenzo dengan cepat mengangkat dagu Nara setelah itu memangut bibir Nara.
__ADS_1
Nara yang saat itu atara sadar dan tidak sadar hanya bisa menikmatinya dan membalas ciuman Cenzo yang semakin liar itu.
"Ciuman sore" Ucap Cenzo setelah itu pergi meninggalkan Nara dan berjalan menuju tempat Mate dan Clay tidur.
Nara hanya bisa bengong melihat kepergian Cenzo itu. Disaat matanya sudah terbuka lebar dan kantuknya sudah hilang Cenzo malah meninggalkan seperti ini.
"Dasar Oppa sialan" Ucap Nara dan berjalan menuju sofa untuk tidur kembali.
Sesampainya di tempat tidur Mate dan Clay, Cenzo melihat mereka berdua yang sedang tertidur dengan sangat kelap itu. Cenzo mulai mendekat kearah Mate dan membangunkannya.
"Boy bangun, ini sudah sore ayo pulang" Ucap Cenzo sambil mengelus kepala Mate.
Setelah Mate sudah bangun, Mate segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Sekarang giliran Cenzo membangunkan Baby Clay yang sangat-sangat butuh kesabaran ekstra untuk membangunkannya.
"Clay, baby ayo bangun" Ucap Cenzo sambil mencium bibi chubby Clay.
Bukannya bangun Clay hanya menggeliat saja dan membuka katanya sebentar.
Clay melihat Cenzo yang ada di depannya kemudian tersenyum. Tapi sedetik kemudian Clay tertidur kembali.
"Waahh Clay, kau memang benar-benar menurun perilaku Mommy mu"
__ADS_1
Dengan cepat Cenzo mengangkat tubuh Clay dan membawanya ke kamar mandi. Hanya itu cara satu-satunya agar Clay terbangun. Cenzo membasahi tangannya dengan sedikit air kemudian diletakkan di wajah Clay.
Beberapa saat kemudian Clay langsung membuka matanya dengan lebar.
"Sudah bangun baby" Ucap Cenzo dan membawa Clay keluar.
"Mate ayo jangan bermain air" Kata Cenzo
Mate dengan cepat pergi mengikuti Cenzo. Mereka bertiga melihat Nara yang masih melanjutkan tidurnya di atas sofa. Cenzo punya rencana sekarang. Cenzo menaruh Clay di atas stroller. Kemudian membisikkan sesuatu kepada Mate.
Setelah mengatur rencana, Cenzo dan Mate mendekat ke arah Nara setelah itu Mate naik keatas tubuh Nara dan mulai menggelitiki Nara. Nara yang saat itu sedang sangat damai dalam tidurnya langsung terbangun.
"Hahaha.... apa yang kalian lakukan" Ucap Nara.
"Ini adalah serangan bangun tidur" Kata Cenzo dan mulai ikut menggelitiki Nara juga.
Cenzo dan Mate menyerang Nara hingga Nara terbangun dan langsung berlari ke kamar mandi.
"Rencana kita berhasil boy" Ucap Cenzo dan mereka berdua berjabat tangan.
Next....
__ADS_1