Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
191. Pembuat Onar


__ADS_3

Cenzo dan Nara sekarang sudah sampai dikamar. Cenzo membantu Nara untuk melepaskan bajunya dan bersiap untuk mandi bersama-sama.


"Baby apa aku boleh meminta makanan penutup ku?" Tanya Cenzo


"Makanan penutup apa yang kau maksud?" Nara sebenarnya mengerti apa yang dimaksud makan penutup oleh Cenzo tapi dia berpura-pura tak tau.


"Jatahku yang itu, sudah lama sekali kita tak melakukannya karena masalah yang datang bertubi-tubi ini"


"Hemm aku mengerti apa yang Oppa maksud tapi kau harus melakukannya dengan pelan karena kaki ku masih sakit" Ucap Nara


"Baiklah kita mandi terlebih dahulu apa bercocok tanam tanam terlebih dahulu" Tanya Cenzo dengan wajah yang begitu bahagia


"Bercocok tanam?, Terserah kau saja" Nara tertawa mendengar perkataan dari Cenzo yang menyebut istilah itu dengan bercocok tanam


"Langsung saja ya Baby, aku takut anak-anak bangun nanti kita tak bisa melakukannya lagi"


"Iya aku ikut apa mau mu saja Oppa"


"Baiklah kita kembali ke tempat tidur lagi"


Cenzo langsung menggendong tubuh Nara dengan bibir mereka yang saling berpangutan.


Tanpa berlama-lama lagi Cenzo pun segera membaringkan Nara ditempat tidur dan mulai menjalankan aksinya.


******* demi ******* mulai terdengar dari mulut mereka. Kenikmatan yang memang tidak bisa dipungkiri lagi untuk pasangan suami istri.


Sesuai dengan permintaan Nara tadi Cenzo pun melakukannya dengan sangat halus. Cenzo ingin mempunyai seorang putri jadi dirinya harus bekerja ekstra.


.


.

__ADS_1


Beberapa saat telah berlalu. Rencana mereka yang akan mandi pun batal. Mereka berdua sudah tertidur pulas lagi karena kelahan dan melupakan mandi mereka.


Cenzo dan Nara tidur dengan saling berpelukan masih dengan badan yang polos tak mengenakan sehelai benang pun hanya selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.


Sekarang jam telah menunjukkan pukul 6 sore. Clay dan Mate yang sudah bangun langsung berlari kearah kamar Cenzo dan Nara untuk bermain bersama mommy dan Daddy nya.


Tok.. Tok... Tok.... Tok....Tok....


"Daddy, Mommy buka pintunya, ayo kita main bersama-sama" Ucap Mate dari balik pintu dan Clay membantu menggedor-gedor pintunya.


Suara mereka yang sangat berisik diluar pun akhirnya mengganggu tidur Cenzo dan juga Nara.


Nara perlahan mulai membuka matanya. Nara yang mendengar suara anak-anak pun langsung panik dan memungut bajunya yang berserakan dilantai kemudian langsung mengenakannya.


Setelah mengenakan bajunya Nara langsung membangunkan Cenzo. Cenzo yang lelah pun sangat sulit untuk dibangunkan tanpa berpikir panjang lagi Nara langsung menampar pipi Cenzo agar Cenzo segera bangun.


Plllaaakkkk........


"Oppa sih tak bangun-bangun makannya aku menggunakan cara ini" Jawab Nara dengan santainya


"Menangnya ada apa hingga kamu membangunkan ku dengan seperti ini?"


"Oppa dengar tidak suara anak-anak sudah gaduh di luar sana dari tadi menggedor-gedor pintu, cepat kenakan pakaian mu dan temani anak-anak main"


Dengan menarik nafas yang panjang Cenzo pun mulai mengenakan kembali pakaiannya setelah beres semua Cenzo pun membuka pintu kamarnya.


Saat pintu sudah terbuka Cenzo melihat Mate dan Clay yang sudah rapi dan segar sepertinya mereka baru selesai mandi.


"Ada apa kalian ini berisik sekali Mommy sedang istirahat" Ucap Cenzo


"Daddy sudah lama sekali kita tak main bersama, ayo kita main di bawah ya" Ajak anak-anak

__ADS_1


"Baiklah, sentar Daddy akan menyuruh Mommy agar istirahat lagi ya, kalian turun dulu"


"Baik Daddy"


Cenzo kembali lagi kedalam kamar dan menghampiri Nara.


"Kau istirahat lagi saja aku akan menemani anak-anak main" Ucap Cenzo sambil mengelus kepala Nara


"Baiklah, tapi bisakah Oppa panggilkan Alice agar dia kesini"


"Iya akan aku panggilkan, aku kebawah dulu ya"


"Oke"


Cenzo pun akhirnya turun kebawah untuk menemani anak-anak tapi sebelum itu Cenzo mencari Alice dan bilang kepadanya kalau Nara sedang mencarinya.


"Daddy ayo main permainan yang paling seru" Ucap Mate


"Ayo siapa takut nanti kalau kalian kalah jangan menangis ya"


"Siapa takut"


Mereka bertiga pun akhirnya bermain bersama. Suara gelak tawa mereka memenuhi hingga seisi rumah. Semua orang yang mendengar itu pasti akan merasa turut senang juga.


.


.


Jangan banyak bilang kurang hot atau apalah ya, Author yang mau kalau nanti pas update nggak bisa karena terlalu fulgar dan kena revisi. Nanti kalau kena revisi mau ngerombak lagi dan lebih lama. Jadi seadanya saja ya, maaf kalau Author nggak Update sesuai yang kalian minta.


Next Happy reading....

__ADS_1


__ADS_2