
Begitu sampai dirumah sakit, para perawat segera mengambil alih dan membawa Nara keruang operasi untuk mengeluarkan bayi yang ada di perutnya.
Yang membuat Nara langsung percaya akan perkataan Laura tadi karena Cenzo menjalin kerja sama dengan Tuan Albert dan Nara tau itu, baru-baru ini Cenzo selalu bolak-balik kantor karena Tuan Albert selalu ingin bertemu dengan Cenzo. Walaupun hanya beberapa jam saja. Padahal klien yang lain selalu dihandle oleh Suho.
.
.
.
.
Pak satpam dan Mate baru saja tiba di kantor Cenzo. Mate langsung berlari masuk kedalam sambil menangis.
"Daddyyy.........." Teriak Mate dengan air mata yang terus menetes.
Para karyawan yang melihat Mate dengan bingung, siapa Daddy anak kecil ini.
Kebetulan sekali saat itu Cenzo dan Suho sedang ada dilobi karena baru saja memonitoring semua karyawan yang sedang bekerja. Mate terus saja memanggil Daddy nya. Salah satu karyawan mencoba bertanya pada Mate tapi Mate tak mau menjawabnya.
Cenzo dan Suho berjalan di lobi dan melihat ada keramaian dan mendengar tangisan anak kecil.
"Suho kau dengar itu" Ucap Cenzo
"Iya bos, sepertinya suara anak kecil sedang menangis"
"Siapa yang membawa anaknya kekantor, bikin pusing saja" Ucap Cenzo dan melanjutkan jalannya.
Setelah Cenzo berjalan beberapa langkah pak satpam tadi datang dan menghadang Cenzo.
"Tuan....." Kata Pak satpam itu
"Kau, kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Cenzo
"Anu itu tuan, Tuan Mate terus saja menangis karena Nona"
"Apa maksudmu, jadi itu Mate yang menangis" Cenzo segera berlari menghampiri Mate.
"Boyy....." Panggil Cenzo dan langsung menggendong Mate
"Daddy, tolong Mami Dad" Ucap Mate sambil sesenggukan.
Para karyawan dibuat melongo karena anak kecil itu memanggil Cenzo dengan sebutan Daddy.
"Bukannya Nyonya Nara masih mengandung ya, lantas anak ini anak siapa" Bisik para Karyawan itu.
"Apa maksudmu Mate" Tanya Cenzo pada Mate
__ADS_1
"Mami jatuh dan banyak darah" Ucap Mate
Cenzo pun terkejut mendengar itu, apa yang telah dia lewatkan. Apa yang terjadi pada istrinya kali ini.
"Suhoooo......" Teriak Cenzo.
Suho segera datang bersama dengan pak satpam tadi.
"Iya bos"
"Apa maksud perkataan Mate tentang Nara" Tanya Cenzo pada satpam itu
"Nyonya tadi saya temukan sudah tergeletak dilantai tuan dibawah tangga. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit. Saya kesini untuk menyampaikan itu pada tuan" Jelas satpam itu.
"Brengsekk" Teriak Cenzo dan langsung berlari sambil menggendong Mate menuju mobil untuk segera menyusul Nara.
Suho yang melihat Cenzo berlari segera menyusulnya. Suho tak akan membiarkan Cenzo menyetir mobil sendiri dengan keadaan seperti ini bahkan sekarang dia membawa Mate. Suho tak mau membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada bosnya itu.
"Bos biar saya yang menyetir. Kau duduklah dibelakang dengan Tuan Mate" Ucap Suho
"Cepatlah Suho"
Suho segera melajukan mobilnya dengan kencang ke rumah sakit. Sudah sangat sering Suho dan Cenzo ada diposisi ini karena Nara.
"Andai saja aku tak meninggalkannya tadi, mungkin dia masih baik-baik saja" Ucap Cenzo sambil menahan air matanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Mami mu Mate?" Tanya Cenzo
"Tante jahat yang mendorong Mami sampai Mami jatuh Daddy. Mate takut melihat tante itu" Mate berbicara dengan sesenggukan
Cenzo terdiam sejenak mencoba berfikir siapa tante jahat yang dimaksud oleh Mate. Cenzo segera mengambil ponselnya dan menghubungi Lucca.
"Kau datanglah kesini sekarang dan bawa anak buahmu sebanyak-banyaknya" Ucap Cenzo kepada Lucca di seberang telepon.
"Apa yang terjadi kak?" Tanya Lucca
"Datang saja, akan ku jelaskan nanti saat kau sudah tiba" Cenzo segera mengakhiri panggilan itu dan menyimpan ponselnya kembali sambil menenangkan Mate yang menangis.
.
.
.
Mereka pun akhirnya sampai dirumah sakit. Cenzo segera memberikan Mate kepada Suho dan berlari mencari keberadaan Nara.
"Pasien atas Nama Nara ada diruang berapa?" Tanya Cenzo pada resepsionis itu
__ADS_1
"Pasien atas nama Nyonya Nara masih ada diruang operasi Tuan disebelah sana"
Cenzo segera berlari menuju ruang operasi itu. Saat sampai terlihat pintu masih tertutup rapat itu artinya operasi masih berlangsung.
Cenzo langsung terduduk dilantai melihat itu.
"Operasi, Kenapa terus saja seperti ini. Jika terjadi apa-apa pada anak dan istriku aku tak akan bisa memaafkan diriku sendiri" Ucap Cenzo sambil menunduk dan membiarkan air mata yang sudah dia tahan dari tadi menetes.
Suho yang baru tiba melihat bosnya terduduk dilantai seperti itu membuatnya menjadi tidak tega. Suho mendekat kearah Cenzo dan mencoba menguatkan Cenzo.
"Tenang bos, Nyonya pasti akan baik-baik saja. Dia orang yang kuat" Ucap Suho
"Ini semua salahku Suho, andai aku menjaganya dengan baik ini tidak akan terjadi" Ujar Cenzo
.
.
.
.
Didalam ruang operasi Para dokter dan suster sedang berusaha melakukan operasi Caesar untuk mengeluarkan bayi yang ada di perut Nara. Bayi sudah berhasil dikeluarkan, tapi keadaan Nara menjadi semakin kritis. Setelah menyelesaikan masalah kelahiran bayinya. Sekarang dokter lebih fokus kepada nyawa ibu dari bayi ini.
"Nara bertahanlah, ingat Cenzo dan anakmu yang baru lahir ini" Ucap Jimin yang saat itu juga membantu operasi Nara.
Tangan Nara mulai bergerak sedikit dan keadaan kritis tadi sudah berhasil Nara lewati. Benturan di kepalanya cukup keras, Itupun jika Nara sadar nanti Nara akan mengalami sakit kepala yang amat dasyat.
Lampu ruang operasi pun sudah mati dan artinya operasi sudah selesai dilakukan. Para dokter sudah mulai keluar dari ruang operasi itu. Anak Nara dan Cenzo yang berjenis kelamin laki-laki masih harus dibawa keruang NICU karena bayi lahir dengan prematur dan masih membutuhkan penanganan khusus.
Cenzo melihat bayi yang dibawa keluar oleh suster itu dan meminta Suho untuk mengikutinya. Cenzo hanya bisa fokus ke Nara saat ini.
Jimin keluar dari ruang operasi sambil membantu para suster memindahkan Nara keruang perawatan.
Saat di luar ruangan Jimin melihat Cenzo yang masih duduk diatas lantai sambil memperhatikan ruang operasi itu.
"Kalian bawa dia dengan selamat ya" Ucap Jimin kepada para suster itu.
Jimin segera datang menghampiri Cenzo.
"V..." Panggil Jimin
"Jimin, bagaimana keadaan Nara, dia tidaka apa-apa kan" Tanya Cenzo dengan cepat. Jimin bisa melihat wajah Cenzo yang begitu panik dan mata Cenzo yang sembab.
"Dia tidak apa-apa, kita tunggu saja sampai di siuman ya. Ayo aku antar ke ruangan rawat Nara"
Jimin membantu Cenzo berjalan dengan benar. Karena Cenzo bilang tadi jika kakinya sangat lemas dan tidak bisa berjalan dengan benar.
__ADS_1
Next.....