
Selama ini kehidupan keluarga Cenzo sangat tentram. Tapi Cenzo tak tau jika bahaya sedang mengincar keluarga mereka. Orang yang sedang mengincar Cenzo bahkan tak segan-segan menyakiti istri dan juga anak Cenzo yang penting dia bisa membalaskan dendamnya.
"Rencana sudah tersusun dengan rapi, sekarang tinggal menjalankan rencananya" Ucap orang tersebut dengan seringai di bibirnya. Orang tersebut langsung berjalan dan masuk kedalam mobilnya dengan cepat melajukan mobilnya ke jalan raya.
"Sekarang mulai mengintai orangnya terlebih dahulu sebelum ke rencana inti" Pria itu begitu bersemangat untuk menjalankan aksinya. Dia mulai menghubungi anak buahnya untuk menjalankan tugas yang sudah dia rencanakan dan dia hanya akan ikut menjalankan aksinya jika target sudah di tangkap.
Pagi ini saatnya Cenzo untuk berangkat bekerja kembali. Nara sekarang terlihat sedang sibuk di dapur untuk memasakkan bekal makan siang untuk Cenzo. Cenzo sendiri masih tidur dan belum juga bangun padahal Nata sudah membangunkannya dari tadi.
Kemarin Cenzo dan Nara memutuskan untuk menidurkan Clay dan Mate di kamar mereka yang sudah Cenzo siapkan dari dulu, dengan begitu Cenzo akan bebas melakukan apapun kepada Nara tanpa ada gangguan dari bocah-bocah itu.
Cenzo memutuskan untuk mengajarkan Clay dan Mate menjadi anak yang mandiri sejak dini karena Cenzo tak mau mempunyai anak yang manja dan banyak tingkah nantinya.
"Pasti dia masih belum juga bangun" Ucap Nara sambil berjalan menuju kamarnya untuk membangunkan Cenzo lagi. Saat masuk ke dalan kamar benar saja perkiraan Nara sejak tadi. Terlihat Cenzo masih tidur dengan tampannya.
"Oppa bangun sudah siang, kau tak ke kantor" Ucap Nara sambil membuka seluruh gorden yang ada di kamar agar cahaya matahari bisa masuk ke dalam.
__ADS_1
Cenzo merasa terganggu tidurnya karena sinar matahari itu.
"Baby tutup gordennya, lina menit lagi aku akan bangun" Ucap Cenzo sambil menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Tidak, ayo bangun sekarang" Nara menarik selimut Cenzo dengan keras hingga terbuka semua.
Cenzo pun tak mau kalah, dengan cepat Cenzo menarik Nara hingga terjatuh diatas tubuh Cenzo.
"Bagaimana jika satu ronde saja setelah itu aku berangkat ke kantor" Bisik Cenzo tepat di telinga Nara dengan suara beratnya
"Jangan macam-macam Oppa ini masih pagi" Ucap Nara dengan malu-malu.
"Tak masalah, anggap saja olahraga pagi"
Cenzo dengan cepat langsung menjalankan aksinya sebelum anak-anak bangun dan mengganggu kegiatan menyenangkan Cenzo.
Pagi ini kamar mereka dipenuhi dengan suara \*\*\*\*\*\*\* dari Cenzo dan Nara.
"Baby, aku ingin anak perempuan" Ucapan Cenzo disela-sela kegiatannya.
__ADS_1
"Eemm.... Tapi Clay masih kecil Oppa" Jawab Nara dengan menahan desahannya
"Tapi aku ingin anak lagi, boleh ya" Cenzo dengan sekuat tenaga merayu Nara agar mau untuk memiliki anak lagi.
"Tidak Oppa"
Dengan cepat Cenzo langsung mencabut miliknya dan langsung tidur di samping Nara. Nara bingung karena sedang enak-enaknya Cenzo malah pergi begitu saja.
"Oppa kenapa pergi, kau mencampakkan aku" Ucap Nara
"Tidak mau aku marah padamu, Aku ingin anak perempuan Baby, ayolah mau ya" Rayu Cenzo
"Baiklah baiklah, tapi ayo cepat lanjutkan sebelum anak-anak bangun dan datang kesini"
Setelah mendengar perkataan Nara, Cenzo dengan cepat menerkam Nara kembali. Cenzo akan sering-sering mengajak Nara untuk olah raga ranjang seperti ini agar cepat memiliki anak lagi.
Bagi Cenzo tak masalah memiliki banyak anak itu akan membuat suasana rumah menjadi lebih ramai dan hangat lagi. Cenzo dan Nara sudah memiliki 2 jagoan dan hanya kurang princess saja agar ada yang menemani Nara.
Next......
__ADS_1