
"Oppa aku lelah" Ucap Nara karena mereka dari tadi hanya duduk saja. Cenzo tak pernah membiarkan Nara beranjak dari atas kursinya.
"Sebentar lagi acaranya sudah selesai Baby, sabar ya" Kata Cenzo
Satu-persatu tamu undangan Cenzo sudah mulai berpamitan untuk pulang, hanya tinggal teman-teman dekat Cenzo saja yang masih tersisa.
"Oppa ayolah tidur aku lelah" Rengek Nara
"Baiklah-baiklah" Cenzo segera menggendong Nara dan membawa Nara ke salah satu kamar hotel yang sudah Suho pesankan tadi.
Cenzo segera membaringkan Nara ke tempat tidur dan Cenzo ikut berbaring disamping Nara. Cenzo rasa semenjak Nara hamil, Nara suka sekali tidur membelakangi Cenzo, tapi saat Cenzo tak memeluknya Nara akan marah.
Setelah Nara sudah tertidur nyenyak Cenzo bangun dan turun ke bawah untuk menemui teman-temannya.
Malam pertama mereka berdua harus batal karena Nara hamil dan kehamilannya masih rentan, terpaksa Cenzo harus menyibukkan diri dengan yang lain. Jika harus berduaan bersama Nara ditempat tidur terus-menerus Cenzo tak yakin bisa mengendalikan dirinya.
"Kok kau kembali kak bagaimana dengan kakak ipar" Ucap Lucca
"Dia sudah tidur" Jawab Cenzo sambil ikut bergabung dengan yang lain.
"Gue kira lo mau malam pertama V" Kata Kai teman Cenzo
"Malam pertama kepalamu. Dia sedang hamil, jadi tak ada malam pertama" Jawab Cenzo
"Waahhhh sudah kau unboxing dulu ya Zo" Ejek Jeno
"Udah diam kalian semua"
Malam itu semua teman Cenzo habis-habisan mengejek Cenzo karena tak bisa melakukan malam pertama setelah menikah.
Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi Cenzo pun berpamitan kepada yang lain untuk kembali terlebih dahulu ke kamar. Mereka semua yang melihat Cenzo sudah mau tidur ikut bubar dan kembali ke kamar masing-masing.
Cenzo segera naik keatas tempat tidur dan langsung memeluk Nara. Sungguh Cenzo sangat tersiksa malam ini.
Cenzo memutar tubuh Nara agar menghadap kepadanya. Tanpa Cenzo sadari tiba-tiba tangannya meraba-raba buah dada Nara. Nara yang sedang tertidur pun merasa sedikit terganggu. Cenzo memainkannya dengan pelan dirasa sudah tak bisa menahannya akhirnya Cenzo mengulum buah dada itu.
Cenzo mengulumnya hingga tertidur. Saat ini Cenzo terlihat seperti bayi yang sedang meminum susu ibunya.
__ADS_1
Sungguh nikmat sekali melihat Cenzo yang tidur dengan menyusu seperti seorang bayi. Cenzo memang bisa saja menemukan kesenangannya.
Jam telah menunjukkan pukul 7 pagi, Nara perlahan-lahan mulai membuka matanya. Dengan setengah sadar Nara merasa buah dadanya sangat hangat tapi Nara tak menghiraukannya dan memilih tidur kembali.
Tak lama setelah Nara tidur kembali Cenzo mulai bangun. Mulutnya masih sibuk menyusu, bahkan Cenzo tak melepaskannya sedikitpun selama semalaman.
"Eemmmm..... nikmatnya" Ucap Cenzo
Nara yang mendengar suara Cenzo pun langsung terbangun dan kini Nara mulai menyadari perbuatan Cenzo.
Cenzo pun kaget dan dengan cepat melepaskan mulutnya dari buah dada Nara.
Nara menggeser tubuhnya agar berjauhan dengan Cenzo. Nara merasakan anunya sangat sakit.
"Apa yang Oppa lakukan?" Tanya Nara
"Tidak ada Baby. Kau salah paham" Jelas Cenzo
"Tapi ini sakit" Ucap Nara sambil menunjuk buah dadanya
"Tadi malam aku tak bisa tidur makanya aku melakukan itu agar cepat tertidur"
__ADS_1
"Jangan bilang kau mengulumnya semalaman"
"Tidak juga, hanya 5 jam"
"Aaaiisshhhh.... Pantas saja ini sakit Oppa"
Cenzo pun merasa bersalah kepada Nara. Kenapa dirinya tak bisa mengendalikan diri tadi malam.
"Maafkan Oppa ya. Aku tersiksa tadi malam karena tak mendapatkan jatah malam pertama setelah menikah" Ucap Cenzo dengan wajah yang memelas.
"Suruh siapa kau melakukannya sebelum menikah dan membuatku hamil duluan"
"Tapi maafkan Oppa ya. Oppa janji akan Oppa belikan apapun kalau Baby maafkan Oppa"
"Janji".
"Iya janji"
Nara mulai memikirkan semua hal-hal yang sudah Nara inginkan dari tadi malam. Sebentar lagi keinginan itu akan terpenuhi.
"Baiklah kalau begitu Oppa ku maafkan"
"Thanks Baby, kau memang wanita terbaikku" Ucap Cenzo sambil mencium perut Nara
"Aku mau mandi dulu Oppa"
"Aku mandikan ya. Kau tak boleh sendirian dikamar mandi, disana sangat berbahaya" Kata Cenzo sambil mengangkat tubuh Nara.
Pagi ini mereka berdua mandi bersama-sama dengan saling bergurau di dalam kamar mandi. Cenzo sudah berjanji tidak akan macam-macam kepada Nara jadi Nara merasa lega.
__ADS_1
Next.....