Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
157. Mengantar pulang


__ADS_3

Setelah Nara dan Cenzo selesai sarapan Alice baru saja keluar dari dalam kamarnya. Alice langsung berjalan menghampiri mereka yang sedang berkumpul di ruang tengah.


"Alice sudah makan?" Tanya Nara sambil menggandeng tangan Alice


"Sudah tadi Nara. Nara aku pamit mau pulang dulu ya, kerjaan ku masih banyak" Ucap Alice


"Kau mau pulang sekarang, aku antarkan boleh ya" Kata Nara


"Tidak usah kau istirahat saja dan jaga anakmu dirumah" Tolak Alice secara halus. Alice tak mau merepotkan Nara lagi kali ini.


Nara mencari ide bagaimana cara agar Alice bisa pulang dengan selamat dan Nara tak perlu kepikiran lagi. Saat sedang melihat-lihat sekitarnya Nara menemukan ide yang sangat cocok kali ini.


Nara berjalan kearah Jimin dengan seringai diwajahnya.


"Jimin kau sedang free kan sekarang?" Tanya Nara


"Iya, kau tau sendiri kan aku masih cuti kerja juga sama seperti Cenzo, memangnya ada apa" Ucap Jimin sambil terus bermain bersama Mate dan Clay


"Baiklah kalau begitu kau cepat antar Alice pulang ya" Ucap Nara


"What... Kenapa harus aku yang mengantarnya dia bisa pulang sendiri kan" Kata Jimin


"Iya Nara aku bisa pulang sendiri kok" Sahut Alice


"Tuh kan Ra, dia aja bilang bisa pulang sendiri ngapain kita repot-repot nganterin dia pulang" Jimin berusaha menolak terus-menerus


"Oppa coba kau yang bilang ke kunyuk itu" Ucap Nara sambil berjalan mendekat kearah Cenzo setelah itu membisikkan sesuatu ke Cenzo.


"Jika Oppa berhasil membujuk Jimin untuk mengantarkan Alice pulang Oppa akan mendapatkan hadiah dariku malam ini" Bisik Nara


Cenzo langsung tersenyum mendengar itu. Jika perlu Cenzo akan menendang Jimin masuk kedalam mobil agar dia mau mengantarkan Alice pulang.


"Cepatlah kau antarkan dia Jimin, Kau tak kasihan kepada wanita, kan kau sendiri yang membawanya waktu itu" Ucap Cenzo


Lucca hanya diam dari tadi dan tak mengucapkan sepatah katapun. Lucca takut jika dia salah bicara nanti malah dirinya yang akan jadi korbannya. Lebih baik dirinya diam saja beberapa saat ini.


"Tapi kan kunyuk sialan itu juga terlibat kenapa jadi aku yang rugi disini" Ucap Jimin


"Oke kalau kau tak mau, aku akan menelfon Frans dan bilang padanya jika kau tak mau lagi bekerja dengannya kan beres" Ancam Cenzo


"Dasar sialan itu juga rumah sakit milikku brengsek" Ucap Jimin


Frans adalah rekan bisnis Cenzo bersama dengan Jimin juga dirumah sakit. Mereka bertiga saling berbagi modal untuk mendirikan rumah sakit itu dulu jadi Cenzo dan Jimin juga memiliki hak yang sama terhadap rumah sakit itu bersama dengan Frans.


"Kau nggak asik tau V, Baiklah-baiklah ayo cepat jalan" Ucap Jimin dan langsung bangkit dari duduknya menuju ke kamar untuk mengambil jaket miliknya.

__ADS_1


"Ra ini nggak apa-apa kan" Tanya Alice yang sedikit tidak enak itu


"Udah nggak apa-apa kok, nanti kalau sampai kabari aku ya" Ucap Nara dan mengantarkan Alice ke depan.


"Tuan-tuan saya pamit ya, terimakasih atas semuanya" Kata Alice sebelum pergi.


Nara membukakan pintu mobil untuk Alice da menyuruh Alice langsung masuk saja sambil menunggu Jimin datang.


"Nanti jangan lupa main kesini ya" Ucap Alice dengan senyum yang sangat indah di wajahnya


"Kau ini cantik sekali, beruntung sekali tuan Cenzo mendapatkan mu. Jika ada waktu luang aku akan sering datang kesini" Kata Alice


Mereka berdua mengobrol-ngobrol sambil menunggu kedatangan Jimin. Tak lama kemudian Jimin datang dan langsung masuk kedalam mobil.


"Kita berangkat dulu" Ucap Jimin sambil menghidupkan mesin mobilnya


"Hati-hati kalau bawa mobil jangan cepat-cepat" Teriak Nara dari luar


"Kau jangan cerewet Nara. Aku berangkat" Teriak Jimin dari dalam mobil juga.


Alice hanya tersenyum melihat interaksi antara Nara dan Jimin itu.


Setelah melihat mobil Jimin sudah keluar dari pekarangan rumah Nara pun masuk kedalam dan bermain kembali bersama dengan yang lain.


"Dipinggiran kota X, aku tinggal disana" Jawab Alice sambil menundukkan kepalanya


"Kenapa rumahmu jauh sekali" Ucap Jimin


"Karena aku memang punya rumahnya disana"


"Pindah saja agar aku tak perlu mengantarmu jauh-jauh" Jimin mulai berbicara sembarangan sekarang


Alice terkejut mendengar perkataan Jimin baru saja. Bagaimana bisa ada orang yang mempunyai pikiran aneh seperti ini.


"Kau ini sehat apa tidak, kalau tidak aku bisa memeriksa mu" Ucap Alice


Jimin langsung melihat kearah Alice dengan wajah yang sangat-sangat jutek.


"Kau ini mau kengejekku atau gimana" Kata Jimin


"Ucapan mu sangat-sangat tidak karuan jadi aku berniat membantumu agar kau sembuh" Ucap Alice


"Aku bisa memeriksa diriku sendiri tidak perlu meminta bantuanmu" Jawab Jimin


"Bagaimana bisa seorang seperti dirimu memeriksa" Ejek Alice

__ADS_1


"Kau meremehkan ku Nona, aku ini dokter walaupun seperti ini ya"


Alice terkejut mengetahui pernyataan bahwa Jimin adalah seorang dokter.


"Kenapa kau terkejut sekarang. Kau tau Rumah sakit Grande Ospedale Metropolitano Niguarda?" Tanya Jimin dan Alice menganggukkan kepalanya.


Bagaimana tidak tau itu adalah Rumah sakit terbaik di Italia dan itu adalah Rumah sakit impian Alice sejak dahulu. Dulu setelah lulus kuliah Alice sudah mencoba melamar kerja dirumah sakit itu tapi tidak diterima. Sangat sulit untuk masuk bekerja di Rumah sakit tersebut.


"Rumah sakit itu adalah milik ku, V, dan juga Frans" Ucap Jimin


"Apaaaaa......." Teriak Alice. Alice sungguh tak menyangka jika dirinya bertemu orang-orang kaya seperti ini


"Jangan terkejut seperti itu sudah biasa bagiku seperti itu" Jimin mulai menyombongkan dirinya.


"Ini belok dimana?" Tanya Jimin karena mereka sudah sampai di lingkungan rumah Alice


"Didepan belok ke kanan saja, nanti rumahku ada di paling ujung sebelah kiri jalan" Jawab Alice


Perjalanan mereka yang sedikit panjang tidak terasa lama karena dari tadi diperjalanan mereka terus saja mengobrol satu sama lain walaupun obrolan mereka tidak begitu penting.


"Stop stop itu rumahku" Ucap Alice sambil menunjuk rumah di depannya.


Jimin yang terkejut refleks langsung mengerem mobilnya.


"Ini rumahmu" Tanya Jimin sambil melihat rumah Alice didepannya itu.


"Iya, kau tidak amu turun aku buatkan minuman dulu" Kata Alice


"Tidak usah aku sudah ada janji dengan V dan anak-anak akan mengajak mereka bermain" Tolak Jimin


"Baiklah Kalau kau mau berkunjung silahkan datang saja" Kata Alice.


"Oke, aku pulang dulu"


Jimin langsung melajukan mobilnya dari pekarangan rumah Alice. Alice masih berdiri didepan sambil melihat mobil Jimin yang mulai menjauh.


Saat Alice akan masuk dia baru teringat dimana mobilnya berada. Setelah dibawa Jimin ke Korea waktu itu dia sudah tak memikirkan mobilnya lagi.


"Nanti aku tanya ke Nara saja deh" Ujar Alice dan langsung masuk kedalam rumahnya.


Rumah Alice



Next...

__ADS_1


__ADS_2