
Tak butuh waktu lama untuk menuju ke rumah Sam karena Lucca melajukan mobilnya dengan sangat kencang.
Lucca dan Cenzo langsung masuk ke dalam dan mendobrak pintu rumah Sam.
Sam yang saat itu sedang akan tidur dengan Yura mendengar suara dobrakan pintu langsung bangun dan melihat keluar.
"Keluar kau bajingan tua" Teriak Cenzo dari bawah
Sam dan Yura pun langsung menuju kebawah. Semua pembantu dirumah Sam berkumpul diruang tamu melihat kekacauan apa yang terjadi.
"Apa yang kau lakukan disini" Kata Sam sambil menuruni tangga.
"Dia orangnya kak" Tanya Lucca sambil berbisik ke Cenzo
"Iya. Orang tua gila"
Sam pun yang sudah sampai dibawah segera menghampiri Cenzo dan Lucca.
"Kalian semua masuk ke kamar masing-masing" Ucap Sam
"Baik tuan" Jawab pembantu Sam dengan serempak
"Katakan apa tujuanmu" Tanya Sam
"Aku datang untuk membawamu ke penjara" Jawab Cenzo dengan santai sambil berjalan mendekati sofa dan duduk disana.
Mata Sam mengikuti pergerakan Cenzo dengan sangat teliti. Kemudian pandangannya jatuh pada Lucca yang sedang memandangnya dengan sangat tajam.
"Bagaimana bisa. Aku saja tidak pernah membuat masalah yang melanggar hukum"
"Dasar psikopat gila" Ujar Lucca dengan nada yang pelan tapi masih bisa didengar oleh Sam.
Sam yang mendengar perkataan Lucca langsung maju dan memukul wajah Lucca.
"Apa yang kau bilang brengsek" Teriak Sam
"Hahaha..... Seorang iblis yang berkedok menjadi ayah beginilah jadinya" Ejek Lucca
Sam pun mulai terpancing emosi kembali. Saat Sam akan melayangkan tinjunya pada Lucca, Cenzo datang dan langsung menendang perut Sam hingga Sam terjatuh.
__ADS_1
"Papa......" Teriak Yura sambil berlari dari tangga menghampiri Sam yang sedang tersungkur dilantai.
"Apa yang kalian lakukan. Aku akan melaporkan kalian ke polisi" Ucap Yura
"Silahkan saja Nyonya, Itu semakin mempermudahkan kami" Jawab Cenzo
Sekarang Lucca dan Cenzo hanya duduk diatas sofa sambil memperhatikan Sam dan Yura dengan tersenyum.
"Oh iya tuan Sam, apa kau tau mantan kekasih anakmu yang bernama Soobin. Aku baru saja bertemu dengannya, kita mengobrol dengan sangat asik. Sayangnya kau tadi tidak ikut bergabung dengan kami" Ucap Cenzo
Wajah Sam seketika menjadi pucat pasi setelah mendengar perkataan Cenzo.
"Apa yang kalian bicarakan" Tanya Sam sambil berjalan menghampiri Cenzo
"Hanya masalah pribadi, kau tidak boleh mengetahuinya"
"Lantas kenapa kau kesini dan membuat keributan" Ucap Sam
"Aku tau kalau kau yang meminta si brengsek itu untuk menculik Nara" Jawab Cenzo sambil berdiri dan mengelilingi Sam
Yura seketika terkejut. Apa maksud perkataan Cenzo baru saja. Kenapa Sam menyuruh Soobin untuk menculik Nara
"Apa yang kau maksud" Teriak Yura
"Tidak... tidak... dia bohong jangan dengarkan dia" Ucap Sam mencoba membela diri.
"Lucca" Kata Sam
Lucca langsung menyalakan rekaman pembicaraan antara mereka dengan Soobin tadi.
Cetarrrrrrr.......
Terdengar dari arah luar ada yang memecahkan guci. Lucca segera berlari keluar untuk mengecek keadaan. Tanpa Lucca duga ternyata Nara sedang ada disana dengan keadaan yang kacau.
Dengan menggunakan baju rumah sakit dan wajah yang dipenuhi dengan air mata.
"Kakak ipar" Ucap Lucca
Cenzo yang mendengar Lucca memanggil kakak ipar segera pergi menyusul Lucca diluar begitu juga kedua orang tua Nara.
__ADS_1
"Baby" Ucap Cenzo saat melihat Nara yang sedang berdiri disamping pecahan guci itu.
Kedua orang tua Nara pun tak kalah terkejutnya melihat itu.
Saat Cenzo akan berjalan mendekati Nara. Nara segara mengambil pecahan guci tersebut dan menggenggamnya dengan sangat erat hingga darah berceceran kelantai.
"Apa benar yang kalian bicarakan tadi" Teriak Nara
"Itu tidak seperti yang kamu kira sayang" Ucap Mama Nara
"Jangan mendekat" Teriak Nara saat Cenzo akan mendekatinya.
"Diam lah dulu" Ucap Lucca mencoba mencegah Cenzo
"Sekarang apa lagi haaa? Apa yang akan kalian ambil lagi dariku. Kalian selalu tak memperdulikanku, aku bisa menerima itu. Tapi kenapa, kenapa, kenapa sampai seperti ini padaku" Ucap Nara diselingi dengan tangisan.
"Sayang dengarkan dulu" Ucap Sam
"Semua sudah jelas pa, Kau tak perlu menjelaskan padaku lagi"
"aaaaaaggghhhhhhhhhhhhh......." Teriak Nara
Emosi Nara sudah tak bisa dikendalikan lagi. Nara akan menusuk perutnya dengan pecahan guci tadi.
Cenzo yang melihat itu langsung berlari kearah Nara.
"Apa yang kau lakukan Nara" Teriak Cenzo sambil mencoba merebut pecahan guci itu dari tangan Nara hingga melukai tangan Cenzo sendiri.
"Hey hey tenanglah Baby, ada aku disini tenanglah" Ujar Cenzo. Nara pun perlahan-lahan mulai tenang.
"Mereka jahat, mereka selalu tak memperdulikanku dan sekarang mereka akan menghancurkan hidupku" Ucap Nara dengan lirih kemudian Nara kehilangan kesadarannya.
"Nara" Ucap Sam
Cenzo segera mengangkat tubuh Nara dan memasukkan kedalam mobil.
"Lucca kau serahkan bajingan ini kepolisi. Kau boleh menyiksanya jika kau mau. Aku tak ingin kau membunuhnya karena dia masih ayah dari kekasihku. Aku tak mau membuat kekasihku menjadi anak yatim" Ucap Cenzo
"Kau serahkan saja padaku. Anak buahku juga sudah datang" Jawab Lucca sambil menunjuk mobil yang baru saja berhenti.
__ADS_1
Cenzo pun langsung membawa Nara kerumahnya dan akan mengobati Nara dirumahnya saja tidak di rumah sakit. Bukan berarti Cenzo tak punya uang, tapi Cenzo tak ingin Nara mengakhiri dirinya sendiri seperti waktu itu.
Next.....