
Pagi pun telah tiba, Nara mulai bangun dari tidurnya. Nara mengingat kejadian semalam bersama Cenzo.
"Aaagghhh.... Kenapa pagi-pagi seperti ini aku sudah berfikiran kotor" Ucap Nara.
Nara memandangi Cenzo yang masih terlelap dalam tidurnya. Tangan Nara terulur dan memegang pipi Cenzo.
"Calon Daddy ini gemas sekali" Ucap Nara.
Nara segera turun dari atas tempat tidur dengan melilitkan selimut pada tubuhnya. Nara mulai memunguti pakaian miliknya dan milik Cenzo yang berserakan di lantai setelah itu memasukkannya kedalam keranjang baju kotor.
Nara masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Nara memutuskan untuk berendam air hangat terlebih dahulu. Sambil menunggu air penuh Nara menggosok giginya di depan cermin sambil memperhatikan lehernya yang penuh dengan kissmark milik Cenzo sampai ke dadanya.
"Kenapa dia membuatnya banyak sekali seperti ini" Ujar Nara sambil mencoba menggosoknya.
Nara melihat bathubnya sudah terisi penuh, Nara pun segera kesana dan menuangkan sedikit aroma terapi dan mulai berendam disana.
Saking rileksnya Nara sampai tertidur kembali disana. Dan pas saat itu Cenzo yang baru saja bangun langsung mencari keberadaan Nara dan menemukan Nara sedang berada dikamar mandi.
Cenzo mendekat kearah Nara dan tersenyum melihat tanda kepemilikannya yang sudah dia buat sangat banyak ditubuh Nara.
"Baby apa aku boleh ikut bergabung denganmu?" Tanya Cenzo.
Cenzo menunggu jawab dari Nara tapi Nara hanya diam. Cenzo pun mulai panik dan mengecek nafas Nara yang ternyata masih ada. Setelah itu Cenzo mencoba memanggil Nara sambil menggoyangkan tubuhnya tapi Nara tetap tak bergerak. Cenzo sangat takut terjadi apa-apa kepada Nara. Dengan cepat Cenzo mengangkat tubuh Nara dan membaringkan Nara di tempat tidur sambil menyelimuti tubuh Nara yang masih polos tak mengenakan pakaian apapun.
__ADS_1
"Baby, Kau pasti kecapekan karena aku tadi malam ya" Ucap Cenzo dengan panik.
"Aku harus memanggil dokter" Cenzo
Saat dibawah Cenzo bertemu dengan Jimin yang baru saja bangun.
"Kau kenapa lari-lari seperti ini?" Tanya Jimin
"Nara pingsan, aku akan panggil dokter"
"Pingsan, dimana dia?" Jimin segera berlari menuju kamar Cenzo. Cenzo dengan cepat mengejar Jimin.
"Jangan masuk bodoh, aku tidak boleh melihatnya" Teriak Cenzo tapi terlambat, Jimin sudah masuk ke kamarnya.
Teriakan Cenzo itu membuat Nara terbangun.
"Oppa kenapa kau teriak-teriak" Ucap Nara.
Cenzo dan Jimin hanya bisa diam melihat Nara yang sudah sadar. Cenzo segera mendekat kearah Nara dan duduk disampingnya.
"Baby kau sudah sadar?" Tanya Cenzo
"Memangnya aku kenapa. Aku hanya tidur sejak tadi kerena kelelahan" Jelas Nara.
__ADS_1
Jimin pun baru tersadar saat melihat leher Nara yang penuh dengan kissmark itu.
"Jangan buat istrimu terlalu lelah V, itu juga akan mempengaruhi janinnya" Ucap Jimin setelah itu pergi dari kamar Cenzo
"Baby kau tadi sungguh tidur?" Tanya Cenzo kembali
"Kau selalu saja berlebihan, aku hanya berendam dan ketiduran"
"Tapi aku sudah berusaha membangunkan mu tapi kau tetap saja tidak bangun"
"Kau tau kan semenjak hamil tidurku menjadi sangat pulas"
"Iya iya maafkan aku"
Nara pun bangun dan berniat untuk kembali lagi ke kamar mandi tapi saat Nara sudah berdiri Nara baru menyadari bahwa dirinya tidak mengenakan pakaian apapun. Nara dengan cepat menutupi tubuhnya dengan selimut dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.
"OPPA KAU MESUM SEKALI" Teriak Nara dari dalam kamar mandi.
Cenzo tertawa mendengar perkataan Nara. Entah kenapa semakin hari Nara menjadi semakin menjengkelkan seperti itu.
"Aaggghhh.... kepalaku pusing, biarlah aku tidur lagi saja, persetan dengan kerjaan di kantor"
Next....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya😉