Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
187. Belum Ketemu


__ADS_3

Tak terasa Cenzo dan Suho sudah sampai di Korea sekarang. Karena mereka sampai sudah malam jadi mereka berdua memutuskan untuk menginap di hotel terlebih dahulu karena Cenzo malas jika harus menempuh perjalanan jauh lagi jika pulang kerumahnya.


"Kita pesan satu kamar saja" Ucap Cenzo saat sudah sampai di hotel tersebut


"Kenapa harus satu, kan kita berdua aku tak mau sekamar dengan bos" Tolak Suho


"Kau jangan keras kepala aku tak mau jika harus kesana-kemari saat ingin bertanya hal penting"


"Terserah bos saja lah"


Sambil menunggu Cenzo memesan kamar, Suho duduk sofa sambil memainkan ponselnya.


Pasti kalian heran melihat bos dan sekertarisnya ini. Bukannya anak sekertarisnya yang memesankan kamar untuk bosnya tapi bosnya yang memesankan kamar untuk sekertarisnya. Sungguh luar biasa.


Beberapa saat kemudian Cenzo menghampiri Suho dan mengajak Suho untuk naik keatas.


Setelah sampai dikamar mereka tanpa banyak bicara Cenzo langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Seharian dia tak mandi badannya rasanya lengket semua.


"Suho aku mandi dulu, kau rancanglah urusan kita disini agar cepat pulang kita" Ucap Cenzo sebelum masuk kedalam kamar mandi.


"Baik bos saya sudah membuat daftarnya dan tinggal merangkainya saja"


"Baiklah"


Saat Cenzo sedang mandi, Suho langsung mengurus segala rencananya dan Cenzo di Korea selama beberapa hari ke depan.


Mereka berdua hanya akan fokus untuk mencari keberadaan papa dari Cenzo saja sementara perusahaan sedang diurus oleh Lucca.


.


.


Pagi hari telah menjelang, Cenzo dan Suho sudah berpakaian rapi dan siap untuk menjalankan misi mereka.


Tapi sebelum mereka pergi Cenzo mengajak Suho untuk makan terlebih dahulu di restoran bawah karena dari tiba kemarin mereka belum makan apapun.

__ADS_1


"Kita makan dulu aku lapar" Ucap Cenzo sambil berjalan mendahului Suho


"Baik bos" Suho pun berjalan mengekor di belakang Cenzo sambil mengecek beberapa pekerjaan di iPad nya.


Sampai di restoran tanpa membuang waktu Cenzo langsung memesan makanan untuk dirinya dan juga Suho.


Setelah menunggu beberapa menit saja makan mereka sudah sampai Cenzo dan Suho langsung menyantap makan mereka.


Cenzo tak mau membuang waktu lagi. Rencana Cenzo setelah mereka makan ini mereka harus langsung ke lokasi tempat dimana teman papanya berada itu.


Setengah jam sudah berlalu dan mereka berdua sudah selesai sarapan pagi. Setelah menunggu Suho yang sedang membayar Cenzo pun berjalan kearah depan dan langsung masuk kedalam mobil sambil menunggu Suho datang.


Dari jauh Suho sudah berjalan kearah Cenzo dan segera masuk kedalam mobil.


"Kita langsung menuju lokasi bos?" Tanya Suho


"Iya, langsung kesana saja agar masalah ini cepat beres"


"Baik bos"


Rumah orang itu cukup jauh mereka bahkan sudah menempuh perjalan selama satu jam lebih dan baru menemukan rumahnya.


Rumahnya terletak begitu terpencil dari kota.


"Ayo kita turun" Cenzo berjalan diikuti oleh Suho dan mereka langsung mengetuk pintu rumah tersebut.


Tok.... Tok.... Tok....


Mereka menunggu beberapa saat, kemudian ada orang yang membuka kenop pintu dari dalam dan begitu pintu terbuka tampak seorang pria yang usianya sekitar 50 an terlihat di sana.


"Maaf kalian sedang mencari siapa?" Tanya paman tersebut.


"Apa benar ini dengan kediaman Tuan Frans?" Tanya balik Cenzo


"Benar saya sendiri, silahkan masuk dulu kalau begitu"

__ADS_1


Mereka pun akhirnya masuk ke dalan rumah rumah tuan Frans.


Setelah mereka semua sudah duduk didalam dan istri tuan Frans sudah menyuguhkan minuman kepada mereka barulah Cenzo mengeluarkan Cincin peninggalan ayahnya itu.


"Tuan, apa tuan tau tentang cincin ini?" Tanya Cenzo sambil menunjukkan cicin itu kepada tuan Frans


"Cincin ini, dari mana kau mendapatkannya?, Ini dulu adalah cincin persahabatan milik kami" Ucap Tuan Frans


Suho sedari tadi hanya diam dan menyimak pembicaraan antara Cenzo dan Tuan Frans itu.


"Berarti Tuan tau dimana keberadaan Papa saya sekarang" Kata Cenzo


"Siapa nama papamu?"


"Charlie, Charlie Wartheimer"


"Charlie, ya aku mengenalnya dia berasal dari Italia kan, tapi sayangnya aku sudah tak lagi tau dimana dia sekarang setelah dia menikah dengan Nayeon" Jelasnya


"Benarkah tuan tidak tau dimana dia sekarang?" Cenzo masih tak percaya harapan satu-satunya ternyata tak bisa membantunya.


Tiba-tiba Tuan Frans pergi ke kamarnya dan beberapa saat kemudian beliau keluar sambil membawa selembar foto.


Foto itu langsung dia tunjukkan kepada Cenzo dan Suho. Itu adalah foto tuan Frans dan papanya Cenzo bersama dengan sahabat mereka dulu saat masih muda.


"Charlie ini kan yang kau maksud tadi" Ucap Tuan Frans


"Iya, papa saya sudah lama menghilang dan sekarang saya sedang mencarinya tapi tak kunjung ketemu. Harapan saya hanyalah Tuan Frans seorang tapi ternyata tuan juga tak tau dimana papa saya sekarang" Jelas Cenzo


"Begini nak, yang tau kabar terakhir dari papamu adalah mamamu dan keluargannya itulah berita yang kudapat terakhir kali. Jadi coba tanyakan baik-baik kepada mamamu atau nenekmu"


"Benarkah Tuan, baiklah kalau begitu akau akan langsung ke rumah nenek sekarang. Kami permisi dulu Tuan"


Cenzo dan Suho langsung bergegas ke rumah Nenek Cenzo, mereka akan menuntaskan masalah ini sekarang juga. Cenzo juga sudah tak sabar ingin bertemu dengan papanya lagi.


Next.....

__ADS_1


__ADS_2