
Suho pun langsung tersungkur ke lantai karena pukulan yang Cenzo berikan secara tiba-tiba.
"Bangun kau. Cepat bangun" Teriak Cenzo
Suho pun langsung bangun dan mendekat ke arah Cenzo. Cenzo pun sudak mengayunkan tangannya bersiap untuk menghajar Suho lagi tapi langsung Cenzo hentikan.
"Aku akan ke rumah sakit untuk mengecek CCTV" Ucap Cenzo dan langsung berlalu meninggalkan Suho.
Suho yang tau keadaan bosnya sedang buruk langsung bergegas menyusul Cenzo.
"Biar saya antar bos" Kata Suho
"Baiklah. Cepat kau ambil mobilnya"
Suho bergegas mengambil mobil bosnya dan Cenzo menunggu di depan kantor dengan panik.
"Masuk bos" Ucap Suho dari dalam mobil saat sudah sampai di depan kantor.
Cenzo langsung masuk kedalam dan Suho melajukan mobilnya dengan sangat kencang.
Hanya memakan waktu selama 15 menit hingga mereka sampai di rumah sakit. Cenzo langsung masuk kedalam dan menuju ke ruangan CCTV.
Cenzo langsung masuk dan membuka pintu dengan sangat kasar. Penjaga di ruangan itu pun terkejut begitu Cenzo masuk ke sana.
"Ada apa tuan" Tanyanya dengan sangat gugup
"Cek CCTV kejadian sekitar 30 menit yang lalu"
Tanpa banyak bertanya pengawas itu pun langsung melaksanakan perintah Cenzo.
"Ini tuan anda bisa melihatnya".
"Suho" Satu panggilan itu membuat Suho langsung maju mengambil alih kendali dan memeriksa semua CCTV.
"Ini tuan. Kejadiaannya sekitar 38 menit yang lalu. Seorang pria dengan pakaian serba hitam dan bertopi menyerang para bodyguard setelah itu selang 3 menit dia keluar dari ruang rawat Nona dengan membawa Nona" Jelas Suho.
"Cek CCTV di parkiran rumah sakit. Pria itu tak mungkin membawa Nara jalan kaki"
Suho pun mengecek CCTV di bagian tempat parkir rumah sakit dan terlihat Nara dimasukkan ke dalam mobil sedan berwarna hitam.
"Nona dibawa masuk ke dalam mobil sedan berwarna hitam dengan plat nomor 1360"
"Baiklah, suruh Hacker kita untuk melacak plat mobil tersebut. Sekarang kembali ke kantor dan menunggu hasilnya"
__ADS_1
Cenzo dan Suho langsung keluar dari ruangan tersebut seperti tidak terjadi apa-apa.
Sementara ditempat lain Nara dibawa kesebuah rumah yang sangat besar.
Perlahan-lahan Nara mulai membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan. Ruangan yang begitu asing bagi Nara.
"Dimana ini" Ujar Nara dengan pelan.
Mendengar Nara telah siuman pria itu pun langsung berjalan menghampiri Nara.
"Kau sudah bangun My lovely" Ucap pria yang telah menculik Nara
"Kau......" Ucap Nara saat melihat mantan kekasihnya Soobin
"Ya, it's me. Kau tidak merindukanku lovely"
Nara sepertinya sudah tau situasi yang sedang terjadi sekarang. Dirinya sudah diculik oleh mantan kekasihnya sendiri, memang gila.
"Ada urusan apa kau membawaku kemari" Tanya Nara dengan angkuh.
Nara mencoba tak menunjukkan ketakutannya saat ini. Padahal sekarang Nara sudah ingin menangis.
Tapi tak masalah jika memang nasib Nara sudah seperti ini, Nara lebih bersyukur setidaknya Dirinya akan segera mati dari pada harus berdampingan dengan orang yang selalu mempermainkan dirinya.
__ADS_1
"Kau mau membunuhku sekarang. Silahkan" Kata Nara
"Hey.... Untuk apa aku membunuhmu?, aku masih ingin bersenang-senang dengan tubuhmu yang indah ini" Ucap Soobin
Wajah Nara seketika menjadi pucat pasi. Bagaiman bisa Nara melupakan kelakuan Soobin yang bejat ini.
"Kita rubah rencana sekarang. Aku harus kabur dari sini" Ujar Nara dalam hati.
Soobin mulai naik ke atas ranjang dan mendekat ke arah Nara. Tanpa Nara duga Soobin langsung mengunci pergerakan Nara dan naik keatas Nara sambil membelai wajah Nara.
"Singkirkan tangan kotor mu itu" Ucap Nara sambil berusaha menghindari sentuhan Soobin.
"Tidak akan lovely"
Nara sudah sangat terpojok sekarang. Dengan sekuat tenaga Nara menendang \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\* Soobin.
Soobin pun langsung berguling kesamping Nara sambil kesakitan.
Nara pun dengan cepat berlari kerah pintu keluar tapi pintu itu terkunci. Dengan sekuat tenaga Nara berusaha membuka pintu itu tapi tetap saja tak bisa.
Soobin mulai berjalan mendekat kearah Nara.
Nara sudah ketakutan melihat Soobin yang sudah mendekat.
__ADS_1
Next.....