
Cenzo dan Lucca sudah sampai di markas tempat penyekapan Albert. Terlihat Albert sedang diikat dengan posisi berdiri dan masih dalam keadaan pingsan.
"Kalian, siram dia agar bangun" Perintah Cenzo
"Baik tuan" Mereka mulai mengambil air dan langsung menyiramnya kearah wajah Albert. Albert seketika langsung terbangun.
"Bagaimana jika kita siksa dia sekarang" Ucap Lucca
"Jangan sekarang, tunggu anak kesayangannya datang terlebih dahulu, nanti kita lihat bagaimana reaksi mereka saat melihat orang yang dia sayang disiksa" Jelas Cenzo
"Baiklah terserah kau saja" Kata Lucca setelah itu pergi karena harus menjawab panggilan telepon.
"Bagaimana kabar anda tuan Albert yang terhormat" Ucap Cenzo saat melihat Albert sudah sepenuhnya sadar.
"Tuan Vincenzo apa-apaan ini, cepat lepaskan saya. Atau saya akan membatalkan kontrak dengan perusahaan anda" Albert mencoba untuk menggertak Cenzo.
Cenzo tertawa dengan sangat kencang mendengar perkataan Albert baru saja.
"Hahahaha........"
"Kenapa kau malah tertawa, aku serius akan membatalkan kontrak kita mulai sekarang" Ucap Albert.
Cenzo mendekat kearah Albert dan mencengkram wajah Albert dengan sangat kuat.
"Hey pak tua, tanpa perusahaan mu, aku juga bisa berkembang, tidak akan ada pengaruh apapun bagiku walaupun kau membatalkan kerjasama ini. Sebaiknya kau pikirkan bagaimana nasib perusahaan mu sebentar lagi" Ucap Cenzo dengan seringai tipis di mulutnya.
Albert seketika langsung pucat pasi. Bisnis yang dia bangun mati-matian akan hancur dalam sekejap. Ini tidak boleh terjadi.
"Tuan Tolong lepaskan saya, saya tidak tau kenapa anda menangkap saya sekarang" Kata Albert yang mulai ketakutan. Melihat keadaan ruangannya saja sudah membuat bulu kuduk berdiri.
"Jadi kau belum tau apa yang sudah putrimu yang kau bilang Cantik, pintar dan berkarisma itu lakukan ya"
"Maksud anda Laura?, memangnya apa yang sudah putriku lakukan?" Tanya Albert
"Baiklah akan ku ceritakan. Sekitar dua hari yang lalu dia datang ke rumahku dan bertemu dengan istriku. Kau tau apa yang dia lakukan?, dia mendorong istri yang sedang dalam keadaan hamil besar dari atas tangga. Dan kau tau sekarang anak dan istriku harus tersiksa merasakan sakit karena ulah putrimu itu" Jelas Cenzo
Albert terkejut mengetahui itu. Apa itu sebabnya Laura pergi dari rumah sekarang. Albert mungkin memang menginginkan Laura dengan Cenzo tapi tidak sampai melukai orang lain.
__ADS_1
"Maafkan anak saya tuan" Ucap Albert
"Jika saja kata maaf mu bisa menyembuhkan anak dan istriku mungkin kau sudah ku maafkan, tapi itu tidak bisa. Sekarang tunggu saja ajal mu tiba"
Lucca saat itu baru saja selesai mengangkat telepon dan langsung menghampiri Cenzo.
"Dia sudah ditemukan" Ucap Lucca
"Waahhh... Lihatlah pak tua, ****** itu sudah ditemukan" Kata Cenzo
"Tolong jangan tangkap putriku. Kalian bisa melampiaskan kepadaku saja" Teriak Albert
"Bagaimana ini kak?" Tanya Cenzo
"Tidak seru kak, dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sendiri" Jawab Lucca
"Baiklah kalau begitu. Ayo kembali ke rumah sakit selagi menunggu anak buahmu menangkap ****** itu" Ucap Cenzo dan langsung berjalan pergi dari situ
"Tuann..... tolong lepaskan saya" Teriak Albert
Cenzo dan Lucca akan kembali ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengecek keadaan Nara sebelum melakukan pembalasan dendam.
"Kau hanya perlu bersabar saja kak, Dia akan membaik seiring berjalannya waktu" Ucap Lucca
"Kau benar Lucca, tapi aku sering kehabisan kesabaran ku saat menghadapinya"
"Itu memang sifat mu dari dulu yang selalu emosi"
.
.
.
Saat mereka sudah tiba diruang rawat Nara, terlihat Suho sedang mengerjakan pekerjaan kantor yang sudah Cenzo percayakan kepadanya sambil menjaga Mate yang sibuk bermain ponsel milik Jimin.
Cenzo mendekat kearah Nara dan mencium kening Nara dengan lama.
__ADS_1
"Baby, bertahanlah ya, Sebentar lagi Junior akan membutuhkanmu. Anak kita laki-laki baby, dia sangat tampan sepertiku"
Setelah menyapa Nara Cenzo pun pergi kearah sofa dan ikut bergabung dengan yang lain.
"Bagaimana keadaan perusahaan Suho?" Tanya Cenzo
"Baik bos, seperti biasanya. Sekarang saya sedang mengecek beberapa dokumen penting dan harus segera bos tanda tangani" Jelas Suho
"Kau tinggalkan saja disini nanti, aku masih ada urusan sebentar lagi. Jadi kau masih harus menjaga Nara"
"Baik bos"
Lucca terlihat sedang bermain bersama Mate. Cenzo melihat itu pun langsung tersenyum.
"Lihatlah para anak-anak sedang bermain" Ucap Cenzo sambil menunjuk Lucca dan Mate
Lucca yang merasa tersindir pun langsung melihat kearah Cenzo dengan tatapan tajam.
"Suho tolong aku, bos mafia sedang mengawasi ku" Ucap Cenzo
Lucca segera mendekat kearah Cenzo dan menindih tubuh Cenzo.
"Dasar pak tua sialan, aku bukan anak-anak lagi. Usiaku sudah 28 tahun" Kata Lucca
"Tapi bagiku kau masih anak-anak"
Suho yang sedang bekerja tidak bisa berkonsentrasi mendengar kegaduhan Cenzo dan Lucca ini.
"Kalian berdua diam lah, aku sedang bekerja" Teriak Suho
Cenzo dan Lucca pun seketika langsung terdiam dan kembali duduk.
"Begitu, jadilah anak baik kalian berdua. Contohlah Mate itu" Ucap Suho
Cenzo yang mendengar Suho menyebutnya anak-anak langsung menjitak kepala Suho.
"Berani kau sama bos mu ya" Ucap Cenzo
__ADS_1
"Bos memang berisik, aku tak bisa konsentrasi. Kalau begitu kerjakan sendiri saja ini" Kata Suho
"Baiklah Tuan Suho, berkonsentrasi lah dengan baik ya"