Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
146. Pulang


__ADS_3

Keesokan paginya setelah bangun Nara sudah meminta untuk pulang ke rumah. Berlama-lama dirumah sakit membuat Nara menjadi tambah pusing.


"Oppa kita pulang hari ini ya" Rengek Nara


"Kau masih belum sehat, bagaimana bisa aku membiarkanmu pulang saat kau masih sakit" Kata Cenzo sambil mengelus kepala Clay yang masih tertidur disamping Nara.


"Aku sudah baikan kok, Luka tembaknya tidak begitu dalam, jadi aku pulih dengan cepat" Nara akan berusaha membujuk Cenzo agar mau pulang ke rumah


"Tidak Baby, kau jangan keras kepala" Cenzo tetap saja tak mengizinkan permintaan Nara


Nara pun cemberut karena keinginannya tidak dikabulkan oleh Cenzo. Sekarang Nara hanya memiliki cara terakhir agar Cenzo mau mengabulkan permintaannya.


"Baiklah kalau Oppa tak mau mengabulkan permintaanku, tidak ada jatah selama 2 bulan kedepan" Ucap Nara sambil membuang pandangannya dari Cenzo.


Cenzo yang saat itu sedang minum langsung tersedak begitu mendengar perkataan dari Nara.


Uhukkk..... uhukkk..... uhukkkk....

__ADS_1


Cenzo dengan panik langsung menghampiri Nara dan berdiri di hadapan Nara.


"Baby ini semua kan demi kesehatanmu juga, ayolah jangan seperti ini" Ucap Cenzo sambil memegang tangan Nara


"Aku sangat pusing jika harus berlama-lama di rumah sakit, Oppa ayolah kita pulang sekarang ya. Nanti jika aku perlu diperiksa kan dirumah sudah ada Jimin" Rengek Nara


"Baiklah akan aku bicarakan dengan dokter, tapi sebelum itu tarik kembali perkataan mu yang tadi"


"Iya aku tarik perkataanku yang tadi, Oppa tenang saja"


Cenzo pun langsung keluar dari ruangan Nara untuk membicarakan permintaan Nara tadi kepada dokter. Melihat kepergian Cenzo membuat Nara merasa sangat bahagia. Nara memang tak salah memilih seorang suami seperti Cenzo.


Sambil menunggu kembalinya Cenzo, Nara membangunkan Clay yang sedang tidur itu. Clay terlihat sangat lelap dalam tidurnya dan itu membuat Nara menjadi tak tega membangunkan Clay.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Cenzo kembali dan dokter mengizinkan Nara untuk pulang karena setelah hasil pemeriksaan tadi padi keadaan Nara sudah lebih membaik dari sebelumnya.


Cenzo segera menelpon Suho agar cepat menjemputnya dirumah sakit. Cenzo mengemasi barang-barang bawaannya setelah semua sudah selesai Cenzo mengajak Nara untuk ke depan sambil menunggu kedatangan Suho.

__ADS_1


Cenzo membangunkan Clay yang sedari tadi tidur saja walaupun Nara sudah membangunkannya.


"Clay bangun, cepat bangun ayo kita pulang" Ucap Cenzo sambil menepuk-nepuk pipi Clay. Jika Cenzo yang membangunkan entah kenapa Clay langsung membuka matanya dan bangun, tapi jika Nara yang membangunkan sampai 10 kali pun dia tidak akan bangun.


Sambil membantu Nara berjalan Cenzo juga menggendong Clay belum lagi membawa tas yang berisi pakaian milik mereka bertiga.


Saat sampai di tempat resepsionis Cenzo menyuruh Nara untuk duduk terlebih dahulu selama Cenzo membayar biaya rumah sakitnya.


"Boy kau masih mengantuk" Tanya Nara dan dijawab anggukan oleh Clay.


"Kau tidak tau kan ini sudah jam 9 pagi jagoan ku. Seharusnya kau tidak boleh bangun siang seperti ini" Ucap Nara sambil mengelus-elus kepala Clay.


Cenzo telah selesai membayar biaya perawatan rumah sakit Nara dan menebus obat yang akan Nara konsumsi selama masa penyembuhan. Dan tepat saat itu Suho juga baru saja datang dan langsung menemukan keberadaan Cenzo dan Nara.


Suho langsung membantu membawakan tas milik Cenzo. setelah sampai di dalam mobil Suho segera memasukkan tas tersebut kedalam bagasi. Dirasa sudah tidak ada yang tertinggal lagi suho pun langsing melajukan mobilnya kekediaman Cenzo.


Jangan tanyakan kenapa Lucca dan Jimin tidak ikut. Mereka berdua masih nyenyak tertidur dirumah Suho bersama Mate juga. Entah apa jadinya para pria itu nanti jika tak cepat-cepat mencari pendamping hidup.

__ADS_1


Next....


__ADS_2