Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
53. Menyembunyikan masalah


__ADS_3

Sesampainya di mall mereka berdua langsung berbelanja. Nara hanya akan membeli beberapa pakaian dan sepatu saja, sedangkan Dita membeli semua yang dia lihat dan dia rasa cocok untuknya.


"Kau serius mau beli semua ini?" Tanya Nara saat melihat keranjang Dita yang sudah sangat-sangat penuh.


"Serius lah. Aku baru saja diberi uang oleh papaku dan aku juga dapat gaji. Kau pilihlah semua yang kau mau, biar aku yang bayar"


"Tidak. Aku bisa bayar sendiri"


Setelah lelah berbelanja mereka pun memutuskan untuk makan di salah satu restoran di mall tersebut.


Nara dan Dita memesan berbagai macam makanan. Energi mereka seakan habis terkuras karena berbelanja tadi.


"Yang terakhir menghabiskan makanan dia yang bayar" Ujar Dita


"Oke siapa takut"


Mereka berdua makan dengan sangat cepat hingga Dita menghabiskan makan terlebih dahulu dan Nara pun kalah.


"Yah aku kalah" Ucap Nara dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Dita hanya menanggapi dengan senyuman yang mengejek.


"Dita, aku lihat kau sudah tak pernah berbicara tentang om-om lagi" Tanya Nara


"Gue udah sembuh nggak main kayak gitu lagi" Jawab Dita


"Sembuh, ya memang kau gila. Syukurlah jika kau sudah sembuh"

__ADS_1


"Sialan" Ucap Dita sambil menjitak kepala Nara


"Hahahahaha..... Ampun-ampun" Ujar Nara


"Bicara yang bener makanya. Udah sana bayar makanannya"


"Iya iya... Dasar gila" Ucap Nara dengan tertawa dan langsung lari meninggalkan Dita yang sedang emosi.


Tak berselang lama Nara pun sudah kembali.


"Pulang yok udah siang" Ucap Nara


"Oke. Tapi bantu gue bawa ini ya" Ujar Dita sambil menunjuk belanjaannya yang sangat banyak itu.


"Agghhh... sialan"


"Gila berat banget" Ujar Dita


"Lo sih beli seenak jidat lo"


"Udah deh yuk pulang gue anterin lo"


"Gue anterin ke kantor Cenzo aja deh lagi males pulang ke rumah sendirian"


Jarak antara mall ke kantor Cenzo hanya memerlukan waktu 15 menit saja jadi tak perlu jauh-jauh.


Sepanjang perjalanan mereka habiskan dengan bernyanyi di dalam mobil dengan suara Dita yang sangat sumbang. Tapi Nara tak menghiraukan suara Dita.

__ADS_1


Tak terasa perjalan ke kantor Cenzo pun menjadi sangat cepat.


"Gue turun dulu ya, thanks Dita. Kabari kalau udah sampai" Ucap Nara saat sudah turun dari dalam mobil.


"Iya santai saja. Gue pergi"


Setelah melihat mobil Dita yang sudah semakin menjauh, Nara pun langsung masuk ke kantor Cenzo dengan membawa kantong belanjaan ditangannya.


Nara menyapa semua karyawan Cenzo yang berpapasan dengannya dengan senyuman.


Nara pun langsung masuk ke dalam lift menuju ruangan Cenzo dilantai atas.


Tingggg.....


Lift pun sudah samapi di lantai ruangan Cenzo berada. Nara segera keluar dan berjalan menuju ruangan Cenzo.


"Raya, Tuan Cenzonya ada" Tanya Nara saat melihat Raya sedang bekerja di depan ruangan Cenzo


"Nona Nara ya.... Anu Nona, Tuan Cenzo, anu" Jawab Raya dengan gugup


"Kau ini kenapa?, emang aku menakutkan hingga kau gugup begitu, ya sudah aku masuk dulu"


Nara pun meninggalkan Raya yang sedang kebingungan itu.


"Apakah seberat itu bekerja hingga dia jadi kebingungan" Ujar Nara


Nara langsung masuk ke ruangan Cenzo dan.....

__ADS_1


Next.....


__ADS_2