
Saat ini Nara ada di taman rumah sakit. Sebenarnya Nara tidak ingin mengulur-ulur masalah seperti ini. Tapi setiap kali melihat wajah Cenzo, Nara menjadi emosi dan teringat kejadian itu lagi.
Kejadian-kejadian dirinya yang harus menangis setiap malam sebelum tidur karena tidak ada orang yang pernah memperhatikannya seperti terulang kembali dan itu membuat hati Nara sakit.
"Sungguh aku sangat lelah" Ucap Nara sambil menatap langit.
Cenzo mencari keberadaan Nara dan menemukan Nara yang sedang duduk di kursi tanaman. Cenzo mengatur nafasnya mencoba untuk tidak terpancing emosi kembali. Dirasa sudah cukup Cenzo pun berjalan menghampiri Nara.
Cenzo duduk disamping Nara dan menggenggam tangan Nara. Nara dengan seketika menoleh kearah Cenzo.
"Baby sudahlah jangan menangis. Melihatmu menangis membuat hatiku sakit" Ucap Cenzo
"Kenapa kau selalu muncul di depanku padahal kau juga yang menghancurkan hatiku"
"Itu tidak seperti yang kau pikirkan Baby, kau salah paham"
"Aku sungguh lelah Cen, aku lelah jika harus hidup dengan kesepian seperti ini"
Cenzo yang melihat Nara kembali menangis membawa Nara dalam dekapannya, memeluk Nara dengan sangat erat.
"Akan aku jelaskan nanti ya setelah kita diruanganmu. Sekarang ayo kita masuk, udara begitu dingin tak bagus untuk kesehatanmu"
Nara pun mengiyakan perkataan Cenzo.
Cenzo menuntun Nara masuk kedalam ruangannya.
Saat mereka masuk kedalam ruangan rawat Nara. Cenzo dan Nara melihat Lucca dan Suho sedang menonton televisi sambil memakan pizza tadi.
"Yakkkk kalian berdua sedang apa" Tanya Cenzo
Lucca dan Suho yang dari tadi tak menyadari kedatangan Cenzo tiba-tiba Cenzo langsung bicara membuat Lucca langsung tersedak.
Uhhuuukkkkk uhuuukkkk.....
Suho dengan gesit langsung memberikan minuman kepada Lucca.
__ADS_1
"Kak kau membuatku terkejut" Ucap Lucca.
"Kak" Kata Nara yang terkejut mendengar Lucca memanggil Cenzo kakak
"Dia adikku Baby. Kau belum tau ya?"
"Jika aku tau aku tak akan terkejut. Kau lanjutkan saja aku mau tidur" Ucap Nara sambil berjalan kearah ranjang dan membaringkan tubuhnya.
"Apa kalian tidak ada kerjaan. Kenapa berkumpul disini" Ucap Cenzo dengan nada yang pelan.
"Kau yang memanggil ku kemari kak"
Suho hanya diam tak berani menatap wajah Cenzo.
"Kau kenapa suho?" Tanya Cenzo yang dari tadi melihat Cenzo menunduk saja.
"Tidak bos"
"Kalian pulanglah sekarang jangan ganggu kami" Ucap Cenzo
"Iya bos saya permisi" Suho langsung pergi dari sana tanpa melihat Cenzo.
Setelah kepergian mereka berdua. Cenzo berjalan kearah Nara yang sedang tidur. Cenzo mulai ikut naik keatas ranjang dan membaringkan tubuhnya disamping Nara.
Nara yang merasakan Cenzo iku berbaring disebelahnya langsung berbalik menghadap kearah Cenzo.
"Apa yang kau lakukan. Turun" Ucap Nara
"Aku rindu beberapa hari ini aku tak bisa memeluk tubuhmu"
"Kenapa kau tak memeluk tubuh wanita yang ada di kantormu waktu itu. Kelihatannya tubuhnya lebih seksi dari ku"
"Ayolah baby, kau hanya salah paham"
"Coba jelaskan jika memang aku salah paham"
__ADS_1
Cenzo pun langsung duduk dan meminta Nara untuk duduk juga berhadapan dengannya.
"Baiklah akan aku jelaskan. Sebenernya wanita itu adalah mantan istriku, dia datang untuk kembali merayuku agar aku mau rujuk kembali dengannya"
"Lantas kenapa kalian berdua bisa keluar dari dalam toilet bersamaan?"
"Waktu itu aku sudah mengusirnya dari ruangan ku, dan dia bilang jika dia ingin meminjam toilet karena ingin buang air kecil. Aku bukan lelaki yang kejam jadi aku biarkan dia memakainya.
Saat dia akan keluar dia terpeleset saji aku membantunya"
"Terus"
"Terus kau datang dan salah paham"
"Jadi selama ini aku salah paham ya" Ucap Nara dengan wajah polosnya
"Iya baby kau salah paham sampai kau jadi seperti ini"
"Maafkan aku Chagiya" Ucap Nara sambil menangis
"Hey... kenapa kau cengeng sekali, ini bukan kesalahanmu. Aku juga minta maaf karena tak bisa menjagamu"
"Ya sudah sekarang kau istirahat ya baby. Besok kita pulang"
"Iya"
Cenzo membantu Nara berbaring dan saat Nara akan memejamkan matanya ternyata Cenzo juga ikut berbaring disampingnya.
Cenzo tidur sambil memeluk Nara dengan sangat erat. Nara harus berbagi tempat tidur dengan Cenzo. Bayangkan saja seberapa sempitnya ranjang rumah sakit dan ini harus Nara gunakan dengan Cenzo.
Tapi tidak masalah bagi Nara yang penting sekarang Nara sudah mengerti maksud dari Cenzo dan tidak salah paham lagi.
Saat Suster datang untuk memeriksa keadaan Nara, suster itu melihat Nara dan Cenzo yang sedang tidur dengan saling berpelukan.
"Mereka so sweet sekali. Aku jadi iri" Ucap Suster tersebut dan kembali menutup pintu rungan Nara.
__ADS_1
Suster itu membatalkan niatnya untuk memeriksa keadaan Nara karena tak ingin membuat pasien tidak nyaman.
Next.......