Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
139. Ketemu


__ADS_3

Saat matahari mulai masuk ke celah-celah ruangan Nara mulai membuka matanya secara perlahan-lahan. Setelah Nara mulai sadar sepenuhnya Nara sangat terkejut karena berada di dalam ruangan yang sangat asing baginya. Nara langsung mencari Clay yang sedang tidur disamping seorang perempuan.


"Apa dia penculik atau salah satu dari anak buah Dita?" Ucap Nara sambil pelan-pelan berjalan kearah Clay dan berencana menggendong Clay lalu kabur dari sana.


Baru saja Nara menyentuh tangan Clay wanita itu sudah bangun.


"Anda sudah bangun nyonya" Ucapnya dalam bahasa Itali.


"Jangan sakiti kami, aku mohon kepadamu" Ucap Nara sambil berlutut didepan Alice.


Jujur saja Alice tak mengerti apa yang dikatakan oleh Nara karena Nara menggunakan bahasa korea, tapi Alice tau jika Nara sedang ketakutan sekarang. Alice pun berdiri dan membantu Nara untuk bangun.


"Mungkin wanita ini bukan dari sini" Ucap Alice didalam hatinya. Jadi Alice akan menanyai Nara dengan bahasa Inggris saja.


"Bangunlah Nona, anda tidak perlu takut seperti itu" Ucap Alice dala. bahasa Inggris.


Nara pun sekarang juga sudah mengerti perkataan dari Alice dan mereka tidak saling bingung lagi.


"Saya mohon tolong saya" Ucap Nara dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.


"Sebenarnya apa yang sedang anda alami?" Tanya Alice


"Aku tersesat disini, dan aku tidak bisa pulang" Jawab Nara


"Rumah anda dimana Nona?"


"Korea"


Alice begitu terkejut mendengar jawab dari Nara. Bagaimana bisa seorang wanita bersama dengan anaknya tersesat hingga sejauh ini.


"Baiklah kita pikirkan nanti lagi ya, sebelum itu perkenalkan nama saya Alice" Ucap Alice sambil mengulurkan tangannya kepada Nara


"Saya Nara" Jawab Nara sambil membalas uluran tangan Alice


Pandangan Alice beralih menatap wajah balita yang ada di sampingnya itu.


"Apa dia anakmu?" Tanya Alice


"Iya, namanya Clay"


"Sebaiknya kita bawa Clay ke rumah sakit terlebih dahulu. Suhu tubuhnya begitu panas tadi malam, jadi kita perlu memeriksa keadaannya takutnya nanti akan beresiko kedepannya" Ucap Alice


"Tapi saya tak punya uang, Bagaimana bisa saya membayar biaya rumah sakitnya nanti"


Alice sangat prihatin melihat keadaan Nara, sebenarnya Alice sangat penasaran bagaimana bisa Nara sampai di desa terpencil seperti ini tapi Alice menjaga privasi milik Nara dan tak mau membuat Nara merasa sedih.

__ADS_1


"Jangan khawatir, aku yang akan mengurusnya karena aku dokternya" Ucap Alice


"Benarkah kau dokternya?" Tanya Nara dengan raut wajah yang sangat bahagia


"Iya, ayo kita siap-siap terlebih dahulu jika begitu. Nanti kita sarapan disana saja aku tidak punya bahan makan sama sekali"




Jimin dan Lucca sudah sampai di Itali saat ini. Mereka masih bingung mencari keberadaan Nara karena mereka tidak bisa melacaknya sama sekali. Anak buah mereka juga sudah berpencar dimana-mana tapi tetap saja tak bisa menemukan keberadaan Nara.



"Kemana sebenarnya para bajingan itu membawa Nara" Ucap Jimin yang terlihat mulai frustasi


"Kau tenanglah jangan semakin membuat runyam keadaan" Kata Lucca sambil mencoba memikirkan rencana lagi



"Apa kita coba cari di rumah sakit yang ada disini?" Jimin mencoba memberi saran kepada Lucca


"Boleh juga, ayo sekarang saja kita berangkat"




Jimin dan Lucca sudah mendatangi sekitar 3 rumah sakit tapi tidak ada pasien yang bernama Nara. Mereka juga merasa lelah karena setelah mendarat tadi meraka tidak istirahat sama sekali.



Saat mereka berhenti di lampu merah. Dari arah samping kanan Lucca seseorang didalam mobil yang ada disampingnya membuka kaca mobilnya. Lucca pun secara refleks langsung menoleh kearahnya dan Lucca melihat anak yang sangat mirip dengan Clay.



"Jimin, lihatlah anak itu sangat mirip dengan Clay" Ucap Lucca sambil menunjuk mobil yang ada disebelahnya tadi. Jimin pun langsung melihat kearah mobil itu.


"Benar, Mamanya juga sangat mirip dengan Nara kan" Kata Jimin yang ikut membenarkan perkataan Lucca.



Setelah berkata seperti itu mereka terdiam cukup lama. Lucca merasa ada yang mengganjal di hatinya tapi apa. Saat lampu sudah hijau Lucca pun mulai tersadar jika yang ada didalam mobil tersebut memang Nara dan Clay.


__ADS_1


"Jimin, Seperti mereka memang Nara dan Clay, ayo cepat kejar mobil itu" Ucap Lucca.



Jimin dengan cepat langsung mengejar mobil yang Nara tumpangi bersama dengan Alice. Dalam beberapa menit saja Jimin sudah berhasil menghadang mobil tersebut.



Jimin dan Lucca langsung turun dan menghampiri mobil tersebut. Jimin segera mengetuk kaca mobil Alice dan saat Alice menurunkan kacanya benar saja ada Nara dan Clay didalam.



"Kakak ipar, Clay" Ucap Lucca dan langsung membuka pintu mobil itu



"Lucca, kau benar Lucca kan" Ucap Nara tak percaya jika dirinya bisa ditemukan sekarang


"Iya kak, aku Lucca. Ayo cepat kita pulang, kak V sangat Khawatir dengan kakak" Ucap Lucca dan segera membantu Nara untuk turun.


"Tapi bagaimana dengan dia" Ujar Nara sambil menunjuk Alice yang ada di sampingnya. Alice hanya menanggapinya dengan senyuman saja


"Kau tidak perlu khawatir, ayo kita pulang"



Lucca meminta Jimin untuk mengurus wanita yang bersama dengan Nara tadi dan membawanya menemui Cenzo untuk menerima hukumannya.



Jimin meminta Alice untuk keluar dari dalam mobilnya.


"Apa ada masalah tuan?" Tanya Alice



Tapi bukannya menjawab pertanyaan Alice, Jimin dengan cepat langsung memukul tengkuk leher Alice hingga Alice pingsan.



Jimin langsung memasukkan Alice kedalam mobil milik Alice dan mengendari mobil itu ke bandara pribadi milik Cenzo.



.

__ADS_1


.


Next.....


__ADS_2