Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
11. Siapakah Dia? 2


__ADS_3

Saat ini di kampus terlihat dosen sedang menerangkan materi didepan.


Tak terasa akhirnya dosen pun menyudahi pembelajaran.


"Baiklah kita sudahi kelas untuk hari ini. Selamat siang" Ucap dosen tersebut


"Siang pak" Menjawab dengan serempak


Terlihat Dita mulai membereskan bukunya.


"Hey kalian tidak mau menjenguk Nara dirumah sakit. Dia habis kecelakaan tadi malam" Ucap Dita


"Beneran Nara kecelakaan kok bisa" Kata Reno


"Nggak tau juga, nanti aja kita tanya orangnya langsung"


"Oke ayo kita berangkat"


"Oke ini yang ikut ada aku, Reno, Jenny, Lucas, Han sama Chan ya" Ucap Dita


"Bawa 2 mobil aja ya biar nggak sempit" Chan memberi saran


"Ya udah Dita dan Jenny biar sama aku aja" Kata Lucas.


Mereka pun mulai berangkat menuju rumah sakit tempat Nara dirawat.


Setelah menempuh perjalan sekitar 30 menit mereka pun sampai di rumah sakit itu.


Jenny berjalan kearah resepsionis untuk bertanya letak ruangan Nara dirawat.


"Permisi, tempat Kim Nara Smith diruangan berapa" Tanya Jenny pada resepsionis tersebut


"Sebentar saya cek daftar dahulu"


"Baik"


"Atas nama Nona Kim Nara Smith ada di ruangan VIP nomer 19 dilantai 3" Ucap resepsionis tersebut dengan ramah


"Terima kasih"


Jenny pun menghampiri teman-temannya yang sedang duduk di kursi tunggu


"Bagaimana" Tanya Lucas


"Nara ada diruang VIP nomer 19 di lantai 3" Jawab Jenny


"Ya sudah ayo kita langsung keatas" Kata Chan langsung berjalan kearah lift diikuti yang lain

__ADS_1




Sementara itu terlihat Nara sedang melamun diatas ranjang rumah sakit. Dia masih memikirkan tentang siapa orang yang membawanya kesini tadi malam.


"Apa yang membawaku orang suruhan Papa ya" Tanyanya pada dirinya sendiri


"Hemm... tapi itu tidak mungkin. Jika memang orang suruhan Papa pasti mereka sudah kesini menjengukku" Nara terus saja bergumam sendiri tanpa menyadari ada yang masuk ke ruangannya



"Naraaaa......." Mereka memanggil Nara secara bersamaan


"Astaga...." Ucap Nara yang terkejut mendengar panggilan teman-temannya


"Kenapa kalian mengagetkanku?. Aku bisa terkena serangan jantung mendadak kalau seperti ini"


"Siapa suruh kau melamun dari tadi tanpa tau kami datang" Jawab Han dengan muka menjengkelkan


"Hemm... baiklah aku yang salah karena melamun"


"Nara apakan lukanya parah?" Tanya Lucas


"Tidak, hanya lecet-lecet aja dan patah tulang di kaki"



Setelah mereka datang ruangan Nara yang tadinya sepi kini menjadi ramai.


Kemudian datanglah dokter yang akan memeriksa keadaan Nara


"Permisi saya akan memeriksa pasien terlebih dahulu, kalian boleh duduk" Kata Jimin dengan ramah.



Jimin pun mulai memeriksa keadaan Nara. Sebenarnya tak sepenuhnya benar memeriksa Nara, dia hanya penasaran siapa yang menjenguk Nara saat ini. Ternyata yang menjenguk hanyalah temannya.



"Istirahatlah yang cukup nona agar kondisi anda segera membaik. Apa ada yang ingin anda tanyakan" Ucap Jimin


"Kira-kira kapan saya bisa pulang dok"


"Eemmm... mungkin setelah kondisi anda benar-benar sudah membaik anda akan diperbolehkan untuk pulang"


"Apakah lama"

__ADS_1


"Tergantung dengan kondisi imun tubuh anda. Jika ada banyak mengistirahatkan tubuh anda dan makan secara teratur anda akan cepat pulih"


Nara hanya menggunakan kepala tanda mengerti .


"Baiklah saya permisi dulu. Jika ada sesuatu anda bisa memanggil saya. Nama saya Dokter Jimin. Permisi"



Saat akan keluar dari ruangan tersebut Jimin sempat melirik teman-teman Nara yang sedang duduk di sofa.


"Ada 4 laki-laki dan 2 perempuan. Apakah salah satu dari mereka adalah kekasih wanitanya Cenzo" Gumam Jimin sambil berjalan menuju ruangannya.



Kembali ke ruangan Nara dirawat.


"Kenapa kau bisa mengalami kecelakaan tadi malam Nara" Tanya Dita yang selalu penasaran dengan berbagai hal


"Tadi malam aku habis putus dan bertengkar dengan Soobin di restoran, jadi pikiranku sedikit kacau" jelas Nara


" Kalau begitu saat itu kau naik apa?" Kata Reno


"Aku naik motor. Aku memang sengaja melaju dengan kencang tadi malam. dan aku tak bisa menghindari mobil didepan. otomatis aku langsung banting setir dan terseret cukup jauh. aku tak tau lagi bagaimana selanjutnya. Saat aku terbangun tadi pagi aku sudah disini" Nara menjelaskan dengan rinci agar mereka tidak bertanya lagi.



"Apa kau tak tau siapa yang membawamu kesini" Tanya Han


"Tidak. Saat aku bangun aku benar-benar sendiri. Aku sempat menanyakan ke Dokter Jimin tadi tapi katanya orang yang menolongku tidak mau memberitahukan identitasnya"


Mereka hanya menganggukkan kepala secara bersamaan seperti anak anjing.



"Tapi ngomong-ngomong dokter tadi tampan juga ya" Ucap Jenny yang langsung mendapatkan pukulan dari Han


"Kenapa yang ada di otakmu itu hanya pria. Apa kau tidak bosan melakukan kencan dengan berbagai pria tiap hari" Kata Han dengan muka jengah.


Jenny hanya bisa tersenyum kuda.


Mereka yang melihat pertengkaran Jenny dan Han hanya geleng-geleng kepala, Tak habis pikir kenapa 2 orang ini tidak pernah akur sama sekali.



Mereka mulai saling bergurau untuk menghibur keadaan Nara yang sedang sakit itu. Mereka tau Nara tak hanya luka fisik tapi hatinya juga terluka. apalagi dia sedang ada masalah dengan orang tuanya.


__ADS_1


Next nggak nih?.....


__ADS_2