Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
150. Mengertilah


__ADS_3

Cenzo menyusul Nara yang sudah dulu ke kamar karena marah tadi. Saat Cenzo membuka pintu kamar, Cenzo melihat Nara sedang menangis sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Cenzo mendekat kearah Nara dan duduk ditepi tempat tidur.


"Baby jangan menangis" Ucap Cenzo sambil mengelus-elus punggung Nara


"Aku marah pada Lucca dan Jimin, mereka tidak mau minta maaf kepada dokter Alice" Nara berbicara dengan sesenggukan


"Kau tau kan bagaimana perilaku mereka, mereka pasti akan minta maaf tapi tidak sekarang dan mereka juga akan minta maaf dengan cara mereka sendiri" Jelas Cenzo


Cenzo begitu paham betul bagaimana sifat Lucca dan Jimin itu. Jika untuk menghukum orang mungkin sangat mudah bagi mereka berdua tapi jika meminta maaf karena kesalahan mereka sendiri Cenzo yakin Lucca dan Jimin sedang mencari sebuah cara yang akan mereka lakukan.


"Tapi setidaknya mereka harus meminta maaf tadi didepan dokter Alice dan aku" Nara tak mau kalah berbicara dengan Cenzo


Cenzo pun membuka selimut yang Nara gunakan itu setelah itu membantu Nara untuk bangun. Cenzo memegang pipi Nara yang sedang duduk tepat dihadapannya itu.

__ADS_1


"Dengarkan aku, Kau tau kan siapa Lucca dan Jimin sebenarnya. Mereka berdua yang seorang bos besar tidak bisa meminta maaf kepada orang lain seperti mau mu itu. Aku ya yang sudah lama hidup dengan mereka tidak pernah melihat atau pun mendengar Lucca dan Jimin meminta maaf kepada orang lain selain kepadaku" Jelas Cenzo panjang lebar berharap Nara bisa memahami perilaku Lucca dan Jimin yang beda dengan orang lain pada umumnya.


"Baiklah, tapi Oppa harus pastikan jika mereka memperlakukan Alice dengan baik ya" Ucap Nara


"Iya aku akan memastikannya nanti" Cenzo membawa Nara kedalam pelukannya.


"Baby ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu" Ucap Cenzo masih dengan posisi berpelukan dengan Nara


"Oppa ingin bicara apa?, bicara saja akan aku dengarkan"


"Ayolah cepat bicara Oppa" Nara sudah tak sabar ingin mengetahui apa yang ingin Cenzo katakan kepadanya


"Besok atau Lusa kita semua akan pinta ke Italia apa kau mau" Ucap Cenzo


Nara diam sejenak mencoba mencerna perkataan dari Cenzo baru saja.

__ADS_1


"Jadi maksud Oppa kita semua akan pindah dari Korea dan tinggal di Italia begitu?" Kata Nara


"Hemm.... Disana lebih aman dari pada disini, aku tak ingin hal serupa terjadi lagi kepadamu jadi kau mau kan pindah ke sana" Ujar Cenzo


Nara berfikir sejenak. Memang benar yang Cenzo katakan. Nara juga tak mau kejadian serupa kembali menimpa dirinya dan Keluarganya. Jika Nara sendiri yang mengalaminya tidak masalah, Nara takut jika Clay atau Mate akan terluka seperti Clay waktu itu. Nara tak ingin melihat anak-anaknya terluka ataupun menderita.


"Tapi apakah disana benar-benar aman Oppa?" Tanya Nara


"Disana tempatku dibesarkan Baby, jadi semua orang sudah mengenal siapa aku dan siapa saja keluargaku" Ucap Cenzo


"Baiklah aku akan ikut kemana pun kau pergi" Nara sudah memutuskan jika dirinya mau untuk pindah ke italia bersama dengan Cenzo itu semua juga demi keamanan Baby Clay dan Mate


"Aku memang tidak pernah salah memilihmu Baby, aku adalah wanita yang sangat-sangat berharga bagiku dan tidak bisa tergantikan" Cenzo langsung berpindah dan tidur didepan Nara. Cenzo dengan cepat memangut bibir Nara dengan sangat lembut.


Bagi orang tua keselamatan anaknya memang nomor satu. Mereka rela terluka demi anaknya dan melakukan segala hal demi anaknya agar anaknya bisa hidup dengan damai dan tenang seperti anak-anak yang lainnya.

__ADS_1


Next....


__ADS_2