Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
155. Sampai


__ADS_3

Setelah perjalanan mereka yang panjang itu, pesawat mereka pun akhirnya mendarat dengan selamat. Cenzo masih harus membujuk Nara yang masih berada di dalam kamar dan tak keluar sekalipun dari sana.


Untung saja Clay tidak begitu rewel walaupun tidak ada Nara jadi Cenzo tak begitu pusing mungkin hanya membuatkan Clay dan Mate susu dan memberi mereka makan, kalau itu Cenzo sudah ahli.


"Baby ayo buka pintunya kita sudah sampai" Ucap Cenzo dan beberapa saat kemudian Nara muncul dari balik pintu dengan wajah yang sembab dan air mata yang masih mengalir di pipinya.


Cenzo dengan cepat langsung memberikan Clay kepada Lucca dan menghampiri Nara kembali.


"Baby are you oke?" Tanya Cenzo


"Oppa, aku sangat lapar" Teriak Nara sambil menangis.


Cenzo hanya melongo mendengar itu. Jadi bagaimana ini, Cenzo tadi sudah berkali-kali membujuk Nara agar mau keluar dan makan bersama tapi Nara tak juga mendengarkannya. Cenzo bahkan sudah lebih dari 10 kali membujuk Nara tapi Nara tetap keras kepala.


"Astaga Baby..... Aku sudah menyuruh kamu keluar tadi untuk makan tapi kau tak mendengarkan perkataan ku" Ucap Cenzo


"Jadi oppa menyalahkan ku, baiklah kalau begitu aku akan keluar untuk mencari makan sendiri" Nara sudah seperti anak kecil yang sedang menangis karena tak dibelikan permen.


Nara berjala keluar dari dalam pesawat sambil menangis dan meninggalkan Cenzo begitu saja.


"Kenapa dia?" Tanya Jimin sambil menahan tawanya melihat kelakuan Nara yang seperti anak kecil itu.


"Jangan tertawa kau sialan atau kau akan merasakan akibatnya sendiri dari Nara" Ucap Cenzo dan langsung menyusul Nara yang sudah diluar.


"Ayo kita cari makan dulu sebelum pulang ya, kau jangan marah" Ucap Cenzo sambil menahan Nara agar tidak pergi lagi.


"Janji?" Kata Nara


"Iya Oppa janji, ayo masuk mobil kasian mereka sudah menunggu"


Mereka pun segera pergi dari bandara menuju ke restoran karena Nara sudah sangat kelaparan.


"Oppa tapi aku mau makanan Korea tidak mau yang lainnya" Ucap Nara dan sekali lagi Cenzo dibuat pusing oleh permintaan Nara.


"Suho kau tau tempatnya dimana kan" Ucap Cenzo

__ADS_1


"Tau bos, saya sudah mengaktifkan GPS di ponsel saya" Jawab Suho


"Baiklah kau memang bisa diandalkan"


Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam mereka pun akhirnya sampai di restoran Korea itu. Nara segera masuk kedalam meninggalkan yang lain dan langsung memesan makanannya sendiri.


Nara memesan berbagai macam makanan karena perutnya benar-benar sangat lapar sekali. Bayangkan saja perjalanan selama itu Nara hanya minum air saja tidak makan apapun.


Cenzo dan yang lainnya menyusul Nara didalam dan duduk di kursi sebelah Nara.


"Baby kau sudah pesan?" Tanya Cenzo


"Sudah, sebentar lagi makanannya akan datang" Jawab Nara sambil memainkan ponselnya.


Cenzo yang merasa terabaikan langsung mengambil ponsel milik Nara.


"Jangan bermain ponsel saat aku sedang bicara" Ucap Cenzo dengan tegas.


Nara hanya bisa menundukkan kepalanya mengetahui Cenzo sedang marah kepadanya seperti itu. Setelah makanan tiba dan mereka semua makan Nara tidak banyak bicara dan hanya fokus kepada makannya saja.


Setelah mereka semua selesai makan, Cenzo pun dengan cepat langsung mengajak mereka menuju rumah utama milik Cenzo karena Clay dan Mate sudah rewel dari tadi karena kelelahan.


Di dalam mobil Nara hanya diam sambil mengelus-elus punggung Clay. Semenjak dari restoran tadi Nara tidak mengucapkan sepatah katapun.


"Baby kau tidak apa-apa?" Tanya Cenzo sambil memegang pundak Nara. Nara hanya menjawab pertanyaan Cenzo dengan gelengan saja.


Akhirnya mereka pun sampai dirumah Cenzo. Cenzo langsung keluar dari dalam mobil dan membatu Nara keluar juga.


Rumah Utama Cenzo



Cenzo menggandeng Nara masuk kedalam rumah yang terlihat begitu sangat besar dan juga megah itu.


Ruang Utama

__ADS_1



"Tuan selamat datang kembali" Sapa salah satu maid wanita yang umurnya sekitar 50 tahun itu dengan bahasa Itali.


Cenzo hanya tersenyum sambil melanjutkan untuk masuk kedalam. Cenzo melihat Clay dan Mate yang sudah tertidur. Clay tertidur dalam gendong Nara dan Mate tertidur dalam gendongan Jimin.


"Tolong bawa mereka ke kemar yang sudah aku suruh untuk kamu siapkan sebelumnya" Ucap Cenzo dengan bahasa itali ke Maid tersebut.


Mate dan Clay sudah masuk ke kamarnya dan sekarang Cenzo meminta untuk semua orang masuk kedalam kamar masing-masing. Para maid disini sudah menempelkan setiap nama di pintu kamar jadi mereka tidak perlu bingung memilik kamar yang mana.


Saat baru saja tiba tadi Alice memaksa untuk kembali kerumahnya saat itu juga tapi Cenzo dan Nara tak mengizinkannya pergi karena sekarang sudah sangat larut. Bagaimana tega Cenzo membiarkan seorang wanita pulang di jam 12 malam sendirian. Jadi dengan terpaksa Alice tidur disana dulu dan besok akan pulang.


Cenzo juga mengajak Nara segera pergi ke kamarnya. Kamar yang sudah bertahun-tahun tak ditempati oleh Cenzo. Cenzo saja jarang sekali datang kesini karena kesibukannya mengurus perusahaan di Korea. Mungkin sekitar 2 tahun sekali Cenzo akan berkunjung itu pun hanya beberapa hari disini.


Saat Cenzo membuka pintu kamarnya mata Nara seketika langsung melebar. Rumahnya dulu memang besar tapi tidak semewah rumah Cenzo ini.



"Kamu mau membersihkan diri terlebih dahulu apa mau langsung tidur Baby?" Tanya Cenzo


"Aku akan membersihkan diri dulu, dimana kamar mandinya?" Kata Nara


Cenzo menunjuk salah satu pintu di belakang sofa itu dan Nara segera masuk kedalam sana. Nara memang sudah terbiasa mandi tak mengunci pintu jadi Cenzo bisa dengan mudah masuk kedalam seperti sekarang.


"Hey apa yang kau lakukan, cepat keluar" Teriak Nara sambil menutupi bagian tubuhnya


"Kau jangan seperti seorang gadis polos Baby, ayo cepat mandi dan segera tidur" Ucap Cenzo dan ikut masuk kedalam bathub bersama dengan Nara.


Baru beberapa saat Cenzo masuk Nara sudah keluar dan membilas tubuhnya di bawah shower. Setelah semua bersih Nara keluar dari dalam kamar mandi meninggalkan Cenzo.


"Kenapa lagi dengan dia" Ucap Cenzo sambil memejamkan matanya.


Nara baru ingat bahwa bajunya masih ada di bawah. Nara melihat lemari baju milik Cenzo dan hanya menemukan beberapa kemeja milik Cenzo disana. Tanpa berfikir panjang Nara pun segera mengenakan kemeja itu tampa menggunakan dalaman dan langsung menuju ke tempat tidur menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Cenzo yang baru saja selesai mandi melihat Nara sudah tertidur langsung mengenakan pakaian miliknya dan ikut berbaring di samping Nara juga. Cenzo masih tak sadar jika Nara mengenakan kemeja miliknya karena saat Cenzo keluar tadi Nara sudah mematikan lampu kamar dan hanya menyalakan lampu tidur saja jadi Cenzo tak bisa melihatnya dengan jelas.

__ADS_1


Next....


__ADS_2