
Hari sudah mulai sore. Nara terlihat sudah selesai mandikan Mate dan Clay. Sekarang Mate dan Clay sudah terlihat tambah tampan lagi.
Seperti biasa mereka berempat sedang berkumpul diruang tengah sambil memakan camilan dan menonton televisi.
Tadi siang Lucca sempat pulang ke rumah bersama dengan Suho untuk berganti baju dan Lucca mengambil ponsel dan dompetnya.
"Oppa ini sudah sore tapi kenapa mereka belum juga datang" Ucap Nara sambil tidur dipangkuan Cenzo dan Anak-anak bermain didepannya.
"Tunggulah dulu, mungkin mereka sedang di perjalanan" Kata Cenzo sambil memainkan rambut Nara dan mengelus-elus kepalanya.
Mate yang melihat itu membisikkan sesuatu kepada Clay. Tiba-tiba anak-anak langsung berbaring juga paha Cenzo yang satunya.
Nara dan Cenzo pun terkejut, Nara langsung bangun dan melihat kearah mereka berdua.
"Wahhh lihatlah kalian tidak mau kalah ya" Ucap Nara sambil tersenyum
"Tentu saja Mom" Jawab Mate
Nara dan Cenzo dibuat tertawa oleh tingkah mereka berdua. Tak habis pikir mereka sudah memili rasa cemburu kepada Mommy nya sendiri.
Beberapa saat kemudian pintu depan tiba-tiba terbuka. Nara dan Cenzo masih tidak menyadari itu karena mereka sibuk bercerita satu sama lain.
"Kakakkkkkk" Teriak Lucca begitu masuk kedalam rumah
Nara langsung bangun dan melihat ternyata Jimin sudah datang. Jimin duduk diatas kursi roda yang didorong oleh Suho.
"Oppa mereka sudah datang" Ucap Nara dengan antusias.
Cenzo pun segera bangun dan berjalan kearah mereka bertiga.
"Jimin kau yakin akan dirawat dirumah?" Tanya Cenzo
__ADS_1
"Yakin V, Kan tadi kau bilang Alice mau mengurusku nanti makannya aku pulang" Ucap Jimin
"Papa......" Ucap Mate sambil berlari menghampiri Jimin dan langsung memeluk Jimin
"Anak Papa pasti sendirian ya, Papa sudah pulang sekarang jadi Mate tidak perlu khawatir lagi oke" Pandangan mata Jimin yang terlihat sangat tulus sekali menyayangi anak semata wayangnya ini.
"Oke Papa, ayo temani aku bermain" Ucap Mate sambil berjalan menuju kearah Clay yang sedang bermain sendirian
Mereka semua pun berkumpul di ruang tengah seperti biasanya. Cenzo meminta Lucca untuk memesan berbagai macam makanan terserah mau seberapa banyak Cenzo akan membayarnya.
Ini semua sebagai perayaan karena Jimin yabg baru saja pulang dan keadaannya yang sudah mulai membaik.
"Kak bolehkan aku memesan 10 makanan untuk diriku sendiri" Tanya Lucca sambil terus sibuk melihat ponselnya karena sedang memesan
"Tapi kalau tidak kau habiskan kau yang aku jual nanti" Jawab Cenzo dan Lucca hanya tersenyum saja.
Nara terlihat masih bingung menunggu Alice yang belum datang juga padahal ini sudah sore dan akan menjelang malam. Apa terjadi sesuatu kepada Alice dijalan.
"Oppa kenapa Alice tak datang-datang juga?" Tanya Nara dengan raut wajah yang khawatir
"Tunggulah saja Baby, mungkin dia masih mampir ke suatu tempat" Ucap Cenzo mencoba menenangkan Nara agar tidak berfikiran buruk
Dan benar saja beberapa menit kemudian bel pintu rumah berbunyi. Nara dengan cepat langsung berlari dan saat membuka pintu terlihat Alice yang sedang berdiri didepannya.
Nara langsung memeluk Alice dengan sangat bahagia.
"Akhirnya kau datang juga aku sudah khawatir sekali" Ucap Nara
"Kau ini bisa saja aku tadi masih mampir ke rumah sakit untuk meminta cuti lagi" Jelas Alice
"Baiklah ayo masuk kedalam kita sedang berkumpul didalam sambil menunggu makanan datang" Ucap Nara sambil merangkul Alice untuk masuk kedalam.
__ADS_1
Suasana didalam pun semakin ramai lagi karena Alice yang ikut bergabung.
Begitu sampai diruang tengah Alice duduk didekat Jimin sambil melihat keadaan Jimin dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Apa aku masih belum sembuh total?" Tanya Alice dengan pelan
Jimin langsung mengalihkan pandangannya kepada Alice yang ada di sampingnya.
"Sepertinya, aku tidak bisa terlalu lama ada dirumah sakit, disana begitu memuakkan" Ucap Jimin
"Maaf karena mengantar aku pulang kau jadi kecelakaan seperti ini. Aku janji akan merawat mu sampai kau sembuh" Ucap Alice
"Ini bukan salahmu ataupun salah Nara, memang sudah takdirnya aku akan kecelakaan, Jadi kau fokus terhadap keadaanku saja supaya aku cepat sembuh" Jelas Jimin
"Baiklah"
Setelah menunggu beberapa saat sambil berbincang-bincang bersama makanan yang mereka pesan pun akhirnya datang.
Nara pun menata semua makanan yang sudah Lucca pesan tadi diatas meja.
Suho terlihat sudah tidak sabar untuk melahap makanan yang ada didepannya itu. Pandangannya terus saja tertuju kepada daging ayam terlihat menggoda itu.
"Ambil saja jika kau sudah lapar" Ucap Cenzo sambil menepuk pundak Suho
"Kau pengertian sekali Bos, Baiklah selamat makan" Suho langsung mengambil makanan didepannya itu dan menyantapnya
Makan Suho dan Lucca dari kemarin tidak makan dengan teratur dirumah sakit saat menemani Jimin disana.
Dirumah itu terlihat kehangatan keluarga yang begitu harmonis. Walaupun mereka tidak memiliki ikatan begitu dekat tapi hubungan mereka mulai dahulu sudah seperti satu keluarga.
Cenzo tak pernah membeda-bedakan antara mereka semua mulai dari Lucca, Jimin, Suho dan lainnya jadi mereka tidak sungkan untuk membantu Cenzo sebagai solidaritas mereka semua.
__ADS_1
Next.....