Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
174. Maaf


__ADS_3

"Kak kau seharusnya tidak perlu marah seperti itu kepada Alice. Mungkin memang benar yang dia katakan" Ucap Lucca


"Diam kau, daripada kau mengoceh terus seperti ini lebih baik kau segera cek CCTV itu dengan begitu wanita sialan itu akan cepat masuk penjara" Cenzo begitu menyeramkan sekarang


Lucca dan Jimin pun langsung keluar dari ruangan itu tanpa mengucap sepatah katapun kepasa Cenzo.


Tidak akan ada orang yang bisa menenangkan amarah Cenzo jika bukan Nara. Bahkan Lucca pun tidak bisa berkutik jika Cenzo sudah membentaknya seperti barusan.


Didalam ruangan Nara, Cenzo hanya bisa duduk termenung sambil memegang tangan Nara. Cenzo menyalahkan dirinya sebagai seorang suami yang tidak becus untuk menjaga istrinya sendiri.


"Baby maafkan aku, andai saja tadi aku tak mengijinkan mu pergi kesana pasti kamu tidak akan seperti ini" Ucap Cenzo dengan air mata yang mulai menggenang di matanya.


.


.


Lucca dan Jimin sekarang sedang ada didalam mobil tapi Lucca tak kunjung menjalankan mobilnya juga. Jimin pun hanya bisa diam saja dari tadi setelah melihat Cenzo yang marah seperti itu.


Sebenarnya ada perasaan kasian di hati Jimin saat melihat Alice yang dibentak cukup keras tadi dan tak hanya itu juga Cenzo juga memaki Alice yang pasti membuat hati Alice merasa sakit.


"Kenapa kau tak jalankan mobilnya juga, ayo cepat kita cek CCTV nya" Ujar Jimin sambil memukul pundak Lucca


"Enak sekali kau menyuruhku kesana, apa gunanya punya anak buah banyak jika aku harus melakukannya sendiri" Ucap Lucca


Lucca segera menghubungi anak buahnya dan meminta mereka untuk mengecek semua CCTV yang ada di Mall F tersebut.


"Kalau kau sudah memerintahkan anak buahmu lalu sekarang kita kemana?" Tanya Jimin


"Aku lapar, aku mau ke restoran dulu, makan spaghetti dengan minum wine"


"Rencana yang bagus, ayo cepat kita berangkat" Jimin terlihat begitu bersemangat setelah mendengar kata Wine.


Sudah lama sekali mereka tidak minum-minum wine padahal di rumah Cenzo juga banyak. Bahkan wine tua yang harganya begitu mahal.


.


.

__ADS_1


Dirumah Cenzo, Alice sudah mengemasi barang-barangnya dan bersiap untuk pergi dari rumah Cenzo.


Sepanjang perjalanan pulang dari rumah Sakit air matanya selalu saja menetes dan tak mau berhenti. Alice takut apa yang Cenzo bilang itu adalah kenyataan.


Bagaimana jika dirinya memang wanita pembawa sial, pasalnya dari dulu dia menang tak pernah bergaul dengan banyak orang jadi Alice pun takut jika itu benar.


"Nara maafkan aku ya, aku sudah menghancurkan kepercayaanmu" Ucap Alice.


Sesampainya di depan rumah Cenzo sudah ada taksi yang menunggunya disana. Setelah supir taksi itu memasukkan barang-barang Alice kedalam bagasi dan Alice sudah masuk kedalam mobil. Mobil mulai pergi meninggalkan rumah Cenzo.


Alice terus saja menangis. Hatinya benar-benar hancur. Alice bisa menerima perkataan Cenzo memang dirinya yang tak becus untuk menjaga Nara. Padahal Nara dan Cenzo sudah begitu baik kepadanya.


"Nara, Cenzo maafkan aku" Tangisan Alice langsung pecah saat itu juga.


Supir taksi itu hanya bisa melihat Alice dari kaca spion dan memberi Alice tissue.


.


.


Begitu sudah sadar sepenuhnya Nara melihat sekeliling ruang dan Nara sudah bisa menebak kalau dia sedang berada dirumah sakit sekarang.


Nara melihat Cenzo yang tertidur dengan posisi duduk di kursi sebelah ranjang tidur Nara. Nara memegang kepala Cenzo.


"Oppa" Panggil Nara dengan suara yang terdengar sangat lemah


Cenzo yang mendengar itu langsung bangun dan melihat kearah Nara. Nara sudah sadar didepannya sekarang.


"Baby, baby sudah sadar apa ada yang sakit sayang, kaki kamu sakit ya aku panggilkan dokter ya" Ucap Cenzo


"Tidak Oppa aku tidak apa-apa kau jangan khawatir seperti itu aku tidak merasakan sakit apa-apa kok" Jawab Nara dengan tersenyum agar tak membuat Cenzo khawatir.


Walaupun Nara bilang dia tak merasakan sakit apapun Cenzo harus memanggil dokter agar mengecek keadaan Nara.


Cenzo memencet tombol di atas kepala Nara agar Cenzo tak payah susah-susah keluar keruangan dokter untuk memanggilnya.


Beberapa saat kemudian Dokter pun datang. Beliau bilang jika Nara masih harus dirawat beberapa hari disini dan kakinya masih belum bisa berjalan.

__ADS_1


Setelah memeriksa keadaan Nara dan syukurlah tidak ada bagian kepala Nara yang luka lagi hanya di bagian kakinya saja dan dokter itu pun berpamitan untuk pergi dari sana.


Selepas kepergian Dokter itu Cenzo memandangi Nara dengan begitu dalam.


"Kenapa istriku selalu mengalami kejadian seperti ini, apa ini semua karena aku tapi aku juga tidak bisa terus-terusan mengurung dia dirumah dia juga butuh kesenangan diluar tapi aku begitu bingung harus mengatasinya bagaimana" Ucap Cenzo dari dalam hati.


"Oppa" Panggil Nara sambil memegang tangan Cenzo karena Cenzo terus saja melamun dari tadi.


"Iya Baby ada apa?" Kata Cenzo


"Oppa kenapa terus saja melamun seperti itu?" Tanya Nara


"Aku merasa diriku ini adalah suami yang tidak berguna. Gara-gara kecerobohan ku kau selalu seperti ini. Padahal aku sudah mengajakmu pindah kesini agar tidak ada lagi yang mengganggumu tapi ternyata aku salah" Jelas Cenzo dengan pelan sambil menunduk.


"Hey kenapa bicara seperti itu, Oppa lihat kan aku tidak apa-apa kok. Sini mendekatlah aku ingin memelukmu" Ucap Nara


Cenzo dengan cepat mendekat kearah Nara dan memeluk Nara dengan sangat kerat sambil terus membisikkan kata maaf kepada Nara.


"Baby sekali lagi maafkan aku karena aku tidak bisa menjadi suami berserta ayah yang baik" Kata Cenzo.


"Tidak begitu, kau adalah suami dan ayah yang paling haik sedunia dan menyayangi keluarga kecilmu" Ucap Nara


"Aku merasa gagal menjadi seorang suami, Baby maafkan aku" Cenzo terus saja mengucapkan kata maaf


Nara dengan cepat mendekatkan dirinya kearah Cenzo dan ******* bibir Cenzo dengan sangat lembut agar Cenzo bisa diam dan tak mengucapkan kata maaf lagi.


Ciuman itu berlangsung cukup lama hingga mereka berdua mulai kehabisan Oksigen dan Nara melepaskan ciuman itu.


"Apa sudah selesai bicara maafnya" Tanya Nara


"Belum baby" Jawab Cenzo


"Sudahlah aku ingin kau bercerita saja kepadaku aku sedang sangat bosan sekarang" Ucap Nara sambil menyuruh Cenzo terus mengelus kepalanya.


Cenzo pun mulai menceritakan hal-hal tidak penting kepada Nara agar Nara merasa lebih tenang dan tidak bosan lagi.


Next...

__ADS_1


__ADS_2