
"Dita please, kau sedang bercanda kan. Kau orang baik, jadi tak mungkin melakukan ini kepadaku" Ucap Nara sambil memegang tangan Dita
Dita dengan sekuat tenaganya menghempaskan tangan Nara dan beralih menggendong Clay yang sedang tidur disamping Nara.
"Jangan kau sentuh anakku, turunkan dia" Ucapan Nara dan Clay seketika langsung menangis.
"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan?" Kata Dita
"Kesepakatan apa yang kau maksud itu" Nara sudah tak bisa berfikir lagi sekarang, yang Nara takutkan Dita akan mencelakai Clay sekarang.
"Aku harus bisa memilih antara anakmu atau suamimu. Jika kau memilih anakmu maka pergilah yang jauh dari sini, tapi jika kau memilih suamimu maka kau akan kehilangan anak ini mulai sekarang" Jelas Dita
"Bagaimana aku bisa memilih, mereka semua adalah milikku dan kau tidak punya hak untuk menentukan mana yang akan aku pilih karena mereka anak dan suamiku" Tolak Nara secara tegas.
"Baiklah kalau kau tidak mau memilih. Kita lihat saja sampai mana keras kepalamu itu berlangsung"
Dita membawa Clay kearah jendela dan bersiap untuk menjatuhkan Clay dari atas.
"Ditaaaa....... Aku mohon jangan lakukan itu, Please Dita" Teriak Nara
"Huuuuaaaaa..... Mom......." Tangis Clay yang terlihat sangat ketakutan sekarang.
"Kau sendiri yang memilih kan Nara, jadi itu bukan salahku" Jawab Dita dengan santainya
Nara memutar otaknya dengan keras apa yang harus dia lakukan sekarang. Pilihannya hanya satu, Nara tak ingin Clay terluka.
"Baiklah aku akan memilih Clay, jadi tolong bawa dia kemari" Ucap Nara
Mendengar jawaban dari Nara membuat Dita sangat senang. Sekarang tugasnya hanya perlu menggoda Cenzo sekuat tenaganya agar Cenzo luluh kepadanya.
"Pilihan yang bagus" Ucap Dita sambil memberikan Clay kepada Nara
"Husssttt.... husssttt.... Sayang, tenanglah ya" Ucap Nara sambil menepuk-nepuk punggung Clay.
"Jadi sekarang kau hanya perlu pergi sejauh yang kau mampu agar Vincenzo tak bisa menemukanmu" Kata Dita
"Aku tak bisa pergi kemanapun karena aku tak membawa sepeser uang" Ucap Nara
"Kau tenang saja, aku sudah menyiapkan paspor khusus untukmu dan sejumlah uang. Setengah jam lagi kau akan take off"
__ADS_1
Nara terpaksa melakukan ini karena tak mau keluarganya kenapa-kenapa. Nara percaya Cenzo akan segera menemukannya sebelum dia berangkat.
Cenzo, Jimin dan Suho sudah mengelilingi seluruh kota tapi tak juga menemukan keberadaan Nara dan Clay.
"Suho kita pulang dulu saja" Ucap Jimin
"Kita tak boleh pulang sebelum menemukan Nara dan Clay" Tolak Cenzo
"Kau jangan keras kepala V, setidaknya kita makan sesuatu terlebih dahulu. Kita juga butuh tenaga" Kata Jimin
Cenzo tak bisa membantah perkataan dari Jimin. Memang benar jika mereka bertiga tak sempat sarapan tadi karena sibuk mencari keberadaan Nara.
"Cari restoran terdekat saja, terlalu jauh jika kita pulang ke rumah" Ucap Cenzo
"Baiklah"
"Samakan saja semua pesanannya Suho" Ucap Jimin
Jimin begitu kasihan melihat Cenzo yang dari tadi hanya murung saja. Jimin tau perasaan Cenzo sekarang sangatlah hancur. Anak dan istrinya tak tau pergi kemana sekarang.
Setelah makan mereka melanjutkan lagi untuk mencari Nara.
"Bagaimana jika kita mencarinya di bandara. Siapa tau penculik itu ingin mengirim Nyonya ke suatu tempat" Ucap Suho
"Kau benar Suho, bagaimana bisa aku tak kepikiran sama sekali" Kata Jimin
"Cepatlah kesana" Ujar Cenzo
__ADS_1
Suho langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Selama perjalanan Cenzo hanya berdoa supaya dia bisa dipertemukan dengan Nara nanti di bandara.
Dita dan anak buahnya sudah dalam perjalanan mengantarkan Nara ke bandara bersama anaknya juga.
Sesampainya di bandara semua anak buah Dita yang berjumlah 4 orang itu mengelilingi Nara agar tidak ada orang yang melihat keberadaan Nara.
"Cepat sedikit jalannya bodoh" Ucap Dita
"Baik" Jawab Nara
Sambil berjalan Nara memperhatikan sekitar siapa tau ada orang baik yang mau membantunya sekarang.
Saat Nara akan pergi menuju pesawat dari jauh Nara melihat Suho, Jimin dan Cenzo. Nara mencoba menarik perhatian dari mereka tapi ternyata sia-sia. Sekarang rencana terakhir adalah Nara harus berteriak sekencang-kencangnya agar Cenzo tahu jika Nara ada disana.
"Oppaaaaaaa....." Teriak Nara.
Dita dan Anak buahnya terkejut mendengar Nara yang berteriak seperti itu. Salah satu Anak buah Dita langsung membungkam mulut Nara dan segera membawa Nara menjauh dari sana.
Cenzo sangat jelas bahwa dia mendengar suara dari Nara.
"Itu suara Nara. Ayo cepat berpencar dan cari dia" Ucap Cenzo dan langsung berlari mencari Nara
Para anak buah Dita langsung membawa Nara kedalam pesawat karena 5 menit lagi pesawat akan take off.
Jika sudah berada didalam sini tidak ada harapan lagi bagi Nara untuk bertemu dengan Cenzo. Nara hanya bisa pasrah sekarang. Biarlah tuhan yang mengurus semuanya.
Pesawat pun Mulai lepas landas. Nara yang dari tadi berusaha untuk tegar dan kuat sekarang tak bisa lagi menahan air matanya. Nara menangis sambil melihat keluar jendela.
"Kenapa hidupku harus berakhir seperti ini" Ucap Nara
Tangan Clay terulur mengusap air mata Nara yang ada di pipi Nara. Nara pun tertegun dan menghapus air matanya sendiri.
"Kita mulai dari awal sekarang ya boy" Ucap Nara.
Next......
__ADS_1