
Hari ini adalah pagi yang sangat cerah. Cenzo baru saja berangkat ke kantornya. Cenzo tidak sarapan sebelum pergi karena Cenzo sedang terburu-buru untuk melakukan meeting.
Nara pun berinisiatif untuk membawakan makanan nanti siang ke kantor Cenzo. Dari pagi Nara sibuk berbelanja kebutuhan untuk masak dan setah masakan sudah jadi Nara langsung bersiap-siap untuk berangkat.
Kebetulan sekali saat Nara selesai membuat makanan jam sudah menunjukkan pukul 11.30, jadi Nara langsung saja bersiap-siap.
Nara berangkat menggunakan bus. Sebenarnya ada sopir yang sudah ditugaskan Cenzo untuk mengantar Nara bepergian tapi Nara menolaknya tadi.
"Sudah jam 12 sepertinya Oppa sudah selesai dengan pekerjaannya" Gumam Nara
Sepenjang perjalanan Nara mendengarkan musik di earphone untuk menghilangkan kebosanan.
Nara pun akhirnya sampai di kantor Cenzo. Nara langsung menuju ke ruangan Cenzo tanpa harus izin dahulu ke resepsionis karena semua pegawai Cenzo di kantor sudah tahu akan hubungan Cenzo dan Nara.
Nara pun mengetok pintu dahulu sebelum masuk ke ruangan Cenzo. Setelah ada jawaban dari dalam Nara pun masuk.
"Oppa....." Panggil Nara saat sudah masuk ke ruangan Cenzo
Cenzo langsung mengalihkan pandangannya kearah Nara.
"Oppa?" Kata Cenzo dengan heran
"Iya Oppa kenapa?"
"Tidak ada terserah kau saja mau memanggilku apa"
__ADS_1
Nara menghampiri Cenzo yang sedang sibuk dengan berkas-berkas didepannya dan langsung duduk dipangkuan Cenzo.
"Kau mengabaikan ku" Ucap Nara tepat di telinga Cenzo
"Jangan memancingku Baby. Aku takut tidak bisa menahannya. Sekarang turunlah"
Nara pun turun dengan terpaksa karena tak ingin membuat Cenzo marah. Sebenarnya sekarang yang marah adalah Nara, bisa dilihat dari ekspresi wajahnya yang murung.
Nara langsung berjalan meninggalkan Cenzo dan duduk di atas sofa sambil memainkan ponselnya seakan melupakan tujuan awalnya datang kesini.
"Apa yang membawamu datang kesini baby" Tanya Cenzo dengan pelan, dia tau kalau Nara sedang marah.
"Aku datang membawakan mu makan siang. Tapi kalau kau tak mau ya sudah aku bisa membawanya pulang kembali" Jawab Nara dengan emosi.
Cenzo seketika menarik nafas dalam-dalam dan berjalan mendekati Nara. Cenzo langsung duduk disebelah Nara dan memegang tangan Nara.
Cenzo tak mau menjadi lelaki yang sangat egois. Cenzo tau jika perempuan sedang sensitif Cenzo harus banyak-banyak bersabar. Cenzo tak mau jika harus saling bertengkar hanya karena masalah sepele seperti ini.
"Tidak. Aku tak mau memaafkan mu. Kau tadi membentak ku" Ujar Nara sambil menahan air matanya.
"Kapan aku membentaknya" Ucap Cenzo dalam hati.
"Baiklah-baiklah, aku minta maaf ya kerena sudah membentak mu. Maafkan aku ya Baby" Kata Cenzo sambil mengecup kening Nara.
"Oke aku maafkan. Sekarang makanlah aku sudah memasakkan banyak sekali makanan"
__ADS_1
Wanita memang tidak bisa di tebak. Yang tadinya sedang sedih diberikan kata-kata yang manis langsung gembira kembali. Itulah sebenarnya yang harus lelaki lakukan ketika pasangannya sedang marah atau bersedih bukan malah memarahinya balik.
"Suapi aku ya. Aku sambil memeriksa dokumen" Ucap Cenzo
"Iya"
Mereka berdua pun makan siang bersama. Nara dengan telaten menyuapi Cenzo.
Setelah selesai makan Cenzo kembali melanjutkan pekerjaannya dan Nara sudah tertidur diatas sofa.
Saat Cenzo sedang membaca-baca dokumen tiba-tiba Jimin datang ke ruangannya.
"V" Panggil Jimin dengan sangat kencang.
Cenzo seketika langsung berdiri dan menarik Jimin ke ruangan rapat.
"Apa yang kau lakukan" Tanya Jimin begitu samapi di ruang rapat.
"Kenapa kau datang langsung berteriak seperti itu, kau bisa membangunkan Nara" Jelas Cenzo
"Ohhh jadi wanita mu sedang ada disini"
"Iya"
"Ada apa kau kemari sekarang" Tanya Cenzo.
__ADS_1
"Sebenarnya aku akan....."
Next.....