
Selama seminggu menjalani masa pemulihan Nara pun sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya.
Pagi ini Cenzo tidak berangkat ke kantor, dia lebih memilih menemani Nara pulang ke rumah. Mulai saat ini Nara akan tinggal di rumah utama Cenzo. Nara sempat menolak tapi Cenzo bersikeras kalau Nara harus pulang kesana dan akhirnya Nara setuju.
Cenzo membantu Nara turun dari mobil saat sudah sampai dirumah. Cenzo tak membiarkan Nara untuk membawa barangnya walaupun itu hanya sebuah ponsel.
"Pelayan bawa semua barang di bagasi mobil ke kamarku" Perintah Cenzo
Para maid itu pun dengan cekatan langsung membawa barang-barang Nara ke kamar Cenzo di lantai atas.
Cenzo mengajak Nara ke taman belakang rumah untuk membicarakan hal yang serius.
"Kau mau bicara apa Chagiya?" Tanya Nara saat mereka berdua sudah duduk di salah satu kursi di taman tersebut.
Cenzo langsung menoleh ke arah Nara, dia menatap mata Nara dengan sangat dalam dan menggenggam tangan Nara.
"Baby, aku sudah berjanji padamu saat kau koma waktu itu" Ucap Cenzo
"Janji?"
"Iya. Aku berjanji jika kau sadar aku akan menikahimu"
Nara terkejut mendengar ucapan Cenzo.
"Kau serius Chagiya?" Kata Nara
"Aku sangat-sangat serius. Maka dari itu aku akan datang ke rumahmu besok untuk meminta restu orang tuamu"
Nara sangat bahagia mendengar pengakuan dari Cenzo. Nara begitu beruntung bertemu dengan Cenzo, Cenzo selalu ada untuknya dan selalu menjaganya bahkan Cenzo tidak pernah memaksa Nara untuk melayani Cenzo diatas ranjang.
__ADS_1
"Apa kau tak takut bertemu orang tuaku?" Tanya Nara
"Untuk apa aku takut Baby, niatku baik datang kepada mereka. Yang terpenting aku sudah meminta izin kepada mereka, mau tak mau mereka harus menyetujui itu"
Nara langsung memeluk Cenzo dengan sangat erat sambil meneteskan air mata bahagianya.
"Sudah jangan menangis. Kau akan terlihat jelek" Ucap Cenzo dan langsung mendapat cubitan di perutnya.
"Sudahlah berhentilah memelukku, bajuku akan basah terkena ingus mu baby. Ayo sekarang masuk dan istirahat, aku lelah"
Cenzo dan Nara pun masuk kedalam menuju ke kamar Cenzo untuk istirahat.
Dikediaman orang tua Nara terlihat Sam sedang istirahat sekarang dia sengaja tidak berangkat ke kantor untuk istirahat karena pekerjaannya sudah selesai semua.
"Pa... bagaimana keadaan Nara sekarang ya?" Ucap Yura memulai obrolan
"Nara sudah sadar dari satu minggu yang lalu. Tadi Tuan Vincenzo mengubungi papa" Kata Sam
"Bagaimana bisa anak kita bertemu dengan Tuan Vincenzo ya pa"
"Aku juga tak tau. Tapi dia itu terkenal dengan kekejamannya dan dia juga kan duda"
__ADS_1
Yura hanya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan suaminya itu.
Mereka seakan tidak mereka bersalah telah mengusir Nara dari rumah dan setiap hari juga sama sibuknya seperti sebelumnya.
Saat Yura sedang sibuk memainkan ponselnya tiba-tiba Sam mendapat panggilan telpon.
"Iya baiklah aku akan kesana sekarang" Ucap Sam kepada seorang diseberang telepon
"Siapa pa?" Tanya Yura
"Ada berkat yang sangat penting yang harus aku cek di kantor jadi aku harus segera kesana" Ucap Sam berbohong. Padahal yang menghubunginya tadi adalah simpanannya yang sedang menunggu Sam di apartemennya.
Sam pun langsung pergi ke kamar untuk mengganti baju dan bergegas pergi.
Yura tidak peduli sama sekali dan lebih memilih untuk naik ke kamarnya untuk melakukan video call dengan pacarnya.
__ADS_1
Next....