Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
27. Beri aku waktu sendiri


__ADS_3

Setelah menunggu Cenzo keluar dari kamar mandi mereka pun kembali ke apartemen Nara. Dalam perjalanan Nara hanya banyak diam dan menanggapi perkataan Cenzo dengan singkat.


Nara sedang meratapi bagaimana nasib mamanya jika mengetahui kalau papa selingkuh dibelakangnya. Nara sendiri belum siap untuk bilang ke mamanya.


Akhirnya mereka pun sampai di apartemen. Nara langsung turun dari mobil tanpa menunggu Cenzo. Cenzo hanya bisa menghela nafas.


"Apa dia begitu marahnya padaku?" Gumam


Cenzo.


Cenzo langsung bergegas menyusul Nara yang sudah jauh.


Begitu masuk di apartemen, Nara langsung membaringkan tubuhnya di tempatnya tidur. Pikirannya begitu kacau saat ini.


Masalahnya bersama Cenzo belum selesai di muncul lagi masalah baru. Rasanya dia ingin membenturkan kepalanya.


"Baby kau kenapa" Tanya Cenzo yang langsung berbaring di samping Nara sambil memeluk Nara


Nara tak menjawab perkataan Cenzo, dia sedang tak ingin diganggu saat ini, Nara hanya ingin sendiri.


"Pulanglah dulu ke rumahmu untuk saat ini, aku sedang tak ingin diganggu" Ucap Nara.


"Kenapa?, ini semua bisa dibicarakan sayang"


"Aku mohon, kali ini saja. Besok kau boleh kembali"


"Baiklah jika itu mau mu, aku pergi dulu" Ucap Cenzo sambil mengecup dahi Nara.


Saat Cenzo sudah pergi Nara langsung menangis sejadi-jadinya. Rasanya hatinya sangatlah sakit dan sesak seperti ditimpa batu besar.

__ADS_1


Cenzo pun tidak langsung pulang ke rumahnya, dia malah ke rumah Jimin.


"Tumben sekali kau kesini V" Tanya Jimin.


Alih-alih menjawab pertanyaan Jimin, Cenzo malah berjalan masuk meninggalkan Jimin diluar.


"Dasar tamu tak tau diri" Gumam Cenzo


"Ingatlah bahwa aku yang membeli rumah ini" Ucap Cenzo dari dalam


"Hahaha... Aku hanya bercanda bro, jangan kau masukkan hati oke" Ujar Jimin dan bergegas menyusul Cenzo di dalam.


"Duduklah akan ku ambilkan minum" Kata Jimin


"Bir saja Jimin, aku sedang ingin minum"


"Baiklah tuan"


"Kau ada masalah apa" Tanya Jimin


"Tidak ada" Ucap Cenzo sambil menerima satu gelas bir dari Jimin


"Aku tau bagaimana dirimu V, Kau sudah berteman denganku dari kecil"


"Aku baru saja diusir dari rumah Nara"


Jimin diam sejenak, kemudian dia tertawa dengan sangat kencang.


"Hahahahahahah......."

__ADS_1


"Diam kau brengsek" Ucap Cenzo sambil melempar Jimin dengan bantal sofa.


"Hahaha..... Oke, oke. Coba kau ceritakan awal mulanya bagaimana"


"Aku tak mau cerita panjang-panjang, Tapi dia tadi memergoki papanya sedang bersama wanita lain dan....."


Cenzo menjelaskan dengan sangat rinci kejadian yang dia alami bersama Nara tadi.


"Itu juga salahmu sendiri. Kau tau jika Nara sedang ada masalah malah mengajaknya enak-enak. Yang ada enak di elo"


"Kenapa aku?. Dia juga menikmati kok"


"Sudahlah bicara padamu tak akan ada gunanya" Ucap Jimin dan berjalan meninggalkan Cenzo yang sedang merenungkan kesalahannya.


"Dari pada kau pusing memikirkan masalahmu ayo ikut aku" Ucap Jimin sambil menarik Cenzo dan membawa ke kamarnya.


"Kau mau apa brengsek membawaku ke kamarmu"


"Yakkk.... Sialan, hilangkan pikiran kotormu itu. Aku tak suka batangan"


Saat sampai di dalam kamar, Jimin pun langsung menunjukkan stik PS yang baru saja dia beli pada Cenzo.


"Yang kalah membelikan makanan bagaimana" Ucap Jimin


"Siapa takut"


Mereka pun akhirnya bermain game sampai lupa waktu.


__ADS_1



Next......


__ADS_2