Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
127. Kacau


__ADS_3

Setelah bermain selama satu jam, Cenzo sudah tak sanggup lagi bermain dengan mereka. Wajah Cenzo memang terlihat masih muda, tapi usia tak bisa dibohongi. Cenzo merasa lelah karena terus bermain dengan Mate dan Clay.


"Boy, Daddy sudah sangat lelah, sudah ya mainnya" Ucap Cenzo sambil berjongkok disana


"Daddy, Mate lapar"


"Yaa Ded" Ucap Clay juga membenarkan jika dirinya lapar juga


"Baiklah ayo kita cari makan, setelah itu pulang"


Cenzo segera mendudukkan Clay di strollernya setelah itu menuntun Mate menjauh dari area bermain itu dan menuju ke tempat makan di salah satu Mall tersebut.


Tak bisa dipungkiri Cenzo merasa sangat lega begitu Mate dan Clay mengajak keluar dari tempat bermain itu.


"Kalian mau makan apa?" Tanya Cenzo


"Daging Daddy" Ucap Mate


"Oke, ayo kita membeli daging yang banyak"


"Yes Daddy"


Setelah berputar-putar di Mall tersebut mereka akhirnya menemukan tempat makan yang terbilang cukup ramai dan Cenzo yakin kalau tempat makan itu enak.


Cenzo membantu Mate untuk duduk di salah satu kursi dan sudah bersiap untuk makan. Clay sendiri dari tadi sudah uring-uringan dan terus saja menangis karena merasa kelaparan.


"Hhhuuuuuaaaaaa.......apar" Tangis Clay


"Diam dulu Clay, sebentar lagi makanannya akan datang" ucap Cenzo.


Bukannya diam Clay malah semakin kencang menangis hingga orang-orang disekitar melihat kearah mereka.

__ADS_1


Untung saja makanan mereka cepat sampainya jadi begitu makanannya diletakkan dimeja, Cenzo langsung menyuapi Clay dengan makanan tersebut dan Clay seketika langsung terdiam dan mengunyah makanannya itu dengan tersenyum.


"Wahhhh.... Dasar tuan botak, kau suka sekali makan ya" Ucap Cenzo.


Cenzo melihat Mate yang sangat sibuk dengan makanannya hingga tak bisa diganggu.


Cenzo membelikan Clay nasi yang lembut dan sayuran yang diberi daging halus. Saat Cenzo akan menyuapi Clay kembali, Clay dengan cepat merebut sendok yang ada ditangan Cenzo dan berniat untuk makan sendiri.


"Kau pengertian sekali boy, terima kasih sudah membiarkan Daddy makan" Ucap Cenzo dan segera memakan makanannya.


Setelah beberapa saat makanan mereka pun habis dan Clay yang terakhir menghabiskan makanannya.


"Oke anak-anak sekarang kita pulang ya"


"No daddy, beli mainan" Ucap Mate


"Bagaimana jika kalian dimarahi oleh Mommy nanti jika membeli mainan lagi, kan mainan kalian sudah banyak"


"Baiklah Kalau begitu, tapi satu orang hanya membeli satu mainan oke" Ucap Cenzo


"Oke Daddy"


Mereka pun berjalan menuju ke toko mainan dan Cenzo hanya diam memperhatikan Mate yang sibuk berkeliling untuk memilih mainannya.


Setelah sibuk memilih mainan untuknya dan Clay, Mate pun akhirnya meminta Cenzo untuk segera membayarnya.


"Daddy sudah" Ucap Mate


Cenzo segera pergi membayar mainan yang sudah Mate pilih tadi.


"Kau jaga adikmu ya"

__ADS_1


Karena Cenzo sangat lama membayar mainan tersebut, Mate mendorong stroller Clay berniat untuk mengajak Clay jalan-jalan. Mate menarik Stroller itu dengan pelan karena Mate keberatan mendorong Clay.


Setelah selesai membayar, Cenzo kebingungan mencari Mate dan Clay yang sudah tidak ada ditempatnya tadi.


"Kemana lagi anak-anak itu" Ucap Cenzo sambil kebingungan mencari Mate dan Clay.


Cenzo kesana-kemari mencari keberadaan mereka.


"Bisa-bisa Nara akan membunuhku jika mereka sampai hilang" Ucap Cenzo yang mulai kelelahan karena sudah mengelilingi mall tersebut. Saat Cenzo akan beristirahat dari kejauhan Cenzo melihat Mate yang sedang duduk dengan Clay di depannya duduk di atas stroller sambil memakan es krim.


"Dasar anak-anak kurang ajar" Ucap Cenzo sambil berjalan kearah mereka.


"Yyyaaaa kalian berdua" Panggil Cenzo


Mate dan Clay langsung mengalihkan pandangan mereka kearah Cenzo


"Daddy" Sapa Mate seperti tak punya dosa


"Kenapa kalian kabur begini. Lalu dari mana kalian memiliki es krim ini" Kata Cenzo


"Mate beli Daddy" Ucap Mate sambil menunjuk ke arah toko es krim di depannya.


"Baiklah ayo pulang kalau begitu" Saat Cenzo akan mendorong stroller Clay tiba-tiba pemilik toko tersebut berjalan kearah Cenzo


"Tuan permisi, anak-anak anda belum membayar es krimnya" Ucap pemilik toko tersebut


"Oh benarkah, maafkan anak-anak saya" Kata Cenzo sambil membayar es krimnya itu.


"Baiklah anak-anak sekarang kita pulang oke" Ujar Cenzo yang sudah sangat lelah secara batin dan mental menghadapi anak-anak ini


"Oke"

__ADS_1


Next....


__ADS_2