
Jam menunjukkan pukul 23.30, Nara bangun dari tidurnya karena merasa haus. Saat Nara membuka matanya secara perlahan betapa terkejutnya dia ketika mendapati Cenzo sedang tidur disampingnya dengan wajah yang sangat dekat, tangan Cenzo pun melingkar diperut Nara.
Nara pun mencoba untuk menyingkirkan tangan Cenzo yang ada diperutnya tapi usahanya sia-sia. Cenzo seperti enggan untuk melepaskan Nara sedikit pun.
"Huhhhhh.... Aku sudah putus asa. Kenapa tangannya berat sekali seperti batu" Gumam Nara
Nara berbalik menatap Cenzo yang sedang tertidur dengan sangat tenang. Tiba-tiba tanpa sadar tangan Nara terangkat dan menelusuri wajah Cenzo.
"Kau sangat tampan saat tidur seperti ini. Andai kau benar-benar menjadi milikku, tapi aku tau kalau kau sudah memiliki istri, entah masalah apa yang kau alami hingga menjadikanku sugar baby mu" Ucap Nara sambil tangannya masih asik menelusuri wajah Cenzo.
"Sudah puas beby meraba wajahku yang tampan ini hemmmm" Ucap Cenzo secara tiba-tiba
Nara yang kaget pun langsung menjauh dari Cenzo hingga.....
Buuugghhhh.... aaaauuuuhhhh....
Nara terjatuh dari tempat tidur karena terkejut.
"Sakit sekali" Ujar Nara sambil memegang kepalanya yang terbentur meja di samping tempat tidur.
Cenzo yang melihat Nara jatuh langsung bangun dan menghampiri Nara.
"Kau tak apa-apa kan Sayang" Ucap Cenzo dengan raut wajah yang khawatir.
Nara pun mendongak menatap pria didepannya ini yang terlihat sangat khawatir.
"Tak apa. Kepalaku hanya sedikit ngilu saja"
__ADS_1
Cenzo pun merapikan rambut Nara yang menutupi sebagian wajahnya. Dan dia sangat terkejut saat melihat dahi Nara yang memar dan mengeluarkan darah.
Tanpa aba-aba Cenzo langsung mengangkat tubuh Nara dan berlari ke arah parkiran.
"Tuan apa yang kau lakukan, turunkan aku" teriak Nara karena terkejut saat Cenzo menggendongnya secara tiba-tiba.
Nara pun refleks langsung mengalungkan tangannya di leher Cenzo.
"Tenanglah baby, aku akan segera membawamu ke rumah sakit. Tahanlah sebentar ya" Ucap Cenzo
Saat sudah sampai di parkiran Cenzo langsung memasukkan Nara ke dalam mobil.
Cenzo melajukan mobilnya dengan sangat kencang entah setan apa yang sedan merasukinya sekarang.
"Pelan-pelan saja tuan..... Kau membuatku takut" Ujar Nara
Ucapan Cenzo tersebut sukses membuat Nara melongo. Nara tak habis pikir dengan orang disampingnya ini. Jelas-jelas Nara dari tadi baik-baik saja, ya hanya luka goresan saja di dahinya tapi tidaklah parah.
Hanya membutuhkan waktu 10 menit mereka pun sampai dirumah sakit tersebut. Cenzo bergegas turun dan mobil dan langsung menggendong Nara kembali dengan berlari.
Jangan tanya bagaimana Nara saat ini, Nara hanya menyembunyikan wajahnya di dada Cenzo dengan menahan malu.
Nara segera dibaringkan ditempat tidur di salah satu ruang rawat tersebut. Dokter pun datang dengan tergesa-gesa karena Cenzo sudah uring-uringan dari saat datang tadi.
Dokter itu langsung memeriksa keadaan Nara.
"Tidak ada luka yang serius tuan, Istri anda tidak apa-apa hanya sedikit goresan saja, sebentar lagi akan dibersihkan oleh suster" Kata dokter tersebut dengan tersenyum
__ADS_1
Rasanya saat ini Nara ingin menghilang dadi bumi. Bayangkan seberapa malunya dia. Cenzo yang sangat-sangat berlebihan itu telah sukses membuat Nara semalu ini.
Suster pun mendekat membersihkan luka Nara dan memberi obat setelah itu menutup luka Nara dengan perban kecil.
"Sudah selesai Nona anda bisa boleh pulang saat ini" ucap suster itu dengan sopan dan senyuman.
Nara hanya menanggapi senyuman suster itu dengan sedikit kikuk.
"Apakah sudah boleh pulang?, dia tidak perlu rawat inap dahulu" sahut Cenzo
"Tidak tuan, luka nona hanyalah luka ringan tidak perlu sampai dirawat" ucap Dokter
Cenzo hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.
"Baiklah saya permisi dulu tuan Cenzo" Kata Dokter itu
"Baiklah"
Cenzo pun mendekat dan duduk disamping Nara.
"Sudah puas tuan membuat saya malu" Ucap Nara dengan nada marah.
"Aku sangat khawatir tadi melihat darah di dahimu, aku takut kau akan terkena amnesia" Jawab Cenzo dengan santainya
Nara hanya menarik nafasnya dalam-dalam untuk mengontrol emosinya yang sudah diambang batas.
"Ya sudah ayo pulang" Ucap Nara berjalan meninggalkan Cenzo
__ADS_1
Next......