Daddy Sugar Baby

Daddy Sugar Baby
90. Hamil


__ADS_3

"Oppa" Ucap Nara begitu sadar dari pingsannya.


"Yes Baby, aku disini" Cenzo segera mendekat kearah Nara dan membantu Nara untuk duduk.


"Kita dimana Oppa?" Tanya Nara


"Kita dirumah sakit Baby"


"Kalau kita disini terus acara pernikahannya bagaiman?"


"Sudah ada Lucca, Jimin dan Suho yang akan menghandel, kau tenang saja ya"


"Oppa aku kenapa bisa pingsan?, kata dokter bagaimana" Tanya Nara


"Ada kabar bahagia untuk kita Baby"


"Apakah itu"


"Baby, kita akan punya Baby"


Nara diam sejenak mencoba mencerna perkataan Cenzo.


"Baby kita akan punya Baby. Maksudnya bagaimana Oppa, bicara yang jelas"


"Kau hamil. Usianya baru sekitar 3 minggu"


Nara kembali diam tak bicara apa-apa. Seketika pikirannya menjadi kosong. Nara tak menyangka akan hamil secepat ini. Sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ibu.


"Baby apa kau tak bahagia?" Kata Cenzo


"Tentu saja aku bahagia Oppa, kau bicara apa. Daripada dirimu aku yang paling bahagia disini"


Cenzo pun langsung memeluk Nara. Cenzo sangat bersyukur diberi istri seperti Nara, wanita yang kuat dan tidak banyak menuntut. Kenapa Cenzo tidak dipertemukan dengan Nara dari dulu mungkin sekarang mereka berdua sudah bahagia.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu sekarang kita kembali ke hotel ya"


"Iya Oppa, aku juga sudah tak apa-apa"


Cenzo dengan sigap langsung menggendong Nara ala bridal style sampai ke mobil. Cenzo tak mau Nara kecapekan karena berjalan, jadi Cenzo harus senantiasa menjaga Nara dan Cenzo Junior agar selalu aman.


Cenzo begitu sangat bahagia saat mengetahui bahwa Nara sedang mengandung anaknya. Penantian Cenzo cukup lama untuk memiliki seorang anak. Dulu Cenzo sampai berpisah dengan mantan istrinya karena dia masih tak mau memiliki anak dan malah selingkuh di belakang Cenzo.


"Oppa kenapa kau menggendongku sepanjang jalan" Ucap Nara sambil menyembunyikan wajahnya di dada Cenzo


"Diam lah Baby, aku tak mau kau kecapekan. Kalau terjadi apa-apa kepadamu dan Junio aku lah orang yang paling merasa bersalah karena tak bisa menjaga kalian berdua"


Nara tak bisa lagi menjawab perkataan Cenzo. Nara sungguh-sungguh tak menyangka bahwa diperutnya sekarang ada mahluk kecil buah hati mereka berdua.


Setelah sampai di mobil Cenzo segera menurunkan Nara dengan sangat pelan. Nara sungguh heran dengan perlakuan Cenzo ini.


Cenzo pun berjalan memutari mobil dan langsung masuk duduk di belakang pengemudi.


"Sudah dipakai sabuk pengamannya Baby" Tanya Cenzo


"Baiklah sekarang kita berangkat"


Cenzo melajukan mobilnya dengan sangat pelan sekali sampai membuat Nara tak sebal.


"Oppa kenapa pelan sekali, kapan kita sampainya jika seperti ini" Ucap Nara yang mulai kehilangan kesabarannya


"Ini demi keselamatanmu Baby"


"Tidak begitu juga Oppa. Setidaknya lajukan dengan sedikit capat jangan seperti ini"


"Sudahlah Baby kau diam lah, jika kau lelah istirahat saja"


Nara sudah lelah dan tak mau lagi berdebat dengan Cenzo. Cenzo adalah orang paling keras kepala yang pernah Nara kenal. Sesekali sambil mengemudi tangan Cenzo yang satunya mengelus-elus perut Nara hingga Nara tertidur.

__ADS_1


Cenzo dan Nara sampai di hotel dengan menempuh waktu sekitar 1 jam yang biasanya kesana hanya membutuhkan waktu 30 karena Cenzo waktu jadi terulur.


"Baby kita sudah sampai" Ucap Cenzo.


"Eeeemmmm.... Sudah sampai ya"


Cenzo segera turun dan membukakan pintu untuk Nara. Baru saja Nara keluar dari dalam mobil dan akan berjalan Cenzo langsung menggendong Nara kembali.


Nara sekarang pasrah pada Cenzo. Terserah Cenzo mau melakukan apa sekarang.


Para tamu melihat ke arah Cenzo yang sedang menggendong Nara. Cenzo pun mendudukkan Nara di kursi yang paling nyaman karena Cenzo sudah meminta Suho untuk membelikannya tadi sebelum mereka pulang.


"Bagaimana keadaan kakak ipar?" Tanya Lucca yang langsung menghampiri Cenzo dan Nara


"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang Papa" Ucap Cenzo dengan bahagia


"Kau akan menjadi seorang Papa. Berarti kalau begitu Nara sedang hamil" Kata Jimin


"Iya"


Cenzo segera memeluk Lucca dan Jimin secara bersamaan. Mereka bertiga berpelukan sambil berputar-putar.


"Hey kalian bertiga terlihat seperti Teletubbies" Ucap Nara


Mereka bertiga pun langsung tersadar dan melepas pelukan mereka.


"Aku temui rekan bisnismu dulu" Ucap Lucca dan langsung pergi


"Aku juga mau menjadi istriku" Kata jimin


"Tapi kau belum menikah bodoh" Ujar Cenzo


"Aaaa.... Benar aku belum menikah kenapa aku bisa lupa" Ucap Jimin sambil pergi meninggalkan Cenzo dan Nara menyusul Lucca

__ADS_1


Cenzo dan Nara yang melihat mereka berdua langsung tertawa. Sangat jarang Lucca dan Jimin malu secara bersamaan karena mereka berdua dari dulu tidak pernah akur. Ada saja yang mereka perdebatkan walaupun hanya sepele.


Next.....


__ADS_2